Maushul Ismi dan Maushul Harfi, Dua Bagian Penting Dari Kelanjutan Mubtada Khobar

Maushul Ismi dan Maushul Harfi, Dua Bagian Penting Dari Kelanjutan Mubtada Khobar

Almunawwar.or.id – Kelanjutan dari pembahasan penting mengenai hal-ihwal yang berhubngan dengan literasi bahasa arab adalah dengan mengetahui kedudukan suatu kalimha, terlebih khusus yang bersangkutan dengan irab yang terdapa pada lapadz yang terbilang umdah (penting).

Dimana dalam pengertian dan pengetahuan literasi ilmu bahasa arab itu tidak lepas dari dua kajian penting yaitu ilmu nahwu dan shorof. Dan dalam istilah ilmu nahwu tersebut terdapat salah satu bab yang memang sangat terbilang penting yaitu bab isim maushul (bab isim yang ada berkesinambungannya dengan kedudukan kalimah selanjutnya).

Tentu bagi mereka para pelajar terlebih bagi para santri yang mondok di pesantren, mendengar bahasan seperti ini tidak asing lagi karena sering sekali d jadikan kurikululm utama dalam pengajian, namun setidakny bisa membantu bagi mereka yang masih dalam tahap belajar dan pembelajaran.

Mengingat keterkaitan ilmu nahwu sendiri terhadap pembacaan juga pemaknaan kalimah bahasa arab itu sangat vital sekali, jadi barang siapa yang ingin menggali dan mengetahui kandungan-kandungan penting dari kalam arab (Alquran dan Al hadits), maka mempelajarinya itu hukumnya fardhu ‘ain.

Oleh sebab itulah pembahasan yang sering di ulas pada situs ini mengenai ilmu nahwu shorof dan nahwu itu kiranya bisa memberikan ilmu yang bermanfaat sehingga bisa mempermudah bagi siapa saja yang meenyimak, terlebih bagi mereka yang ingin bisa membaca dan mengartikan kajian-kajian kitab gundul (kitab kuning).

Termasuk dari pembahasan seperti kedudukan kalimah isim yang memiliki tarkiban sebagai isim maushul, dimana para ulama ahli nahwu membagi isim maushul itu menjadi dua bagian, Sebagaimana yang telah banyak di jelaskan di beberapa kitab-kitab ilmu nahwu.

1.Yang di maksud dengan Isim Maushul
Isim Maushul adalah isim yang menunjukkan pada sesuatu yang tertentu dengan perantaraan jumlah yang disebutkan sesudahnya. Jumlah tersebut dinamakan dengan Shillah. Sedangkan yang di maksud dengan shodar shilah itu adalah dlomir mahal rofa’ (yang menjadi mubtada’ yang berada pada permula’an shìlah yang kembali pada isim maushul tersebut.

Contoh : أكرم أيهم هو مجتهد

Lapadz Ay nya itu isim mausul, Lapadz Huwa nya= itu sodr silah Dan Jumlah mubtada khobar setelahnya itu silahnya.

Pembagian Isim Maushul
1. Maushul Ismi yaitu isim yang membutuhkan shillah dan ‘aid. Macam dari maushul ismi atau isim maushul ada dua, yaitu Isim Maushul Khas dan Isim Maushul Musytarak.

a. Isim Maushul Khas
Adalah isim maushul yang dimufradkan, ditatsniyyahkan, dijama’kan, dimudzakarkan dan dimu’annatskan sesuai dengan kebutuhan kalam, yaitu (اَلَّذِي) yang digunakan untuk mufrad mudzakar, (اَللَّذَانِ) dan (اَللَّذَيْنِ) untuk tatsniyyah mudzakar, (اَلَّذِيْنَ) untuk jama’ mudzakar berakal, (اَلَّتِي) untuk mufradah mu’annatsah, (اَللَّتاَنِ) dan (اَللَّتَيْنِ) untuk tatsniyyah mu’annats, (اَللاَّتِي), (اَللَّوَاتِبي) dan (اَللاَّئِي) untuk jama’ mu’annats, dan (الأُلَى) untuk jama’ secara mutlak, artinya baik mudzakar atau mu’annats, berakal atau tidak berakal.

Contohnya adalah (يُفْلِحُ الَّذِي يَجْتَهِدُ), (يُفْلِحُ اللَّذَانِ يَجْتَهِداَنِ), (يُفْلِحُ الَّذِيْنَ يَجْتَهِدُونَ), (تُفْلِحُ الَّتِي تَجْتَهِدُ), (تُفْلِحُ اللَّتاَنِ تَجْتَهِداَنِ), (تُفْلِحُ اللَّاتِي اَوِ اللَّوَاتِي اَوِ اللاَّئِي يَجْتَهِدْنَ), (تُفْلِحُ الْأُلَى يَجْتَهِدْنَ), (يُفْلِحُ الْأُلَى يَجْتَهِدُونَ), dan (اقْرَأْ مِنَ الْكُتُبِ الْأُلَى تَنْفَعُ).

(اَللَّذَانِ) dan (اَللَّتاَنِ) digunakan pada saat rafa’, seperti (جَاءَ اللَّذَانِ سَافَراَ) dan (جَاءَ اللَّتاَنِ سَافَرَتاَ), (الَلَّذَيْنِ) dan (اَللَّتاَنِ) digunakan pada saat nashab dan jer, seperti (اَكْرَمْتُ اللَّذَيْنِ اجْتَهَداَ), (اَكْرَمْتُ اللَّتَيْنِ اجْتَهَدَتاَ), (اَحْسَنْتُ اِلَى اللَّذَيْنِ تَعَلَّماَ) dam (اَحْسَنْتُ اللَّتَيْنِ تَعَلَّمَتاَ). Kedua lafal tersebut pada saat rafa’ dimabnikan alif, dan pada saat nashab dan jer dimabnikan ya’. Keduanya tidaklah mu’rab dengan alif ketika rafa’, atau dengan ya’ ketika nashab dan jer, seperti isim tatsniyyah, karena isim maushul adalah mabni bukan mu’rab. Namun ada sebagian ulama’ yang memu’rabkannya seperti i’rabnya isim tatsniyyah, dan pendapat itu tidaklah jauh dari kebenaran.

b. Isim Maushul Musytarak
Adalah isim maushul yang menggunakan satu lafal untuk semuanya, sehingga dalam isim maushul tersebut mufrad, tatsniyyah, jama’, mudzakar dan mu’annats dengan menggunakan satu lafal, yaitu (مَنْ), (ماَ), (ذَا), (اَيُّ) dan (ذُو),

akan tetapi (مَنْ) untuk yang berakal dan (ماَ) untuk yang tidak berakal.

Adapun (ذَا), (اَيُّ) dan (ذُو) bisa untuk yang berakal dan yang lainnya, seperti (نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدَ), (نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدَتْ), (نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدَا), (نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدَتاَ), (نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدُوْا), (نَجَحَ مَنِ اجْتَهَدْنَ), (اِرْكَبْ مَا شِئْتَ مِنَ الْخَيْلِ), dan (اقْرَأْ مِنَ الْكُتُبِ مَا يُفِيْدُكَ نَفْعاً).

2. Maushul Harfi adalah lafal yang hanya membutuhkan pada shillah saja dan tidak membutuhkan pada ‘aid, dan lafal itu beserta shillahnya dita’wil dengan masdar.

Maushul harfi hanya terdapat dalam lima huruf, seperti yang telah dikumpulkan oleh imam Syihab al-Sandubi, yaitu (اَنْ), seperti (وَ اَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ) dengan penakdiran (صِيَامُكُمْ), (اَنَّ), seperti (اَوَلَمْ يَكْفِيْهِمْ اَناَّ اَنْزَلْناَهُ) dengan penakdiran (اِنْزَالُناَ اِيَّاهُ), (كَيْ), seperti (جِئْتُ لِكَيْ تُكْرِمَ زَيْداً) dengan penakdiran (لِإِكْرَامِكَ), (ماَ), seperti (لاَ اَصْحَبُكَ مَا دُمْتَ مُنْطَلِقاً) dengan penakdiran (مُدَّةَ دَوَامِكَ), dan (لَوْ), seperti (يَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَلْفَ سَنَةٍ).

Dari penjelasan tadi sehingga bisa di tarik kesimpulan ta’rif antara isim masuhul ismi dan isim maushul harfi dengan penyurahan yang di ambil dari beberapa kajian

Definisi mausul harfi/haraf mausul ialah

ما يحتاج إلی صلة فقط

Artinya : “Isim maushul harfi adalah isim maushul yang hanya membutuhkan shilah saja”.

Definisi mausul ismi/isim mausul ialah

ما يحتاج إلی صلة وعائد

Artinya : “Isim maushul ismi adalah isim maushul yang membutuhkan shilah dan ‘a_id

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com