Makna dibalik Pendahuluan Lafadz Arrahman Daripada Arrahim Dalam Basmallah

Makna dibalik Pendahuluan Lafadz Arrahman Daripada Arrahim Dalam Basmallah

Almunawwar.or.id – Dalam kajian islam yang sesungguhnya itu terdapat rahasia dan tujuan tertentu dibalik penempatan sebuah kalimah ataupun rangkaian kalimah seperti penuturan lapadz Arrahman yang secara penulisan itu lebih terdahulu jika dibanding dengan lapadz Arrahiim.

Padahal arti asal daripada kedua lapadz tersebut adalah sama yaitu Maha pengasih, akan tetapi jika melirik secara mendasar baik dilihat dari kajian ilmu nahwu maupun ilmu lainnya itu terdapat perbedaan dari segi makna dan tujuan serta dari penempatan posisi lapadznya itu.

Meskipun masalah seperti ini tidak menjadi bagian penting bagi keumuman umat muslim, akan tetapi bagi mereka para muslim yang terpelajar itu penting kiranya mengetahui tujuan daripada penempatan dua kalimah yang mempunyai arti sama pada sebuah kalimah.

Sehingga secara pemaknaan arti daripada Arrohman diartikan dengan “Dzat yang Maha pengasih di dunia dan akherat, Sedangkan Arrohim diartikan sebagai Dzat yang Maha penyayangnya Allah khusus d akherat. Nah pemaknaan tersebut tentu mempunyai illat ataupun argumentasi tertentu dan berikut penjelasannya.

والرحمن الرحيم صفتان مشبهتان بنيتا للمبالغة من مصدر رحم والرحمن أبلغ من الرحيم لأن زيادة البناء تدل على زيادة المعنى كما في قطع بالتخفيف وقطع بالتشديد وقدم الله عليهما لأنه اسم ذات وهما اسما صفة وقدم الرحمن على الرحيم لأنه خاص إذ لا يقال لغير الله بخلاف الرحيم والخاص مقدم على العام

Artinya: Lafadz ARRAHMAAN ARRAHIIM itu adalah sifat musyabbihat yang bentuknya berfaedah mubalaghoh, lafadz ARRAHMAAN lebih baliigh (sempurna maknanya) ketimbang lafadz ARRAHIIM karena penambahan huruf pada bentuk kalimat (biasanya) menunjukkan pada penambahan makna, seperti pada lafadz قطع (tanpa tasydiid artinya putus) dan lafadz قطع (dengan tasydiid artinya menjadi memutuskan…. membuat terputus-putus ).

Lafadz ‘ALLAH’ didahulukan atas keduanya (arrahmaan dan arrahiim) karena ‘ALLAH’ adalah isim dzat sedang keduanya isim sifat, lafadz ‘ARRAHMAAN’ didahulukan atas lafadz ‘ARRAHIIM’ karena lafadz ARRAHMAAN sifat yang khusus dimiliki oleh Allah karenanya tidak boleh bagi selain Allah disebut ARRAHMAAN berbeda dengan lafadz ARRAHIIM.

Walhasil kedudukan daripada penempatan dua kalimah musyabahat ataupun dua kalimah yang mempunyai lapadz yang sama seperti arrohman dan arrohiim itu menilik pada bagian mubalgoh nya, dikarenakan lapadaz Arrahman itu lebih Mubalaghoh dibanding dengan Arrahimm, kama penempatannya itu didahulukan.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id