Memahami Lebih Makna Metode Pembentukan Framework Dan Worldview Islami

Memahami Lebih Makna Metode Pembentukan Framework Dan Worldview Islami

Almunawwar.or.id – Adalah sebuah pemikiran lebih pasti tentang bagaimana cara menjadikan agama itu sebagai pedoman yang di terapkan di semua sisi kehidupan, meskipun dalam hal ini masih lebih awam orang mengartikan sebagai pola perubahan dan kesimbangan hidup dan kehidupan.

Dari pengertian yang sesungguhnya itu maka melahirkan berbagai macam pemahaman yang justru dengan pola pikir dan pemahaman tersebut mengakibatkan salah penafsiran ataupun bahkan penyesatan sebagaimana yang terjadi saat ini jika tidak di barengi dengan rujukan sumber pasti nya yakni Alquran dan Alhadits.

Atau bahkan dengan pola pemkiran tersebut yang mencampurkan apa yang di kiranya mudah dan sesuai dengan gaya dan kebutuhan hidup bisa melahirkan sebuah penyesatan umat yang membahayakan, untuk itulah kajian ilmiah mengenai metode framework dan worldview secara islami penting kiranya untuk di pahami lebih pasti.

Disebut demikian karena memang dengan sistem dan pola dari keduanya tersebut mampu ruang pemkiran dan pola pedoman kehidupan yang terbuka bagi umat, sekaligus menjadi cara kinerja dari pola pemahaman tersebut yang di sesuaikan dengan apa yang cocok dengan jalan hidupnya. Sebagaimana ulasan singkat berikut ini akan pentingnya mengenal sistem framework dan worlview islami berdasarkan fakta dan realita saat ini.

“Satu aliran pemikiran yg telah lahir dr masayarkat islam abad pertengahan(+1248 M.), berniat baik demi menyucikan ajaran dan amalan islam dr khurafat dan bid’ah telah menimbulkan satu akibat sampingan yg telah mengikis konsep dan amalan mutawatir.

Aliran ini di dukung kajian positif tentang ‘isnaad’ dalam menilai hadits telah mengakibatkan berlakunya kekeliruan akan kedudukan hakiki sebilangan besar dari para ulama besar dan ahli sufi yg berkaliber dan semua murid-murid dan pengikut mereka,karena kononnya mereka menggunakan hadits-hadits lemah dalam menguraikan ajaran-ajaran metafisika, akhlak dan kerohanian yang telah berperan penting dalam penyebaran dan pengukuhan islam di berbagai tempat. Padahal,mereka juga para pakar hadits.

Bagi mereka yang secara ilmiah dan akhlaaqiah diyakini amat berwibawa, hadits-hadits tersebut di terima melalui ‘tradisi mutawaatir’,dari guru2 mereka secara terus menerus yang mereka kenali selama ber-tahun-tahun itu adalah lebih meyakinkan bagi mereka dibandingkan teknik para muhaddits lainnya.

Hal lain yang terjadi adalah banyaknya cendekiawan muslim dari berbgai latar belakang yang memuji habis orang-orang non muslim dan lainnya, Tetapi malah mengkritik Al-Syfi’i, Al-Asy’ari, Al-Ghazali ulama besar lainnya. Bahkan terkadang mencampur adukkan fiqih sosial dengan faham sosialis yang jelas-jelas berbeda.

Kini malah ada Muslimah berjilbab, tapi protes mengapa Tuhan begitu maskulin. Muslimah berjilbab, tapi dengan berani dia menyatakan “saat di dunia atau urusan duniawi tidak ada kaitannya dengan akhirat”. Muslim atau muslimah tapi Worldview dan framework berfikirnya tidak mencerminkan worldview yang Islami.

Inilah makna yang sesungguhnya dari apa yang harus di pahami tentang bagaimana kita bisa menerapkan pola pikir islam tersebut dalam kehidupan sehari-hari yang tentunya tidak lepas dari pola yang sudah di rintis terlebih dahulu oleh para ulama-ulama shalafusholih.

Wallohu A’lamu Bishowaab.
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id