Makna Bulan Agustus Bagi Bangsa Indonesia Menurut Pandangan Mbah Maimun

Makna Bulan Agustus Bagi Bangsa Indonesia Menurut Pandangan Mbah Maimun

Almunawwar.or.id – Dengan izin rahmat Allah yang maha kuasa dan di sertai dengan keinginan luhur, maka negara indonesia secara berdaulat menyatkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 atas berkat dari perjuangan yang begitu sangat gigih dari semua elemen lapisan masyarakta indonesia.

Sehingga bulan Agustus di mata warga negara Indonesia itu sangatlah spesial sekali, Karena di samping bisa menikmati semua karunia yang telah Allah S.W.T berikan dengan kemerdekaan ini, Secara konstitusi bangsa indonesia bisa berdiri sebagai negara yang berdaulat adil dan makmur sebagaiman cita-cita dari para pendiri bangsa tercinta ini.

Dan memasuki tahun 2019 ini tidak terasa sudah hampir satu dasawarsa Negara Kesatuan Reppublik Indonesia sudah mencapai usianya yang ke 74 tahun, dalam hal ini sudah barang tentu banyak sekali makna-makan khusus dalam mengiringi nikmat kemerdekaan ini.

Dari semua sektor dan aspek yang menjadi motorik terhadap keberlangsungan hidup warga negara indonesia yang bernegara dan beragama. Termasuk dari peranan para Ulama-Ulama indonesia yang sangat berkontribusi besar terhadap ada dan lahirnya proklamasi kemerdekaan ini.

Nah dalam hal ini salah satunya kutipan dari seorang tokoh Ulama besar berkharismatik dalam memaknai arti bulan Agustus bagi bangsa indonesia sebagai sebuah nikmat yang tiada terhingga, Sebagaimana yang telah di sampaikannya dalam kunjungan ke Istana Negara.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) dalam doa di Istana Negara memuji Allah SWT atas nikmat kemerdekaan yang dikaruniakan kepada Bangsa Indonesia. Mbah Moen menyebut kemerdekaan Indonesia dari negara penjajah merupakan sebuah nikmat besar Allah yang patut disyukuri oleh anak bangsa Indonesia.

“Ya ilâhana, Agustus syahrul mu‘azzham ‘indanâ wa syahrul mu‘azzham ‘indaka (Agustus adalah bulan agung bagi kami dan bulan agung bagi-Mu),” kata Mbah Moen dalam salah satu rangkaian doanya pada majelis zikir Hubbul Wathan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (1/8) malam.

Pada bulan Agustus Kaukirim utusan-Mu. Pada bulan Agustus ini Kauberikan pada kami nikmat hurriyah (kemerdekaan) wal istiqlal (berdikari). Kami sudah merdeka 72 tahun lalu, kata Mbah Moen dalam doanya.

Mbah Moen juga meminta kepada Allah SWT untuk memberikan kekuatan kepada para pemimpin Republik Indonesia.

“Ya Allah, keberagaman Indonesia adalah nikmat-Mu. Semua ini meski berbeda-beda pada hakikatnya adalah satu, sesuai dengan firman-Mu li ta‘ârafû (untuk saling memahami). Kami berbeda-beda suku, ratusan bahasa, dan berbeda agama,” tegas Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang.

Ia juga memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan dan pertikaian sesama anak bangsa.

Doa Mbah Moen ini diamini oleh ratusan jamaah yang hadir. Tampak puluhan ulama dan kiai dari pelbagai daerah di Indonesia, Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan jajaran kabinet. Zikir ini diadakan dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada bulan Agustus.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id