Memahami Tiga Tingkatan Ketulusan Dari Definisi, Hakikat Dan Ciri-Ciri Ikhlas

Memahami Tiga Tingkatan Ketulusan Dari Definisi, Hakikat Dan Ciri-Ciri Ikhlas

Almunawwar.or.id – Hal yang paling di utamakan dan harus di perhatikan dalam melaksanakan sebuah amalan ibadah adalah adanya keikhlasan yang tertanam dalam diri dan hati sebagai pelupuk awal dari adanya keinginan untuk bisa berbuat dan beramal sholeh.

Karena sejatinya puncak dari sebuah hasil amal ibadah itu tergantung sejauh mana tingkat keikhlasan yang ada dalam dirinya, Bukan seberapa besar dan maksimal sebuah amalan yang telah di tempuh dan di jalani oleh seseorang, sebab tiada artinya jika tidak di barengi dengan ketulusan dan keikhlasan dalam diri.

Hal inilah rupanya yang perlu di cermati secara seksama tentang bagaimana kita bisa memanagemen hati sebagai pusat dari sebuah amalan ibadah, dengan hakikat sebuah keikhlasan yang kelak nantinya akan menjadi keistimewaan yang sungguh luar biasa di balik tujuan dari pada amal perbuatan.

Dengan keikhlasan pula meskipun tidak mencapai apa yang di cita-citakan itu tidak akan membuat hati merasa kecewa apalagi sampai dengan putus asa, karena tiada yang di tuju melainkan dari semua bentuk amalan yang di lakukannya itu di barengi dan di niati dengan ikhlas.

Meskipun secara real itu sulit untuk di lakukan dan di aplikasikan ke dalam bentuk semua amal perbuatan, namun setidaknya memahami akan hakikat sebuah keikhlasan itu akan memberikan kesadaran yang begitu tinggi bahwa amalan tiada berarti apabila tidak di barengi iklhas di hati.

Lalu bagaimana sesunnguhnya batasan atau definisi dari ikhlas itu sendiri? Berikut uraian mengani hal-hal yang berhubungan dengan sebuah keikhlasan. Sebagaimana yang telah banyak di riwayatkan dari keterangan-keterang al hadits dan qaul Ulama.

وعن ذي النون المصري رحمه الله قال: ثلاثٌ من علامات الإِخلاص: استواءُ المدح والذمّ من العامَّة، ونسيانُ رؤية الأعمال في الأعمال، واقتضاءُ ثواب العمل في الآخرة.

Dzun Nun al-Mishri rahimahu Allah berkata : Tiga diantara tanda-tanda ikhlas adalah samanya antara di puji dan di cela dari orang-orang ‘awam , lupa melihat amal itu termasuk amal , terpenuhinya pahala amalnya di akherat

Dari keterangan tersebut tentunya bisa di ketahui secara seksama tetnag hakikat dari pada sebuah nilai keikhlasan seseorang, baik untuk dirinya maupun ketika harus berinteraksi dengan orang lain yang pada realitanya itu merupakan bentuk dari pada tingkat keikhlasannya.

Bahkan para Ulama berpendapat bahwa “Tanda-tanda ikhlas yaitu keseimbangan puji dan cela.melupakan amal setelah melakukan amal yg dikerjakannya,menyembunyikan sesuatu ketaatan yg mungkin untuk disembunyikan.

Hal ini sebagaimana yang telah banyak di riwayatkan dari beberapa keterangan, salah satunya adalah

وقال السيد الجليل أبو محمد سهل بن عبد الله التُستَريُّ رحمه الله: نظر الأكياسُ في تفسير الإِخلاص فلم يجدوا غير هذا: أن تكون حركتُه وسكونه في سره وعلانيته الله تعالى، لا يُمازجه نَفسٌ ولا هوىً ولا دنيا.

As-Sayyid al-Jalil Abu Muhammad Sahl bin ‘Abdullah at-Tustariy rahimahu Allah berkata : Orang -orang cerdas melakukan nadzor/berfikir dalam menafsiri ikhlash maka mereka tidak menemukan kecuali tafsir ini “Ikhlash adalah adanya gerakan dan diam , baik di saat sendirian atau di tempat keramaian hanya karena Allah ta’ala , tanpa tercampuri nafsu , keinginan dan dosa

Tingakatan Keikhlasan
1. Ikhlas tingkat tinggi, ialah melakukan perbuatan hanya karena Allah sebagai bentuk dari mengikuti perintahNya dan memberikan hak sesembahanNya.

2. Ikhlas tingkat tengah, ialah melakukan perbuatan demi untuk meraih pahala akhirat, seperti mengharap surga dan takut akan neraka Allah.

3. Ikhlas tingkat bawah, ialah melakukan perbuatan untuk meraih kemuliaan di dunia dan agar selamat dari pancabaya dunia.

Dan selain daripada itu namanya riya`. Sedangkan mengenai ciri-ciri ikhlas, seperti yg dituturkan oleh Imam Ghazali, adalah (keadaan) ide atau pikiran yg gemar dan senang untuk melakukan perbuatan dalam keadaan sepi sebagaimana kegemaran yg ada dalam keadaan ramai dan hadirnya orang lain tidak menjadi sebab timbulnya ide atau pikiran tersebut.

Tanda-Tanda Keikhlasan
1. Menganggap pujian dan celaan sama. Seseorang yang betul-betul ikhlas akan bersikap sama ketika menerima pujian atau pun celaan. Ia tidak akan terpengaruh karena dua hal tersebut. Baginya, apapun yang dilakukan adalah karena dan untuk Allah.

2. Melupakan amal baik. Suatu ketika Gus Dur pernah ditanya tentang makna ikhlas. Menurut Gus Dur, ikhlas adalah seseorang bekerja untuk orang lain dan telah memberikan kesenangan kepada mereka, namun seseorang tersebut telah lupa dan tak pernah ingat telah melakukannya. Itu lah tanda seseorang ikhlas. Ia tidak pernah ingat tentang apa yang telah dikerjakannya.

3. Melupakan hak amal baiknya untuk memperoleh pahala di akhirat. Tidak lain, orang yang ikhlas adalah orang yang hanya menginginkan pahala amal di akhirat, bukan di dunia. Ia tidak pernah mengharapkan imbalan atau balasan amal baiknya di dunia ini.

Definisi Ikhlas
Ikhlash adalah Menjaga dari lirikan makhluk, sedangkan ash-shidqu adalah bersih dari taat kepada nafsu , maka orang yang ikhlas tidak riya’ sedangkan orang yang sidqu tidak kagum pada diri sendiri.

Itulah sejatinya sebuah haikat keikhlasan yang merupakan nyawa bagi amal perbuatan, “Amal bagaikan sosok yang tegak (tanpa nyawa), dan nyawa-nya adalah keikhlasan yang berada di dalamnya,” kata Syekh Ibnu Athaillah.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com
nu.or.id