Mengulas Makna Syaiun Lillahi Setelah Bacaan Al fatihah Dalam Tawassul

Mengulas Makna Syaiun Lillahi Setelah Bacaan Al fatihah Dalam Tawassul

Almunawwar.or.id – Pada dasarnya penting seklai mengetahui arti dan tujuan sebuah lapadz ataupun kalimah yang biasa sering di amalkan ataupun di bacakan oleh kita, agar senantiasa maksud dari pada tujuan di amalkannya bcaan tersebut lebih mengarah lagi pada tujuan yang haqiqi.

Termasuk salah satu di antaranya mengetahui arti dan makna lapadz “Syaiun” (perkara) yang sering di jumpai setelah membacakan Al fatihah saat bertawassul, dan tentunya ini layak untuk di bahas dengan tujuan pemaknaan dari lapadz tersebut bisa lebih di mengerti haqiqat tujuannya.

Sebagaimana yang saat ini banyak sekali di terangkan di dalam kitab nahwu dan shorof di berbagai pesantren, terutama dalam kajian pesantren salafi yang tetap menjadikan kitab kuning sebagai salah satu kajian pentingnya. Nah berikut ini penjelasan mengenai makna “Syaiun” yang di maksud.

Dalam kitab Qurrah al-‘Ain Bi Fataawa as-Syaikh Isma’iil az-Zain Halaman 211 disebutkan :

معني قول بعض الناس عفب الدعاء شئ لله لهم الفاتحة… و معني شئ لله مطلوبنا ومقصودنا شئ لله اي يستمد لوجه الله ابتغاء واستمدادا لا لغيره ولا من غيره ففيها اعتراف بان الذي يسوق المطالب ويحقق المأرب هو الله تعالي الخ

Artinya : “Dan makna syaiun lillaahi adalah tujuan dan kehendak kami sesuatu dari Allah artinya ia memohon pada Dzat Allah dengan mengharap ridho dan bantuan hanya dari Allah, tidak pada dan dari selain Allah, didalamnya mengandung pengakuan bahwa yang merealisasikan keinginan-keinginan dan mewujudkan kebutuhan-kebutuhannya adalah Allah Ta’ala semata”.

Sejatinya adalah tujuan dari pada ungkapan “Syaiun” tersebut adalah pengakuan seorang hamba bahwa yang merealisasikan segala keinginannya hanyalah Allah Ta’ala dengan bertawassul ataupun berhadiah kepada orang-orang yang dekat pada Alloh S.W.T seperti para rasul, nabi, wali dan para mukmin sholih.

Bahkan bisa di katakan sebagai salah satu pemaknaan dari pada keterangan yang tertulis dalam Alquran surat Almaidah ayat 35 yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

Dari ayat tersebut tentu perlu pencermatan secara pasti dari lapadz “Ibtaghu Ilahil Washilah” (carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya), dan menurut para ulama salah satu dari pemaknaan tersebut adalah dengan cara kita bertawassul kepada orang-orang yang dekat pada Alloh S.W.T.

Tentu tujuan haqiqatnya itu adalah Alloh S.W.T, hanya sebagai seorang muslim yang begitu dhoif, kotor dan tentunya banyak dosa tentu sangat membutuhkan sebuah perantara yang bisa menyampaikan hal dan tujuan tersebut kepadanYA. salah satunya dengan bertawassul itu.

Ibarat seorang yang akan melewati sebuah sungai dengan air yang deras namun tidak ada jembatan untuk melaluinya untuk sampai pada tujuan, nah jembatan tersebut merupakan sebuah washilah (perantara) yang bisa menyampaikan seseorang pada tujuan tersebut.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com