Makna Filterisasi Penting Bagi Generasi Muda Islam Milenial Yang Melek Digital

Makna Filterisasi Penting Bagi Generasi Muda Islam Milenial Yang Melek Digital

Almunawwar.or.id – Tidak dapat di pungkiri memang keberadaan teknologi canggih digital saat ini sudah masuk ke ranah sisi kehidupan semua golongan tanpa terkecuali, bahkan bisa dikatakan sebagai salah satu bagian penting dalam menopang da mewarnai aktifitas sehari-hari bagi banyak orang.

Sehingga sangat butuh filterisasi untuk bisa lebih memberikan keseimbangan antara penerimaan informasi dan juga dampak dari pada semakin tergerusnya arus informasi saat ini yang memang sangat begitu dominan sekali terhadap kebijakan asumsi publik saat ini.

Untuk itu keseimbangan dasar yang di miliki oleh setiap orang terutama bagi mereka yang berkecimpung di dunia online digital sangat penting dan menentukan terhadap arah dan alur pemberitaan selama ini, dalam artian mampu di terima serta dicerna oleh publik sesuai dengan tujuan wacana yang di maksud.

Begitu pula bagi generasi muda islam saat ini, dimana perannya sangat besar sekali dalam memonitoring pertumbuhan dan dampak dari pada perubahan teknologi yang dulunya hanya bisa di akses secara manual, namun sekarang berubah mejadi teknologi digital yang begitu fenomenal.

Hal ini tentu selain menjadi garapan masa depan tersendiri bagi generasi muda islam khususnya, Berekpestasi untuk lebih berkreasi bahkan berprestasi dalam mempublikasikan apa yang seharusnya menjadi kebutuhan publik sesuai dengan objekitifitasnya itu harus menjadi satu buah priortas.

Jangan sampai menebarkan hal-hal yang bersifat ujaran kebencian, informasi yang tidak valid sumbernya juga dari publikasi yang memang tidak ada dampak dan unsur manfaat untuk di terima oleh publik, tapi justru mampu menyeimbangkan kemajuan teknologi digital ini dengan nilai tuntunan agama.

Pun begitu pula sebagai generasi islam yang lebih mineal punya pandangan luas ke depan, bijak daam mengambil keputusan dan juga mampu merealisasikan makna dari sebuah publikasi penting itu merupakan salah satu wujudnya peran besar generasi muda islam untuk ke depannya.

Sebab revolusi Digital adalah perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke teknologi digital yang telah terjadi sejak tahun 1980 dan berlanjut sampai hari ini. Revolusi itu pada awalnya mungkin dipicu oleh sebuah generasi remaja yang lahir pada tahun 80-an.

Analog dengan revolusi pertanian, revolusi Industri, revolusi digital menandai awal era Informasi. Yang sekarang lebih dikenal dengan media sosial atau media online.

Revolusi digital ini telah mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang sangat canggih saat ini. Sebuah teknologi yang membuat perubahan besar kepada seluruh dunia, dari mulai membantu mempermudah segala urusan sampai membuat masalah karena tidak bisa menggunakan fasilitas digital yang semakin canggih ini dengan baik dan benar.

Kembali membahas tentang media sosial yang sangat digandrungi anak muda sekarang sudah saatnya menumbuhkan fikiran kritis. Artinya apa? Tidak mudah percaya dengan apa yang di lihatnya di laman media sosial. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah pengguna media sosial terbesar di dunia.

Pengguna Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain dari Indonesia menempati porsi yang cukup besar dari keseluruhan pengguna media sosial tersebut. Ini berarti user dari media sosial di Indonesia memiliki lebih banyak resiko terkena hoaks dari pada negara lain.

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam terbesar di dunia juga mengatur tentang hoaks. Dalam Islam kebohongan (al-kadzib) secara umum adalah haram.

Berbohong termasuk didalamnya membuat berita bohong merupakan perbuatan dosa dan haram hukumnya. Begitupula menyebarkan berita bohong itu. Rasul saw. memerintahkan kita untuk menjauhi ucapan atau tindakan bohong. … Tinggalkan kebohongan karena sungguh kebohongan itu bersama kekejian dan keduanya di neraka. (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan ath-Thabrani).

Berbicara bohong juga dinyatakan sebagai salah satu karakter orang munafik. Hal itu menunjukkan bahwa berbohong merupakan dosa besar. Berbohong hanya dibolehkan dalam tiga keadaan. Rasulullah S.A.W bersabda :

“Semua kebohongan ditulis atas anak Adam kecuali tiga macam: laki-laki berbohong istrinya untuk menyenangkannya, laki-laki berbohong sebagai tipu daya dalam perang atau laki-laki yang berbohong kepada dua orang muslim untuk mendamaikan keduanya”. (HR.Ahmad).

Jika manusia-manusia di Indonesia memiliki keimanan yang kuat, cukuplah diingatkan dengan dua hadist sebelumnya. Dan juga mengingat beratnya pertanggung jawaban di akhirat nanti. Oleh karena itu, hal yang penting untuk terus menjaga dan memupuk keimanan kita, agar terhindar dari perbuatan haram.

Sebagai pelajar saya mengajak kepada teman-teman saya untuk kritis terhadap informasi-informasi yang tersebar di media sosial karena begitu pesat. Saking pesatnya banyak informasi yang tidak benar bisa viral bahkan tak jarang banyak pelajar menjadi korban. Untuk itu adanya #PelajarDigital ini kami mengkampanyekan #PelajarMilenialMelekDigital yakni, pelajar yang tak mudah terjebak hoaks dan mampu menguasai teknologi dengan baik.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
nukita.id