Keutamaan Ciri Ciri Malam Lailatul Qadar Jatuh Pada Tanggal

Gambar malam-lailatul-qadar

Almunawwar.or.id – Kemulyaan seribu Bulan yang menjadi keistimewaan tersendiri bagi rahasia dan keutamaan dari pada malam lailatul qadar seraya menjadi harapan tersendiri bagi umat muslim di seluruh dunia ini untuk bisa di raihnya dengan penyempurnaan amalan ibadah di sepuluh terkahir bulan ramadhan.

Karena selain menjadi keistimewaan yang begitu luar biasa, malam lailatul qadar ini juga adalah karunia dari Alloh S.W.T yang di berikan kepada seorang hambanya sesuai dengan kehendaknya, Sehingga sangat pantas apabila datangnya sepuluh hari akhir di bulan ramadhan sebagai malam hari yang sangat tepat untuk menyambut kedatangan malam yang lebih baik dari pada seribu bulan tersebut.

Dan tentunya hal ini berdasarkan dengan keterangan dan dalil yang kuat yang mengisyaratkan akan keutamaan, keistimewaan dan juga dari rahasia dari pada malam lailatul qadar tersebut dengan pencapaian akhir ibadah ramadhan yang lebih maksimal lagi sesuai dengan apa yang di anjurkan.

Maka dari itulah bagi sebagian orang yang mengerti akan begitu istimewanya lailatul qadar itu selalu mengisi malam-mala tersebut dengan amalan ibadah yang di anjurkan seperti I’tikaf, sholat malam lailatul qadar, dzikrulloh dan masih banyak amalan ibadah lainnya, sambil berharap akan keistimewaanya tersebut di berikan kepada kita semua.

Inilah fakta dan realita yang sangat menarik bagi mereka yang sungguh-sungguh dalam menjalani ibadah puasa ramadhan mulai dari awal, tengah sampai dengan di penghujung bulan suci ramadhan, yang di hiasi oleh dua kejadian yang teramat istimewa yaitu malam buzukul quran dan juga malam lailatul qadar.

Sebagai seorang muslim tentunya sangat mengharapkan akan rahasia dan keutamaan di malam lailatul qadar tersebut sebagai cara Alloh S.W.T memberikan kasih sayangnya kepada seorang hamba pilihann, termasuk dari kapan turunnya, amalan apa saja dan juga apa tanda-tanda dari malam lailatul qadar tersebut.

Selengkapnya marik kita bahas bersama-sama, semoga saja adanya artikel menraik ini yang mengulas tentang “Malam Lailatul Qadar” bisa membukakan hati kita semua sekaligus lebih memantapkan nilai ibadah dan keimanan kita kepada Alloh S.W.T terutama saat menjelang akhir dari pada bulan suci ramadhan ini.

Alloh S.W.T berfirman dalam Al quran Surat Alqadr dari ayat satu sampai dengan ayat lima yang berbunyi :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَام هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5 1.

Artinya : “Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (AlQuran) pada malam kemuliaan ( Lailatul Qodr ) 2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? 3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. 4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat danmalaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. 5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Tentu dari hadirnya keterangan ayat alquran tersebut merupakan salah satu rahasia dan keutamaan tersendiri yang di miliki oleh malam lailutl qadar, yang mungkin bisa kita raih dan menjadi acuan paling baik untuk menutup akhir ramadhan ini dengan amalan sunnah di malam lailatul qadar.

Akan halnya dengan itu mengetahui sekaligus menela’ah hal-hal menarik yang berhubungan dengan kejadian “malam Lailatul Qadar” adalah presfektif yang nyata bagi kita semua yang ingin di berikan kesempurnaan dari pada rahasia yang di berikan oleh ALloh S.W.t akan keutamaannya tersebut seperti berikut ini.

1. Apa itu Lailatul Qadar?
Lailatur Qadar adalah suatu rahmat yang sangat luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada hambanya pada bulan romadhan, yang senantiasa tidak pernah meninggalkan ibadah. Waktunya, dalam satu riwayat, adalah pada hari-hari ganjil saja dari tanggal 21 sampai 29 dan juga malam lailatul qodar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Sebagaimana yang telah di bahas tadi tentang dalil Alquran yang menerangkan keutamaan dan keunggulan dari pada Malam Lailatul Qadar tersebut, dan cara mendapatkannya, maka di anjurkan untuk tidak tidur semalaman pada hari-hari ganjil tersebut dengan diisi ibadah terus menerus.

2. Keutamaan Lailatul Qadar
Jika melirik lebih pasti maksud daripada ayat di atas tadi, maka terdapat keutamaan tersendiri yang terdapat pada malam lailatul qadar tersebut yaitu salah satunya adalah semua amal ibadah seperti shalat, tilawah al-Qur’an, dan dzikir serta amal sosial (seperti shodaqoh dana zakat), yang dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingkan amal serupa selama seribu bulan (tentu di luar malam lailat al qodr sendiri).

Bahkan Dalam riwayat lain Anas bin Malik juga menyampaikan keterangan Rasulullah SAW bahwa sesungguhnya Allah mengkaruniakan ” Lailat al qodr” untuk umatku, dan tidak memberikannya kepada umat-umat sebelumnya. Sebagaiman yang banyak di fatwakan oleh para Ulama.

Sehingga sangat menarik untuk lebih di kaji secara mendalam dan mendasar kapan lailatul qadar itu terjadi atau di turunkan, dan kepada siapa saja yang berhak menerima keistimewaan dari pada malam lailatul qadar itu, termasuk dari tanda-tanda adanya lailatul qadar pada sebuah malam?

3. Rumus Menghitung Lailatul Qadar menurut Imam Al ghazali
A. Jika hari pertama jatuh pada hari ahad atau hari rabu maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 29 Ramadhan
B. Jika hari pertama jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 21 Ramadhan
C. Jika hari pertama jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 25 Ramadhan
D. Jika hari pertama jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 23 Ramadhan
E. Jika hari pertama jatuh pada Selasa atau Jumat maka Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 27 Ramadhan
Sebagaimana yang tersirat dalam salah satu catatan khusus yang terdapat pada kitab ( Sulaiman Al Kurdi juz hal 188 )

4. Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qadar?
Sesuai dengan firman Allah pada awal surat Al Qodr, serta pada ayat 185 surat Al Baqoroh, dan juga berdasarkan hadits Rasulullah S.A.W. Maka dalam hal para ulama’ bersepakat bahwa “Lailat al qodr” itu terjadi pada malam bulan Ramadhan.

Bahkan seperti yang di riwayatkan oleh Ibnu Umar, Abu Dzar, dan Abu Hurairah, lailat al qodr bukannya sekali terjadi pada masa Rasulullah SAW saja, melainkan ia terus berlangsung pada setiap bulan Ramadhan untuk mashlahat umat Muhammad, sampai terjadinya hari qiyamat.

Namun jika melihat dari pada pertanyaan kapan persisnya di turunkan malam lailatul qadar? Maka dalam hal ini kita merujuk pada pendapat-pendapat yang di kemukakan oleh para Shahabt Rasululloh S.A.W saat berdiskuis tentang di turunkannya malam lailatul qadar tersebut, Berikut rinciannya :

A. Seperti di fahami dari riwayat Ibnu Umar dan Abi Bakrah yang dilaporkan oleh Bukhori dan Muslim, terjadinya lailat al qodr mungkin berpindah-pindah pada malam-malam ganjil sepanjang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Sesuai dengan informasi terakhir ini, dan karena langka dan pentingnya lailat al qodr, maka selayaknya setiap muslim berupaya selalu mendapatkan lailat al qodr pada sepanjang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

B. Lailat al qodr terjadi pada malam tanggal 27 bulan Ramadhan, berdasarkan hadits riwayat Ibnu Umar, seperti dikutip oleh Ahmad. Dan seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, bahwa Umar bin al Khoththob, Hudzaifah serta sekumpulan besar shahabat, yakin bahwa lailat al qodr terjadi pada malam 27 bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, juga pernah menyampaikan kepada shahabat yang telah tua dan lemah tak mampu qiyam berlama-lama dan meminta nasehat kepada beliau kapan ia bisa mendapatkan lailat al qodr, Rasulullah SAW kemudian menasehati agar ia mencarinya pada malam ke 27 bulan Ramadhan (HR. Thabroni dan Baihaqi).

C. Lailat al qodr terjadi pada malam-malam ganjil disepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Diriwayatkan oleh Aisyah dari sabda Rasululah SAW: “Carilah lailat al qodr pada malam-malam ganjil disepuluh hari terakhir bulan Ramadhan” (HR. Bukhori, Muslim dan Baihaqi)

D. Lailat al qodr terjadi pada malam 17 Ramadhan, malam diturunkannya Al Qur’an. Hal ini disampaikan oleh Zaid bin Arqom, dan Abdullah bin Zubair ra. (HR. Ibnu Abi Syaibah, Baihaqi dan Bukhori dalam tarikh).

E. Lailat al qodr terjadi pada malam tanggal 21 Ramadhan, berdasarkan hadits riwayat Abi Said al Khudri yang dilaporkan oleh Bukhori dan Muslim.

F. Lailat al qodr terjadi pada malam tanggal 23 bulan Ramadhan, berdasarkan hadits riwayat Abdullah bin Unais al Juhany, seperti dilaporkan oleh Bukhori dan Muslim.

Meskipun terjadi perbedaan pendapat dari kapan turunya malam lailatul qadar tersebut, tetapi yaqinilah bahwa rahasia dan kesitimewaannya tersebut senantiasa Alloh S.W.T berikan kepada kita semua, hingga keberkahannya tersebut mampu menjadi amalan terbaik di penghujung 10 hari terakhir ramadhan.

Tanda-Tanda Lailatul Qadar berdasarkan dalil hadits di indikasikan pada keadaan Alam
Baginda Nabi Muhammad S.A.W mengkhabarkan kepada kita sebagai umatnya di beberapa sabda beliau tentang tanda-tanda lailatul qadar berdasarkan keadaan dan kejadian Alam saat itu:

A. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim).

B. Bulan nampak separuh bulatan Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata : “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim).

C. Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan), Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam:

“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

D. Udara dan suasana pagi yang tenang Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist Hasan)

Angin dalam keadaan tenang pada malam Lailatul Qodar, tidak berhembus kencang (tidak ada badai) dan tidak ada guntur. Hal ini berdasarkan hadits dari shohabat Jabir bin Abdillah sesungguhnya Rosululloh bersabda (yang artinya):

“Sesungguhnya Aku melihat Lailatul-Qodar kemudian dilupakannya, Lailatul-Qodar turun pada 10 akhir (bulan Romadlon) yaitu malam yang terang, tidak dingin dan tidak panas serta tidak turun hujan”.
(HR. Ibnu Khuzaimah no.2190 dan Ibnu Hibban no.3688 dan dishohihkan oleh keduanya).

Kemudian, hadits dari shohabat ‘Ubadah bin Shomit sesungguhnya Rosululloh bersabda (yang artinya) “Sesungguhnya alamat Lailatul-Qodar adalah malam yang cerah dan terang seakan-akan nampak didalamnya bulan bersinar terang, tetap dan tenang, tidak dingin dan tidak panas.

Haram bagi bintang-bintang melempar pada malam itu sampai waktu subuh. Sesungguhnya termasuk dari tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan tegak lurus, tidak tersebar sinarnya seperti bulan pada malam purnama, haram bagi syaithon keluar bersamanya (terbitnya matahari) pada hari itu”. (HR. Ahmad 5/324, Al-Haitsamy 3/175 dia berkata : perawinya tsiqoh).

E. Terkadang terbawa dalam mimpi Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum.

F. Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.

Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad at-Thusi al-Ghazali yang dikenal dengan sebutan Imam Al-Ghazali, beliau memberikan jawaban yang jelas dan gamblang, bahwa sebenarnya Lailatul Qadr dapat diketahui dari hari awal bulan puasa Ramadhan itu di mulai. Kemudian beliau menuturkan : “Jika awal bulan Ramadhan dimulai hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadr jatuh pada malam 29 Ramadhan.

Jika awal bulan Ramadhan hari Senin, maka ia jatuh pada malam 21 Ramadhan. Jika awal Ramadhan hari Selasa atau Jum’at, maka ia jatuh pada malam 27 Ramadhan, dan jika awal Ramadhan hari Kamis maka ia jatuh pada malam 25 Ramadhan dan jika awal Ramadhan hari Sabtu maka ia jatuh pada malam 23 Ramadhan”.(Hasyiah Jamal Ala Syarkhil Minhaj, Juz II, hal. 357).

5. Amalan di Malam Lailatul Qadar
Adapun amalan-amalan penting yang biasa di laksanakan oleh Rasullloh S.A.W sebagaimana yang di terangkan dalam sebuah Hadits :

قال أصحابَنا رحمهم الله: يُستحبّ أن يُكثِر فيها من هذا الدعاء، ويُستحبّ قراءةُ القرآن وسائر الأذكار والدعوات المستحبة في المواطن الشريفة…..قال الشافعي رحمه الله: أستحبّ أن يكون اجتهادُه في يومها كاجتهاده في ليلتها، هذا نصّه، ويستحبّ أن يُكثرَ فيها من الدعوات بمهمات المسلمين، فهذا شعار الصالحين وعباد الله العارفين.

Artinya: “Kami riwayatkan dari sanad yang shahih dalam kitab al-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan lain-lain bahwa Aisyah pernah berkata, ‘Wahai Rasulullah, andaikan aku mengetahui lailatul qadar, apa yang bagus aku baca?’ Rasulullah menjawab, ‘Bacalah Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’ (Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).”

Dan di perinci pula oleh para ulama ketika akan mengamalkan amalan-amalan yang di lakukan oleh Rasululloh S.A.W jika merujuk pada keterangan hadits di atas sebagai berikut :

A. Bangunlah Malam Hari
Rasulullah SAW bersabda,”Barang siapa yang melakukan shalat Isya’ berjamaah, seolah-olah ia berqiyam (bangun malam) di separuh malam. Dan barang siapa yang shalat shubuh berjamaah, seolah-olah ia melakukan di sepanjang malam tersebut.” (HR. Ahmad Muslim).

B. Penuh Berdzikir
Syeikh Atiyah Saqr menganjurkan, hidupkanlah malam mulia itu dengan shalat, membaca Al Qur’an, berdzikir, beristighfar, dan berdoa dari terbenam matahari hingga terbit fajar. Hidupkanlah Ramadhan dengan bershalat Tarawih di dalamnya. Berkata Aisyah r.a,”Ya Rasulullah, di waktu Lailatul Qadar apakah yang harus aku lakukan?Katakanlah, Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka pada pengampunan, maka ampunilah aku.”

C. Perbanyak dengan beragam ibadah yang di anjurkan seperti shalat malam lailatul qadar

اُصَلِىّ سُنَّةً فِى لَيْلَةُ اْلقَدْرِ اَرْبَعَ رَكَعَةٍ لِلَّهِ تَعَالَى اَللهُ اَكْبَرُ

Ushalli sunnatan fi Lailatul Qodr, Arba’a Raka’atin Mustaqbilal Qiblat, Lillahi Ta’ala, Allohu akbar..

Laksanakan seperti syarat rukun Shalat, dengan Bacaan tiap Rakaat, setelah membaca fatihah, kemudian membaca surat ikhlas 7 x atau At-Takatsur 1 x kemudian Al ikhlas 3 x atau Al-Qadr (inna anjalnahu fii lailatul Qadr, hingga Akhir surat) sebanyak 3 x.

D. Perbanyak doa, salah satunya doa yang di anjurkan oleh Rasululloh S.A.W yaitu :

يا رسول الله اذا وفيت ليلة القدر فبم ادعوا؟ قال قولى “اللهم انك عفو تحب العفو فاعف عنى”

Artiny : “Wahai Rasulullah, kalau kebetulan saya tepat pada lailatul qadar, do’a apakah yang harus saya baca? Nabi menjawab “bacalah “Allahumma Innak ‘Afuwwun Karimm Tuhibbul ‘Afwa Fa’fu ‘Anni ” Ya Allah Engkaulah maha pengampun, senang kepada ampunan, maka ampunilah aku”

Itulah makna penting yang ada pada materi khutbah, kultum ceramah di saat menjelang datangnya malam lailatul qadar, semoga kita semua bisa meraihnya dengan tingkat kesempurnaan amalan ibadah sesuai dengan yang telah di anjurkan oleh Baginda Rasululloh S.A.W di saat menjelang datangnya malam lailatul qadar tersebut, Amiin Yaa Robbal A’lamiin.