Mengapa Nuzulul Quran di Peringati 17 Ramadhan? Berikut Uraian Dari Penjelasannya

Mengapa Nuzulul Quran di Peringati 17 Ramadhan? Berikut Uraian Dari Penjelasannya

Almunawwar.or.id – Sudah lumrah bagi umat islam yang ada di indonesia khususnya dalam memperingati malam di turunkannya Al quran atau malam nuzulul quran itu di peringati setiap ntanggal 17 ramadhan, berebda halnya dengan peringatan yang dilakukan oleh orang arab dan sekitarnya.

Dimana peringatan malam nuzulul quran yang dilaksanakan di arab itu tepatnya pada malam tanggal 27 ramadhan sekaligus bisa meraih salah satu keistimewaan yang terdapat pada malam lailatul qadar. Dimana keduanya tersebut merupakan peristiwa penting yang teramat sangat isitmewa di bulan ramadhan.

Dan tentunya meskipun sudah lumrah di laksanakan oleh segenap umat isalm di bumi pertiwi, akan tetapi tidak ada salahnya untuk mengetahui lebih lanjut dan lebih jelas tentang perbedaan dari penetapan sekaligus peringatan malam nuzulul quran tersebut.

Sehingga meskipun ada perbedaan namun itu justru mempunyai hikmah dan alasan tertentu yang bersambung dengan peringatan tersebut. Lalu apa jawaban dan ulasan tentang perbedaan itu? Berikut uraian penjelasannya.

penjelasan KH M. Ishaq Isfiroyini, salah seorang tokoh NU seperti yang dilansir dari nu.or.id.

“Para ulama Arab sepakat, al-Qur’an turun pada tanggal 27 Ramadhan bertepatan dengan malam seribu bulan, lailatul qodar,” jelasnya saat memberikan taushiyah dalam acara peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan oleh pimpinan ranting IPNU IPPNU Kranji, Kedungwuni.

Ishaq Isfiroyini menjelaskan mengenai kata “anzalna” dan “nazzala” (kami menurunkan) dalam al-Qur’an memberikan pemahaman bahwa pada malam 27 Ramadhan, Allah menurunkan ayat untuk pertama kali yang berbunyi “Iqra’…” (Surat al-Alaq) kepada Nabi Muhammad SAW.

Sementara malam 17 Ramadhan dipahami sebagian ulama sebagai saat-saat di mana Nabi Muhammad SAW menyebarkan al-Qur’an kepada umatnya kala itu.

Bagaimana dengan peringatan Nuzulul Qur’an di Indonesia? Ia bercerita, mengapa di Indonesia nuzulul qur’an lebih familiar diadakan pada malam 17 Ramadhan?

“Itu kurang lebih karena dulu ketika Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia untuk pertama kalinya, bertepatan pada hari Jum’at tanggal 17 Ramadhan, atas saran Buya Hamka, presiden pertama Indonesia ini menggelar acara peringatan Nuzulul Qur’an sebagai rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia,” ungkap KH Isfiroyini.

Terlepas dari perbedaan itu, ia tetap mengajak umat Islam untuk mencintai dan mengamalkan al-Qur’an serta menyongsong Lailatul Qadar.

“Mari kita tingkatkan ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini, khususnya pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29 Ramadhan. Semoga kita semua mendapatkan keutamaan Lailatu Qadar.”

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
nu.or.id