Lafadz Niat Doa Zakat Fitrah Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Lafadz Niat Doa Zakat Fitrah Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Almunawwar.or.id – Zakat fitrah yang merupakan salah satu Rukun Islam yang harus senantiasa diperhatikan segala aspek yang berhubungan dengannya bagi setiap umat Muslim. Seperti dari niat, waktu mengeluarkan serta do’a menerima zakat fitrah itu sendiri.

Karena selain sudah menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap individu umat islam, zakat fitrah juga adalah bagian terpenting dari bisa berdirinya agama Islam ini. Untuk itu sebagai penyeimbang, penguat sekaligus penyuci dari diri dan harta kita, maka diwajibkan untuk membayar atau mengeluarkan zakat fitrah.

Dalam zakat fitrah juga terdapat ketentuan-ketentuan yang sudah ada dan di atur menurut kaidah ilmu fiqih, mulai dari kapan waktu zakat fitrah itu dikeluarkan sampai dengan niat orang-orang yang mengeluarkan zakat baik dari diri sendiri, keluarga, anakm istri ataupun dari orang yang mengeluarkan.

Hal ini tentunya sangat beralasan sekali dimana kewajiban membayar zakat fitrah itu adalah bagian terpenting dan wajib bagi seorang muslim. Salah satunya ayat yang menerangkan akan jaminan dan pahala dari Alloh S.W.T bagi orang-orang beriman yang beramal shalih, mendirikan shalat serta membayar zakat.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

Berangkat dari keterangan tadi, maka penting sekali kiranya untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan lansgung dengan Zakat Fitrah, Berikut penjelasan selengkapnya:

Lafadz Niat Zakat Fitrah
1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺍَﻥْ ﺍُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻰْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Nawaitu An Ukhrija Zakatalfitri ‘An nafsii Fardhon Lillahi Ta’ala”
Artinya :”Niat aku mengeluarkan zakat fitrah dari diri sendiri fardhu karena Alloh Ta’ala”

2. Niat Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Nawaitu An Ukhrija Zakatalfitri ‘An zaujatii Fardhon Lillahi Ta’ala”
Artinya :”Niat aku mengeluarkan zakat fitrah dari istriku fardhu karena Alloh Ta’ala”

3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Nawaitu An Ukhrija Zakatalfitri ‘An waladii Fardhon Lillahi Ta’ala”
Artinya :”Niat aku mengeluarkan zakat fitrah dari anak laki-laki ku…(sebutkan namanya) fardhu karena Alloh Ta’ala”

4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Nawaitu An Ukhrija Zakatalfitri ‘An bintii Fardhon Lillahi Ta’ala”
Artinya :”Niat aku mengeluarkan zakat fitrah dari anak perempuanku…(sebutkan namanya) fardhu karena Alloh Ta’ala”

5. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻨِّﻰْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُﻨِﻰْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Nawaitu An Ukhrija Zakatalfitri ‘Annii Wa ‘Am Jami’i Maa Yalzamunii Nafaqotuhum Syar’an Fardhon Lillahi Ta’ala”
Artinya :”Niat aku mengeluarkan zakat fitrah dari diri sendiri dan dari semua keluarga yang wajib di nafkahinya fardhu karena Alloh Ta’ala”

6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ..…) ) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

“Nawaitu An Ukhrija Zakatalfitri ‘An…. Fardhon Lillahi Ta’ala”
Artinya :”Niat aku mengeluarkan zakat fitrah dari…(sebutkan orang yang di wakilkannya) fardhu karena Alloh Ta’ala”

Bacaan Do’a Ketika Menerima Zakat

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

“Ajrokallohu Fiimaa A’thoita Wa Baaroka Fiimaa Abqoita Wa Ja’alahu Laka Thohuuron”
Artinya :”Semoga Allah memberi pahala kepadamu apa yang telah engkau berikan , semoga Allah menjadikannya mensucikan bagimu , semoga Allah memberkahimu apa yang masih kau sisakan.”

Ibarat

قال النووى فى الأذكار صحيفة ١٥٩
قال الشافعى و الأصحاب رحمهم الله الإختيار أن يقول آخذ الزكاة لدافعها
آجرك الله فيما أعطيت و جعله لك طهورا و بارك لك فيما أبقيت و هذا الدعاء مستحب لقابض الزكاة سواء كان الساعى أو الفقراء و ليس الدعاء بواجب على المشهور من مذهبنا و مذهب غيرنا وقال بعض أصحابنا إنه واجب لقول الشافعى فحق على الوالي أن يدعو له و دليله ظاهر الأمر فى الآية

Dalam ibarat tersebut Imam Nawawi mengatakan bahwa do’a menerima zakat tersebut hukumnya sunat, sebagaimana yang dijelaskan lagi dalam pendapat Imam Nawai dalam Al-Adzkar halaman 160.

قال النووى فى الأذكار صحيفة ١٦٠ : فصل يستحب لمن دفع زكاة أو صدقة أو نذرا أو كفارة و نحو ذلك أن يقول ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم فقد أخبر الله سبحانه وتعالي بذلك عن إبراهيم و إسماعيل صلى الله عليهما و سلم و عن امرأة عمران

Artinya : Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar halaman 160 mengatakan : Pasal] Disunnatkan bagi orang yang memberikan zakat atau shodaqoh atau nadzar atau kaffarat dan sebagainya mengucapkan do’a ” Robbana taqobbal minnaa innaka anta ssamii’ul ‘aliim ” Wahai Allah Tuhan kami terimalah dari kami , sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui

Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

حاشية البجيرمي على الخطيب 351/2

الحاصل أن لها خمسة أوقات وقت جواز ووقت وجوب ووقت فضيلة ووقت كراهة ووقت حرمة فوقت الجواز أول الشهر والوجوب ادا غربت الشمس والفضيلة قبل الخروج لصلاة العيد والكراهة تأخيرها عن صلاته إلا لعدر من انتظار قريب أو أحوج والحرمة تأخيرها عن يوم العيد

Artinya : Waktu mengeluarkan zakat fitrah itu ada lima sebagaimana yang diterangkan dalam kitab Hasiat Imam Buzairomi syarah Khotib, Diantaranya:

1. Waktu jawaz (awal bulan Ramadhan), artinya boleh dita’jil setelah masuk bulan Romadhon
2. Waktu wajib (terbenamnya matahari di akhir bulan ramadhan, masuk malam lebaran).
3. Waktu fadhilah / utama/afdlol (mengeluarkan sebelum berangkat melaksanakan sholat ‘ied).
4. Waktu makruh (mengeluarkan zakat fitrah setelah melaksanakan sholat ‘ied sebelum matahari 1 Syawal tenggelam, kecuali ada udzur).
5. Waktu hurmah /harom (mengeluarkan zakat fitrah setelah hari lebaran, yakni setelah tenggelamnya matahari 1 Syawal).

Kiranya penjelasan penting tentang Zakat Fitrah tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu referensi kuat untuk lebih mengetahui hal ikhwal Zakat Fitrah. Dan tentunya pula keterangan ini di ambil dari dalil-dalil akurat sesuai dengan kaidah Zakat Fitrah itu sendiri.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.