Mengkaji Lebih Luas Dari Pemaknaan Lima Hak Asasi Manusia Dalam Islam

Mengkaji Lebih Luas Dari Pemaknaan Lima Hak Asasi Manusia Dalam Islam

Almunawwar.or.id – Manusia sebagai mahkluq sosial tentu tidak akan bisa lepas dari segi norma-norma kehidupam baik secara pribdai maupun ketika harus berinteraksi sosial dengan yang lainnya, termasuk dalam urusan hak-hak asasi seorang manusia yang memang selama ini masih ada perbedaan dari segi pemaknaannya itu.

Sehingga dari hal tersebut tentu akan jauh lebih bersyarat dan bermakna lagi apabila sesuai dengan apa yang di gariskan oleh Alquran dan Assunah sebagai sumber dari pada segala hukuk yang mengurus semua tatanan hidup dan kehidupan ini.

Dalam hal ini manusia mempunyai hak dan pegangan hidup yang terlahir dari segi hakikatnya sebagai mahluq yang di percaya untuk menjadi khalifah di muka bumi, sehingga sangat di butuhkan sekali pemahaman penting mengenai arti dari pada hak asasinya yang di tinjau dari segi agama islam tentunya.

Atau yang dalam istilahnya itu di sebut (al-huquq al-insaniyyah fil islam), dimana secara tinjuan dari segi hukum agama sebagaimana yang telah di mufakati oleh para Ulama Nahdliyyah pada beberapa waktu lalu, bahwa terdapat lima prinsip dasar (al-huquq al-insaniyyah) di atas sangatlah relevan dan bahkan seiring dengan prinsip-prinsip hak-hak asasi manusia (HAM).

Di samping itu, Islam sebagai agama tauhid, datang untuk menegakkan kalimat Lâ ilâha illallâh, tiada Tuhan selain Allah. Suatu keyakinan (aqidah) yang secara transendental, dengan menisbikan tuntutan ketaatan kepada segenap kekuasaan duniawi serta segala perbudakan manusia dengan berbagai macam jenis kelamin, status sosial, warna kulit dan lain sebagainya. Keyakinan semacam ini jelas memberikan kesuburan bagi tumbuhnya penegakan HAM melalui suatu kekuasaan yang demokratis.

Karena Islam merupakan ajaran yang menempatkan manusia pada posisi yang sangat tinggi. Bahkan al-Qur’an menjamin adanya hak pemuliaan dan pengutamaan manusia. Firman Allah SWT:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Artinya : “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. al-Isra’: 70).

Adapun kajian mengenai kelima hak asasi tersebut secara kaffah di tinjau berdasarkan pemahaman ayat di atas itu terdapat lima hak yang ada di setiap pribadi seorang manusia, dan kelima hak tersebut meliputi :

Hifdhud din
Yaitu memberikan jaminan hak kepada umat Islam untuk memelihara agama dan keyakinannya (al-din). Sementara itu Islam juga menjamin sepenuhnya atas identitas (kelompok) agama yang bersifat lintas etnis, oleh karena itu Islam menjamin kebebasan beragama, dan larangan adanya pemaksaan agama yang satu dengan agama lainnya.

Hifdhun nafs wal ’irdh
Yaitu memberikan jaminan hak atas setiap jiwa (nyawa) manusia, untuk tumbuh dan berkembang secara layak. Dalam hal ini Islam menuntut adanya keadilan, pemenuhan kebutuhan dasar (hak atas penghidupan) pekerjaan, hak kemerdekaan, dan keselamatan, bebas dari penganiayaan dan kesewenang-wenangan.

Hifdhul ‘aql
Adalah adanya suatu jaminan atas kebebasan berekspresi, kebebasan mimbar, kebebasan mengeluarkan opini, melakukan penelitian dan berbagai aktivitas ilmiah. Dalam hal ini Islam melarang terjadinya perusakan akal dalam bentuk penyiksaan, penggunaan ekstasi, minuman keras dan lain-lain.

Hifdhun nasl
Yang merupakan jaminan atas kehidupan privasi setiap individu, perlindungan atas profesi (pekerjaan), jaminan masa depan keturunan dan generasi penerus yang lebih baik dan berkualitas. Free sex, zinah menurut syara’, homoseksual, adalah perbuatan yang dilarang karena bertentangan dengan hifdh al-nasl.

Hifdhul mâl
Yang dimaksudkan sebagai jaminan atas pemilikan harta benda, properti dan lain-lain. Dan larangan adanya tindakan mengambil hak dari harta orang lain, seperti mencuri, korupsi, monopoli, oligopoli, monopsoni dan lain-lain.

Itulah beberapa makalah penting mengenai keduduka seorang manusia jika melihat dari segi dan aspek hak asasinya itu, sebagaimana yang tertuang dalam hasil mufakat para ulama beberapa waktu lalu.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id