Lafadz Niat dan Fadhilah di balik Pelaksanaan Ibadah Puasa Arafah dan Tarwiyah

Lafadz Niat dan Fadhilah di balik Pelaksanaan Ibadah Puasa Arafah dan Tarwiyah

Almunawwar.or.id – Idul adha telah tiba sudah banyak amalan-amalan yang sangat di anjurkan untuk di kerjakannya, salah satu di antaranya adalah berpuasa pada setiap tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah atau yang lebih di kenal dengan puasa arafah dan puasa tarwiyah.

Dimana pada kedua hari tersebut memiliki fadhilah-fadhilah tertentu dan sangat luar biasa keistimewaan yang di dapatkan bagi siapa saja kaum muslimin yang mengamalkannya. Untuk itu tidak sedikit keterangan yang menjelaskan akan hikmah di balik pelaksanaan dari puasa arafah dan tarwiyah.

Terutama ada keterkaitan khusus dari pelaksanaan ibadah haji, dimana bagi seorang muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji maka tidak di anjurkan untuk berpuasa di kedua hari tersebut, karena pada saat itu adalah waktu penting dalam pelaksanaan ibadah haji.

Namun bagi mereka umat islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, sangat di anjurkan sekali untuk senantiasa menunaikan ibadah puasa arafah dan tarwiyah. Dikarenakan ada keistimewaan tertentu bagi orang yang bermaksud untuk berpuasa itu sudah menjadi sebuah amalan kebaikan.

Dengan catatan orang tersebut tidak memiliki tanggungan puasa lain (Puasa Qodho) ataupun ragu apakah memiliki tanggungan puasa lain atau tidak itu sudah bisa menuai dengan apa yang di niatkannya, apalagi jika di amalkan sesuai dengan anjuran.

Sebagaimana keterangan yang tertulis pada kitab Fatawa al-Kubra pada bab tentang puasa:

يُعْلَمُ أَنَّ اْلأَفْضَلَ لِمُرِيْدِ التََطَوُّعِ أَنْ يَنْوِيَ اْلوَاجِبَ إِنْ كَانَ عَلَيْهِ وَإِلَّا فَالتَّطَوُّعِ لِيَحْصُلَ لَهُ مَا عَلَيْهِ

Artinya : “Diketahui bahwa bagi orang yang ingin berniat puasa sunnah, lebih baik ia juga berniat melakukan puasa wajib jika memang ia mempunyai tanggungan puasa, tapi jika ia tidak mempunyai tanggungan (atau jika ia ragu-ragu apakah punya tanggungan atau tidak) ia cukup berniat puasa sunnah saja, maka ia akan memperoleh apa yang diniatkannya”.

Puasa Tarwiyah dan Arafah sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak amalan puasa sunnah yang sangat di anjurkan untuk bisa dilaksanakannya, bahkan para Ulama membagi beberapa kategori puasa sunnah sesuai dengan pengmalan dan ketentuannya.

1.Tahunan (berulang dengan berulangnya tahun), yaitu puasa ‘Arofah, ‘Asyuro, Tasyu’a dan 6 harinya bulan Syawal.
2.Bulanan (berulang dengan berulangnya bulan), yaitu puasa hari-hari putih (ayyamul bid) tanggal 13, 14 dan 15 tiap bulan.
3.Mingguan (berulang dengan berulangnya minggu), yaitu puasa hari Senin dan Kamis.

Catatan:
·Puasa ‘Arofah (9 Dzulhijjah) disunatkan bagi selain orang yang sedang berhaji dan musafir. Bagi orang yang sedang berhaji disunatkan tidak berpuasa pada hari ‘Arofah.
·Puasa ‘Asyuro (10 Muharrom) disunatkan disambung dengan puasa Tasyu’a (9 Muharrom) untuk membedakan diri dari kaum yahudi.
·Puasa 6 harinya bulan Syawal diutamakan disambung langsung setelah hari ‘Ied ( tanggal 2 – 7 ) dan berturut-turut.
·Puasa genap setahun penuh selain dua hari raya id dan hari-hari Tasyriq itu hukumnya boleh bagi orang yang tidak mendapat madhorot (bahaya) dengan puasa itu
·Puasa ndawud, sehari puasa sehari tidak (meniru nabi Dawud) disunatkan berdasarkan riwayat sabda nabi saw “sebaik-baik puasa adalah puasa saudaraku, Dawud”.

Pengertian Puasa Tarwiyah
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 8 Dzulhijah. Dimana Ulama dari Mazhab Syafi’i menganjurkan puasa delapan hari pertama bulan Dzulhijjah di samping anjuran puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Mereka juga menganjurkan puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) secara khusus.

Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati yaumit tarwiyah lillâhi ta‘ālā. Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah esok hari karena Allah SWT.” Ulama dari Mazhab Syafi’i menganjurkan puasa delapan hari pertama bulan Dzulhijjah di samping anjuran puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Mereka juga menganjurkan puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) secara khusus.

Fadhilah Puasa Tarwiyah

صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين

Artinya: “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).

Pengertian Puasa Arafah
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni tanggal 9 Dzulhijah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Adapun teknis pelaksanaannya mirip dengan puasa-puasa lainnya.

Fadhilah Puasa Arafah

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Artinya: “Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas. (HR. Muslim).

Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ. Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”

Orang yang ingin berpuasa sunnah Arafah di siang hari tetapi tidak sempat melafalkan niat dan berniat puasa di malam harinya boleh menyusul pelafalan niat dan memasang niat sunnah puasa Arafah seketika itu juga.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id