Konsekuensi Lesbumi Dalam Penerapan Adat Pada Masyarakat Muslim Indonesia

Konsekuensi Lesbumi Dalam Penerapan Adat Pada Masyarakat Muslim Indonesia

Almunawwar.or.id – Saat tradisi serta adat istiadat suatu bangsa itu menunjukan eksistensi dalam membagun jiwa dan karakteristik kecintaan dan kejiwaan cinta tanah air dan bangsa yang di bekali dengan milai kulttur agama, saat itu pula peranan dari sebuah wadah sangat penting sekali untuk bisa memfasilitasi nilai dari pada wujud kecintaan tersebut.

Terlebih adanya sistem dari pengolahan adat istiadat tersebut di jalurkan untuk lebih menebar jiwa perdamaian berdasarkan nilai konstitusi agama islam, maka sudah barang tentu secara klimak itu tdak lepas dari pada perjuangan dalam mengukuhkan sekaligus memperkenalkan nilai ajaran agama islam yang tinggi.

Akan halnya dengan itu hadirnya sebuah wadah organisasi yang berperan aktif sebagai media dan fasilitas dalam merangkul, meujudkan juga menjaga kelestarian dari adat istiadat bangsa itu amat penting sekali demi menanamkan rasa nasionalisme yang tinggi sesuai dengan kaidah ajaran islam yang sesungguhnya.

Sebab sebuah adat itu memiliki sinkronisasi dengan agama Islam, Islam secara terminologis bermakna penyerahan diri, perdamaian dan keselamatan. Oleh karena itu, Islam tidak hanya sebuah agama tetapi ia juga terwujud sebagai sebuah peradaban (civilicatioan) yang mampu di tanamkan dalam jiwa setiap orang.

Salah satu di antara dari kesatuan organisasi dan wadah kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang adat dan kebudayaan adalah Lesbumi yang mempunyai kepanjangan dari Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia, sebelum pada akhirnya singkatan tersebut berubah menjadi Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia.

Meskipun warna dari tradisi yang ada di negara kita Indoensia sangatlah begitu beragam yang tentunya tidak menutup kemungkinan lahirnya sebuah ketidaksinkronan antara, untuk itu peran dari pada suatu kesatuan wadah itu berperan sentral dalam menampung aspirasi dan inspirasi dari semua golongan.

Terlebih dengan kemajuan jaman saat ini yang sudah hampir tergerus dengan nilai kapitalisme secara global, terutama dalam menjauhkan nilai dan kebudayaan bagi masyarakat luas saat ini, jadi dari titik inilah hadirnya kesatuan dari pada wadah itu sangat berperan aktif dalam menumbuhkan jiwa yang berbangsa dan bernegara.

Teori perdamaian menurut Islam bermakna keadilan, Keadilan didasarkan atas persamaan hak dan kesempatan bagi manusia untuk mencapai pemenuhan dan mengatasi penindasan. Peneliti perdamaian Islam seperti Qamarul Huda mengartikan perdamaian tidak hanya berhentinya perang, namun lebih bermakna harmoni sosial dan keseimbangan dalam kehidupan, di mana manusia mempertahankan hubungan yang sehat antara dirinya dengan Tuhannya.

Sebab perbedaan dan pertentangan dalam hubungan manusia merupakan natural law (hukum alam), karena Allah menciptakan manusia dengan keragaman warna kulit, ras, bahasa, budaya, pola pikir dan perbedaan kepentingan. Namun demikian, dinamika masyarakat Islam dapat dipersatukan setidaknya dengan lima prinsip dasar, yaitu :

1. Kesatuan (unity) yaitu memadukan keseluruhan aspek-aspek manusia, horizontal maupun vertikal
2. Keseimbangan (equilibrum) yaitu menggambarkan dimensi horisontal ajaran Islam yang berhubungan pada keseluruhan harmoni pada alam semesta
3. Kehendak bebas (ikhtiyar), dalam artian manusia diberikan kebebasan dalam melakukan transaksi atau perjanjian. 4. 4. Pertanggungjawaban, untuk memenuhi keadilan dan kesatuan diperlukan sikap tanggung jawab pada jiwa dan raga, person dan keluarga, individu dan sosial, antara suatu mayarakat dengan masyarakat lain.
5. Kebenaran (kebajikan dan kejujuran). Kebajikan merupakan tindakan yang dapat memberikan keuntungan bagi orang lain.

Berdirinya Lesbumi
Lesbumi NU didirikan pada 28 Maret 1962 sebagai wadah perjuangan para seniman dan budayawan NU. Kalau itu, terjadi pertentangan antarpara tokoh NU soal pendirian organisasi seniman ini. Tetapi akhirnya tetap berdiri.

Agama bukan hanya ritual, bukan hanya simbol, bukan hanya formal. Agama merupakan cahaya kehidupan yang harus menyinari umatnya sepanjang hidupnya. Seni dan budaya menjadi salah satu cara untuk mengekpresikan diri dalam mewujudkan kecintaan kepada Allah.

Walisongo tidak pernah mengkonflikkan agama dengan budaya. Tetapi mereka berhasil mengislamkan Indonesia. “Jangan sampai yang sudah mapan ini diobrak-abrik.

Mengutip Sufyan bin Uyainah bahwa meninggalkan tradisi yang ada itu tidak baik. Bahkan Imam Abu Hanifah mengatakan tradisi bisa menjadi sumber hukum, fiqih, seperti ijma dan qiyas.

“Seni sangat penting dalam menyebarkan agama Islam. Dzunnun al Misri mengatakan, seni itu adalah suara kebenaran yang bisa menggugah hati kita menuju Allah. Sering sekali, jika mendengarkan ceramah, mendengarkan Qur’an, tidak tergerak. Tetapi melalui seni, hatinya orang menjadi luluh.

Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara dari Lesbumi NU
1. Menghimpun dan mengosolidasi gerakan yang berbasis adat istiadat, tradisi dan budaya Nusantara.
2. Mengembangkan model pendidikan sufistik (tarbiyah wa ta’lim) yang berkaitan erat dengan realitas di tiap satuan pendidikan, terutama yang dikelola lembaga pendidikan formal (ma’arif) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).
3. Membangun wacana independen dalam memaknai kearifan lokal dan budaya Islam Nusantara secara ontologis dan epistemologis keilmuan.
4. Menggalang kekuatan bersama sebagai anak bangsa yang bercirikan Bhinneka Tunggal Ika untuk merajut kembali peradaban Maritim Nusantara.
5. Menghidupkan kembali seni budaya yang beragam dalam ranah Bhnineka Tunggal Ika berdasarkan nilai kerukunan, kedamaian, toleransi, empati, gotong royong, dan keunggulan dalam seni, budaya dan ilmu pengetahuan.
6. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan gerakan Islam Nusantara.
7. Mengutamakan prinsip juang berdikari sebagai identitas bangsa untuk menghadapi tantangan global.

Konsekuensi Lesbumi
Globalisasi merupakan produk kapitalisme global yang berpotensi menggerus identitas bangsa, etnis, bahasa, budaya, agama, dan segala yang berciri lokal. Apabila suatu bangsa sudah tidak memiliki identitas bangsa, maka bangsa itu akan punah.

“Jika perubahan kekuasaan politik terjadi, maka suatu bangsa yang tidak memiliki identitas kuat akan hilang dari peradaban”.

Suatu bangsa akan digiring oleh setting kapitalisme global menjadi masyarakat satu dunia yang memiliki satu identitas. Desain kapitalisme global yang telah disiapkan sejak abad ke-17 dirumuskan secara sistematis untuk memberikan persepsi bahwa bangsa barat merupakan bangsa superior.

“Mengapa budaya barat superior, sedangkan budaya lokal sendiri inferior. Sebenarnya Indonesia bangsa yang memiliki peradaban tinggi. Maka perlu kita perkuat tradisi lokal, jangan sampai kita menjadi bangsa inlander seperti yang dicita-citakan mereka”.

“Proses Islamisasi di Indonesia disiarkan melalui kesenian bukan melalui pedang. Islam yang menyatu dengan budaya membentuk suatu peradaban yang khas. Hal itu yang membedakan Islam di Indonesia dengan bangsa lain.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id