Mencari Tahu Alasan Sulit Melaksanakan Shalat Tahajud Dengan Trik Memudahkannya

Mencari Tahu Alasan Sulit Melaksanakan Shalat Tahajud Dengan Trik Memudahkannya

Almunawwar.or.id – Ibadah shalat itu memang sangat begitu istimewa dan berarti bai setiap seorang muslim yang mengerjakannya, Sehingga kapasitas untuk meriah nikmatnya beribadah itu bisa dirasakan dan di temukan ketika pengamalan shalat tersebut di lakukan.

Dan menariknya kesempurnaan dari ketenangan hati bisa di temukan tidak hanya dalam shalat fardhu saja, akan tetapi semua unsur yang bernilai ibadah termasuk dari shalat sunnat itu akan mampu memberikan rasa nikmat yang luar biasa saat hati mampu bertawajuh kepada Alloh S.W.T.

Salah satunya dengan shalat tahajjud yang memang sangat berat dan sulit untuk bisa melaksanakannya apalagi mampu mendawamkannya setiap malam, Dimana di balik pelaksanaannya tersebut ada makna yang jauh lebih berarti lagi yang bisa di rasakan oleh kemantapan dan ketenangan jiwa.

Oleh sebab itulah mengapa perintah untuk bisa mengamalkan shalat tahajjud tersebut sangatlah di anjurkan bagi setiap umat muslim, karena terdapat rahasia tertentu dalam meraih derajat yang mulia dan mampu menggapai sebuah maqom (tempat) yang sangat terfuji di hadapanNya.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Artinya : “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.”

Menyimak akan fadhilah dan keutamaan di balik pelaksanaan ibadah shaat tahajud itu tentunya sangatlah teristimewa untuk lebih memberikan tentang bagaimana indahnya bisa meraih sebuah maqom yang begitu mulia di pandangan Alloh S.W.T.

Namun tentunya sangat sulit untuk bisa menggapai maqom tersebut selain memiliki keinginan dan niat yang kuat untuk bisa melaksanakannya, Sehingga tiada pemberdayaan pasti selain mampu mawas diri dan mengingat kembali apa saja yang membuat hati tertutup dan jauh untuk bisa melaksanakan shalat tahajjud.

Nah dalam hal ini seorang Hujjatul Islam Imamuna Al Ghazali berkata : “Ketahuilah bahwa qiyamul lail itu sulit kecuali bagi orang yang telah di tolong untuk melakukan qiyamul lail dengan syarat-syarat yang memudahnya, melakukan qiyamul lail secara dhohir dan bathin.

Syarat-syarat Memudahkan Shalat Tahajjud Secara dhohir:
1. Tidak memperbanyak makan yang bisa menyebabkan banyak minum dan banyak tidur jadinya berat untuk bangun malam.
2. Tidak memayahkan dirinya disiang hari dengan pekerjaan yang melemahkan tubuh karena hal itu juga menyebabkan mudah tidur.
3. Tidak meninggalkan qoilulah di siang hari karena qoilulah adalah sunnah yang bisa menolong qiyamul lail.
4. Tidak melakukan dosa di siang hari karena melakukan dosa bisa mengkeraskan hati dan bisa menghalang-halangi antara dia dengan sebab-sebab rahmat.

Syarat-syarat Memudahkan Shalat Tahajjud Secara Bathin:
1. Selamatnya hati dari rasa iri terhadap muslimin, bid’ah dan dari kelebihan urusan dunia yang menjadikannya bercita-cita menghabiskan waktunya untuk mengurusi dunia, hal ini menyebabkan sulit untuk qiyamul lail dan kalaupun bisa qiyamul lail maka tidak berfikir tentang qiyamul lailnya malahan yang difikir dalam qiyamul lailnya adalah urusan dunia.
2. Perasaan takut yang sangat beserta memperpendek angan-angan, karena jika seseorang berfikir tentang hiruk pikuk akherat dan tingkatan neraka maka dia sulit untuk tidur dan besar rasa takutnya.
3. Mengetahui keutaman-keutamaan qiyamul lail dengan mendengarkan ayat-ayat, hadits-hadits dan atsar tentang qiyamul lail hingga menjadi tetap harapan dan kerinduannya pada pahalanya dan bisa membangkitkan rasa rindu untuk mencari tambahan dan kecintaan pada derajat di syurga.
4. Cinta kepada Allah dan kuatnya keimanan bahwa dalam qiyamul lail dia tidaklah berbicara dengan satu huruf kecuali dia sedang bermunajat/berbisik dengan Rabbnya dan Dia memperhatikan hamba-Nya serta melihat apa yang terbersit di dalam hatinya, apa yang terbersit di dalam hatinya adalah dari Allah ta’ala dengan khitob bersamanya .

Ingatlah “Ketika seseorang cinta kepada Allah ta’ala maka dia akan suka menyendiri tanpa ada keraguan, dan akan merasa nikmat dengan bermunajat, oleh karena itulah nikmatnya bermunajat dengan sang kekasih menjadikannya kuat qiyamul lail dalam waktu yang lama”.

Dan rasa ketenangan dan kemantapan jiwa di balik penyendirian tersebut akan mampu menghantarkan dirinya seolah mampu berkomunikasi dengan sang khalik lewat mediasi yang berjalan pada ketetapan dan kemantapan jiwa selama proses penyempurnaan ibadah itu berlangsung.

Dari nilai inilah senantiasa pengokohan dan pemantapan jiwa tersebut seoalh akan jauh lebih memberdayakan pasti tentang bagaimana sebuah kenikmatan dalam beribadah itu akan jauh lebih di rasakan lagi, sesuai dengan apa yang di berikan oleh Alloh S.W.T sebagai karunia terindah dalam hidup seorang hambanya.

Dan tentu sangat di perlukan sekali evaluasi dan intropeksi diri untuk bisa merealiasikan apa yang menjaid sebuah anjuran dan larangan begitu pula dari keafdhalan sebuah amalan yang sangat di anjurkan untuk di laksanakan seperti shalat tahajjud tersebut.

Penyebab Sulitnya Untuk Melaksanakan Sholat Tahajjud:
1. Menganggap penting urusan dunia dan lalai hiruk pikuk akherat.
2. Sibuk berbicara tentang dunia dan berbicara yang tidak berguna bahkan batil dan banyak gaduh.
3. Memayahkan anggota tubuh dengan pekerjaan yang berat di siang hari.
4. Kebanyakan makan sehingga mudah tidur.

Sebab-sebab Mudahnya untuk melaksanakan Sholat Tahajjud:
1. Tajdidul wudhu’ / selalu memperbaharui wudhu’.
2. Berdzikir sebelum matahari tenggelam, termasuk diantaranya adalah membaca tasbih.
As Suhrawardi berkata : hendaknya diantara siang dan malam membaca tasbih berikut ini 100 kali :

سبحان الله العلي الديان سبحان الله الشديد الأركان سبحان من يذهب بالليل ويأتي بالنهار سبحان من لا يشغله شأن عن شأن سبحان الله الحنان المنان سبحان الله المسبح في كل مكان

Latin : “Subhaana’llaahi’l ‘aliyyi’d dayyaan, subhaa-na’llaahisy syadiidi’l arkaan, subhaanaman yadzhabu bi’l-lail, wa ya’tii bi’nna-haar, subhaana man laa yusy-ghiluhuu sya’nun ‘an sya’n, subhaana’llahil han-naanil mannaan, subhaana’llaahi’l musabbahi fi ku’lli makaan”.

Artinya : “Mahasuci Allah yang mahatinggi, lagi yang mahaperkasa, mahasuci Allah, yang maha kokoh sendi-sendi ciptaanNya, mahasuci yang pergi dengan malam dan datang dengan siang, mahasuci yang tidak disibukkan oleh suatu keadaan dari keadaan. Mahasuci Allah, yang mahapenyantun, yang melimpah-limpah ni’matNya. Mahasuci Allah yang dipujikan di seluruh tempat”.

Barang siapa membaca tasbih tersebut seratus kali maka tidak akan wafat hingga dia melihat tempatnya di syurga.
3. Beribadah di antara maghrib dan isya’’.
4. Tidak berbicara setelah melakukan ibadah itu.

Semoga kita senantiasa mampu memerangi apa yang membuat kita sulit untuk bisa shalat tahajjud dan mampu menghantarkannya sebagai sarana tepat untuk menunjukankualitas penghambaan diri seorang manusia yang medpat tempat paling istimewa di hadapan Alloh S.W.T.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com