Makna Dua Jihad Bagi Orang Beriman di Bulan Ramadhan

Makna Dua Jihad Bagi Orang Beriman di Bulan Ramadhan

Almunawwar.or.id – Datangnya bulan suci ramadhan ini memang menjadi sebuah kesempatan terbaik bagi setiap umat islam di seluruh dunia, dimana pada bula tersebut terdapat makna jihad yang sesungguhnya dari pelaksanaan ibadah di bulan puasa itu. Dan ketahuilah bahwa seseorang yang beriman, di bulan Romadlon ini terkumpul padanya dua jihad/kesungguhan untuk dirinya sendiri.

1. Jihad di siang hari yaitu berpuasa.
2. Jihad dimalam hari yaitu qiyam/beribadah malam seperti tarawih, baca qur’an dll.

Sebagaimana yang telah di riwayatkan dalam sebuah keterangan yang menyebutkan tentang terdapatnya nilai-nilai penting yang bisa di alami jiwa ketika melaksanakan ibadah puasa itu.

واعلم أن المؤمن يجتمع له في شهر رمضان جهادان لنفسه: جهاد بالنهار على الصيام وجهاد بالليل على القيام فمن جمع بين هذين الجهادين ووفى بحقوقهما وصبر عليهما وفى أجره بغير حساب قال كعب ينادي يوم القيامة مناد بأن كل حارث يعطى بحرثه ويزاد غير أهل القرآن والصيام يعطون أجورهم بغير حساب ويشفعان له أيضا عند الله عز وجل كما في المسند عن عبد الله بن عمرو عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “الصيام والقيام يشفعان للعبد يوم القيامة يقول الصيام: أي رب منعته الطعام والشراب بالنهار ويقول بالقرآن: منعته النوم بالنهار فشفعني فيه،
فيشفعان” فالصيام يشفع لمن منعه الطعام والشهوات المحرمة كلها سواء كان تحريمها يختص بالصيام كشهوة الطعام والشراب والنكاح ومقدماتها أو لا يختص كشهوة فضول الكلام المحرم والنظر المحرم والسماع المحرم والكسب المحرم فإذا منعه الصيام من هذه المحرمات كلها فإنه يشفع له عند الله يوم القيامة ويقول: يا رب منعته شهواته فشفعني فيه فهذا لمن حفظ صيامه ومنعه من شهواته.

Jadi, barang siapa mengumpulkan dua jihad ini, memenuhi hak keduanya dan bersabar atas keduanya,maka ia pun akan di sempurnakan pahalanya tanpa hisab. Sebagaimana isi daripada hadits tersebut yang menerangkan akan makna penting dari adanya jihad itu.

Ka’b -semoga Allah meridloinya- berkata :
” Kelak di hari kiamat ada penyeru yg berseru bahwa semua penanam akan di beri apa yg ditanam dan juga ada tambahan, selain ahlul qur’an dan orang-orang yg berpuasa, karena keduanya di beri pahala tanpa hisab.”

Keduanya juga diberi syafa’at baginya di sisi Allah azza wajalla sebagaimana yg telah datang dalam musnad dari abdulloh bin umar dari Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :

” Puasa dan qiyam memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat, puasa berkata ‘ wahai Rabbku Engkau mencegahnya makan dan minum di siang hari ‘ dan al qur’an berkata : ‘ Engkau mencegahnya tidur di siang hari, maka berilah syafa’atku padanya’ Lalu kemudian keduanya memberikan syafa’at.”

Puasa memberikan syafa’at bagi orang yg mencegahnya dari makan dan syahwat yg diharamkan semuanya, baik keharaman itu dikhususkan bagi orang yg berpuasa misalnya seperti syahwat makan, minum, nikah dan permulaannya,

Ataupun keharaman yg tidak di khususkan misalnya seperti syahwat ucapan berlebihan yg di haramkan, syahwat melihat pada hal yg di haram, mendengar yg di haramkan dan pekerjaan yg di haramkan.

Ketika puasa bisa mencegahnya dari keharaman-keharaman ini semuanya, maka puasa memberi syafa’at baginya di sisi Allah kelak di hari kiamat, puasa berkata : ” Wahai Rabbku, Engkau telah mencegah syahwatnya, maka berikanlah syafa’atku padanya ” Syafa’at ini bagi orang yg menjaga puasanya dan mencegah syahwatnya.

فأما من ضيع صيامه ولم يمنعه مما حرمه الله عليه فإنه جدير أن يضرب به وجه صاحبه ويقول له: ضيعك الله كما ضيعتني كما ورد مثل ذلك في الصلاة قال بعض السلف: إذا احتضر المؤمن يقال للملك: شم رأسه قال: أجد في رأسه القرآن فيقال شم قلبه فيقول: أجد في قلبه الصيام فيقال: شم قدميه فيقول: أجد في قدميه القيام فيقال: حفظ نفسه حفظه الله عز وجل.

Adapun orang yg menyia-nyiakan puasanya dan tidak mencegahnya dari hal-hal yg Allah haramkan kepadanya, maka sudah pantas puasanya di pukulkan ke wajah pemiliknya, puasa berkata :
” Semoga Allah menyia-nyiakanmu sebagaimana engkau menyia-nyiakanku ” hal ini sebagaimana hadits yg telah datang dalam masalah sholat.

Sebagian ulama’ salaf berkata : ” ketika orang yan g beriman telah mendekati ajalnya, maka di katakan kepada malaikat :” cium kepalanya ” malaikat berkata : ” aku menemukan al qur’an di kepalanya ”
di katakan kepada malaikat :” cium hatinya ”
malaikat berkata : ” aku menemukan puasa di dalam hatinya”
di katakan kpd malaikat : ” cium kedua kakinya”
malaikat berkata : ” aku menemukan Qiyam/ibadah malam di kedua kakinya”
maka di katakan kepadanya :
” dia telah menjaga dirinya, semoga Allah azza wajalla menjaganya ”

Semoga kita semua dengan mampunya memaknai jihad yang sesungguhnya dalam jiwa ketika melaksanakan amalan ibadah puasa ini bisa menggapai pahala dan keridhoan dari Alloh S.W.T

Wallohu a’lam