Maksud Dari “Tiada Kesempurnaan Pahala Puasa Ramadhan Tanpa Zakat Fitrah”

Maksud Dari Tiada Kesempurnaan Pahala Puasa Ramadhan Tanpa Zakat Fitrah

Almunawwar.or.id – Zakat fitrah pada ketentuannya adalah pelaksanaan ataupun pengamalan seorang muslim untuk mengeluarkan sebagian hartanya pada waktu yang telah di tentukan seperti di bulan ramadhan ini, sehingga dari pengamalannya tersebut sangat berpengaruh pula pada pahala puasa ramadhan.

Hal inilah yang membuat pengaruh besar dari makna penting terhadap wajibnya mengeluarkan zakat fitrah bagi setiap individu umat islam khususnya bagi mereka yang mampu, Sehingga perlu penjelasan dan kepastian akan dalil yang membahas seputar masalah tersebut.

Dengan tujuan untuk lebih memberikan kepastian yang wajar sesuai dengan apa yang di sebut dengan tiada kesempurnaan seseorang yang berpuasa apabila belum bisa mengeluarkan kewajiban berzakat fitrah, nah untuk lebih jelasnya mari kita simak dan tela’ah seperti yang ada pada keterangan Hasyiyah al-Jamaal alaa al-Minhaaj juz IV halaman 228 :

الكتاب : حاشية الجمل على المنهج لشيخ الإسلام زكريا الأنصاري ج 4 – الصفحة 228المؤلف / العلامة الشيخ سليمان الجملوأخرج ابن شاهين في ترغيبه والضياء عن جرير شهر رمضان معلق بين السماء والأرض لا يرفع إلى الله تعالى إلا بزكاة الفطر والظاهر أن ذلك كناية عن عدم ترتب فائدة عليه إذا لم تخرج زكاة الفطر لكن بمعنى توقف ترتب ثوابه العظيم على إخراجها بالنسبة للقادر عليها المخاطب بها عن نفسه فحينئذ لا يتم له جميع ما رتب على صوم رمضان من الثواب وغيره إلا بإخراج زكاة الفطر

Artinya : “Ibn Syaahiin meriwayatkan hadits dalam kitab Targhiib wa ad-Dhiyaa’ dari sahabat Jarir ra “Bulan ramadhan (maksudnya puasa dibulan ramadhan) digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah Ta’ala kecuali dengan zakat fitrah”Secara dhahir pengertiannya adalah tidak mendapatkan pahala puasanya yang agung bila tidak dikeluarkan zakat fitrahnya bagi orang yang mampu mengeluarkannya”.

Begitu pula keterangan lain yang meriwayatkan tentang bagaimana ketentuan penting yang bersangkutan dengan masalah seputar zakat fitrah mulai dari niat zakat fitrah, waktu mengeluarkannya termasuk dari pada masalah yang sedang di bahas ini, seperti yang di jelaskan yang terdapat pada kitab I’aanah at-Thoolibiin juz II halaman 167, dengan redkasinay sebagai berikut :

حاشية إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين لشرح قرة العين بمهمات الدين ج 2 – الصفحة 167أبي بكر ابن السيد محمد شطا الدمياطيإن صوم رمضان معلق بين السماء والأرض لا يرفع إلا بزكاة الفطروهو كناية عن توقف تمام ثوابه حتى تؤدى الزكاة فلا ينافي حصول أصل الثواب بدونها

Artinya : “Puasa dibulan ramadhan digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah Ta’ala kecuali dengan zakat fitrah”Adalah kinayah (kalimat sindiran) ditangguhkannya kesempurnaan pahala puasa seseorang hingga dikeluarkan zakat fitrahnya, berarti tidak menafikan masih didapatkannya pahala meski tanpa zakat fitrah.

Bahkan pembaca juga bisa melihat dasar dari keterangan lain yang membahas seputar masalah tersebut, salah satunya yang di terangkan pada kitab At-Taysiir Bi Syarh al-Jaami’ as-Shoghiir juz I halaman 650 :

لكتاب : التيسير بشرح الجامع الصغير ج 1 – الصفحة 650المؤلف / الإمام الحافظ زين الدين عبد الرؤوف المناويدار النشر / مكتبة الإمام الشافعي – الرياض – 1408هـ – 1988م( ان شهر رمضان معلق بين السماء والأرض ) أي صومه كما في الفردوس ( لا يرفع ) إلى الله تعالى رفع قبول أو رفعا تاماً ( إلا ) مصحوباً ( بزكاة الفطر ) أي بإخراجها فقبوله والإثابة عليه تتوقف على إخراجها

Artinya : “Bulan ramadhan (maksudnya puasa dibulan ramadhan seperti dalam keterangan pada al-Firdaus) digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah Ta’ala (Artinya tidak diangkat diterima pahalanya atau diangkat secara sempurna) kecuali dengan zakat fitrah (artinya diangkat dan diterimanya ditangguhkan dengan dikeluarkannya zakat fitrah)

Adapun derajat hadits yang menjelaskan tentang berkaitan eratnya keterangan yang bersangkutan tersebut, kita bisa menyimak penjelasan para ulama berikut ini :

اسم الكتاب : جامع الأحاديث ج 9 – الصفحة 55المؤلف : جلال الدين السيوطي7897 – إن شهر رمضان معلق بين السماء والأرض لا يرفع إلا بزكاة الفطر (ابن صصرى فى أماليه ، والديلمى عن جرير)أخرجه الديلمى (1/235 ، رقم 901) ، وأورده ابن الجوزى فى العلل المتناهية (2/499 ، رقم 824) وقال : لا يصح ، فيه محمد بن عبيد مجهول . قال المنذرى (2/97) : رواه أبو حفص بن شاهين فى فضائل رمضان وقال : حديث غريب جيد الإسناد . وقال المناوى (2/455) : فيه ضعف .

Artinya : “Bulan ramadhan digantungkan antara langit dan bumi, tidak diangkat pada Allah Ta’ala kecuali dengan zakat fitrah” (hr. Ibn Syaahiin)Ibn al-Jawzi menyatakan hadits tersebut tidak sah, didalamnya ada Muhammad Bin Ubaid al-Basry yang tidak diketahui (al-‘Ilal al-Mutanaahiyyah II/499 no. 824)Al-Mundziri (II/97) hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Hafsh dalam Fadhaail Ramadhaan dan dinyatakan “Hadits Ghoriib yang sanadnya bagus”Al-Munaawy berkata “Hadits dho’if). [ Jalaaluddiin as-Suyuuthy-Jaami’ al-Ahaadiits IX/55

Walhasil : Dua jawaban penting terhadap permasalahan tiada kesempurnaan pahala puasa seseorang tanpa mengeluarkan zakat fitrah yaitu :

1. Maksud pahala puasa tidak diangkat pada Allah Ta’ala kecuali dikeluarkan zakat fitrahnya dalam hadits tersebut adalah tidak diterima pahala puasanya sebelum dikeluarkan zakat fitrahnya, sebagian ulama ada yang memberi pengertian tidak diterima pahalanya secara sempurna artinya pahala puasanya masih diterima tapi tidak sempurna.

2. Ketentuan hadits di atas bagi orang yang mampu mengeluarkan zakat fitrah namun enggan memberikannya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id