Maksud Daripada Membaca Satu Ayat Dalam Khutbah Shalat Jumat

Maksud Daripada Membaca Satu Ayat Dalam Khutbah Shalat Jumat

Almunawwar.or.id – Berkhutbah pada shalat jum’at itu adalah bagian dari pada rukun dan tata cara ibadah sholat jum’at itu sendiri, termasuk dari membacakan satu ayat dari Alquran yang di bacakan saat khutbah berlangsung yang secara pengertian itu di anjurkanlah mengambil ayat yang di pahami oleh semua jama’ah.

Selain itu juga membacakan satu ayat dari Alquran ketika khutbah itu termasuk pada rukun khutbah, sehingga jika tidak melaksanakannya maka itu khutbahnya tidak sah yang secara otomatis akan berpengaruh pula pada sah dan tidaknya dari pelaksanaan ibadah shalat jum’at itu sendiri.

Pertanyaannya adalah lalu apakah yang di maksud dengan membacakan satu ayat dalam khutbah shalat jum’at tersebut? Apakah cukup hanya satu ayat atau lebih dari itu? Berikut penjelasannya.

Dalam kitab Roudhoh yang terdapat pada juz 2 halama 25 di sebutkan bahwa :

الخامس : قراءة القرآن . وهي ركن على المشهور . وقيل : على الصحيح . والثاني : ليست بركن ، بل مستحبة . فعلى الأول أقلها آية ، نص عليه الشافعي – رحمه الله – ، سواء كانت وعدا ، أو وعيدا ، أو حكما ، أو قصة .
قال إمام الحرمين : ولا يبعد الاكتفاء بشطر آية طويلة . ولا شك أنه لو قال : ( ثم نظر ) [ المدثر : 21 ] لم يكف ، وإن عد آية ، بل يشترط كونها مفهمة .

Artinya : “Rukun khutbah yang kelima adalah membaca al qur’an, membaca alqur’an adalah termasuk rukun menurut pendapat yang masyhur, waqila menurut pendapat yang shoheh.pendapat kedua mengatakan bahwa membaca alqur’an bukanlah rukun tapi dianjurkan, maka berdasarkan pendapat yang awwal, paling sedikitnya adalah membaca satu ayat, ini adalah nash dari imam syfi’i -semoga Allah merahmatinya – baik ayat tersebut adalah tentang janji, atau ancaman, atauh hukum atau kisah. Imam haromain berkata : dan tidaklah jauh tentang cukupnya sebagian ayat yang panjang. dan tidaklah diragukan bahwa jika khotib membaca : tsumman dzur al muddatsir ayat 21, maka tidak mencukupi walaupun itu terhitung satu ayat, tapi disyaratkan adanya ayat tersebut bisa dipahami.

Maksudnya adalah membaca satu ayat yang bisa dipahami, ayat tersebut yang menunjukkan tentang janji atau ancaman atau hukum atau kisah, dan tidaklah jauh tentang cukupnya sebagian ayat yang panjang karena sebagian ayat tersebut lebih utama daripada satu ayat yang pendek. Berikut keterangan yang ada pada kitab kasyifah :

(و) رابعها: (قراءة آية من القرآن في إحداهما) للاتباع أي آية مفهمة فلا يكفي ثم نظر وإن كانت آية كما قاله الحصني، قال الزيادي: كانت دالة على وعد أو وعيد أو حكم أو قصة، ولا يبعد الاكتفاء بشطر آية طويلة لأنه أولى من آية قصيرة، ولا تجزىء آية حمد أو وعظ عنه كما في قوله: الحمد لله الذي خلق السموات والأرض وجعل الظلمات والنور} ((6) الأنعام:1) إذ الشيء الواحد لا يؤدي به فرضان بل عنه فقط، ولو أتى بآيات تشتمل على الأركان كلها ما عدا الصلاة لعدم آية تشتمل عليها لم تجزىء لأنها لا تسمى خطبة انتهى.

Semoga penjelasan ini dapat memberikan penerangan yang cukup tentang di haruskannya membacakan ayat alquran dalam khutbah meskipun itu satu ayat.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id