Menuju 1 Abad NU “Membangun Kemandirian Warga Untuk Perdamaian Dunia”

Menuju 1 Abad NU Membangun Kemandirian Warga Untuk Perdamaian Dunia

Almunawwar.or.id – NU sebagai salah satu organisasi keagamaan dan kemasyarakatan terbesar di Indonesia turut andil besar dalam memperjuangkan hak-hak umum baik di masa lampau maupun saat sekarang ini. Lahirnya wadah seperti NU ini adalah bukti nyata dari perjuangan dan pengabdian umat terhadap bangsa dan negara yang berlandaskan semangat dan nilai juang kemandirian dan keteguhan dari revolusi jihad sebagai cikal bakal lahirnya para pembela negara.

Perjuangan yang begitu besar sekali dari umat Islam tentunya tidak hanya bersifat kultural semata akan tetapi NU memberikan sebuah gagasan penting terhadap lahirnya respon dari semua kalangan terutama dalam soal respon budi daya, sosial, agama untuk menuju jalan rahmatan lil’alamiin. Meski banyak lahirnya perbedaan, namun itu menjadi semua langkah pasti dalam mewujudkan masyarakat yang moderat dan madani untuk Indonesia di hari ini dan nanti.

Terlebih dari itu peranan NU dan warga Nahdliyyah bagi kemajuan pengabdian berbangsa dan bernegara sangatlah berperan aktif bahkan signifikan sekali terhadap sisi kemajuan Islam secara global. Lewat kemandirian berdakwah yang mauidotul hasanah yang bisa di terima oleh semua kalangan tidak hanya bagi umat Islam saja namun kenyamanan dan keamanan bisa di rasakan bagi mereka yang bukan Islam atau non muslim.

Termasuk dalam peranan globalnya, NU selalu hadir dalam memberikan ruang dan waktu serta kearifan dalam berfikir untuk menciptakan sebuah suasanan persaudaraan yang tubuh dan lahir dari kesadaran dan kejernihan dalam berpikir atau menuangkan ide dan pemikiran tersebut dalam memberikan upaya perdamaian dunia. Dan inilah salah satu nilai syiar yang senantiasa di anut oleh NU sebagaimana begitu pesatnya nama NU di beberapa negara dunia.

Hal ini tentunya membuktikan bahwasannya perbedaan bukan menjadi sebuah permasalahan, akan tetapi dengan adanya perbedaan semuanya menjadi indah sebagaimana indahnya pelangi karena warnanya yang berbeda-beda. Begitu pula dengan tema “Membangun Kemandirian Warga untuk Perdamaian Dunia” sebagai tema yang di angkat pada event akbar Muktamar NU ke 34 yang di selenggarakan di Bandar lampung itu bentuk dari realisasi menciptakan ketentraman dalam berbangsa dan bernegara.

Dan menuju 1 abad NU saat ini Alhamdulillah tetap konsekuensi dalam memberdayakan sebuah organisasi keagamaan terbesar yang tidak hanya sebagai wadah saja akan tetapi keseriusan dalam menjalankan, membimbing kader-kadernya selalu di prioritaskan sebagai bentuk dari pada nilai dakwah dan kedisiplinan dalam menjalankan amanat dan dalam berkhidmat untuk umat menuju jalan rahmatan lil’alamiin dan mardhotillah.

NU Masa Depan Muktamar
NU kali ini adalah momentum kebersamaan. Momentum di mana seluruh kekuatan NU bersatu padu mencanangkan program-program keorganisasian ke depan, baik nasional maupun global. Dalam melakukan penguatan tersebut, setidaknya perlu melewati dua pembahasan:

1. Penguatan Sistem Organisasi NU
Organisasi adalah wadah kolektivitas yang terstruktur sebagai puncak kepentingan untuk mewujudkan cita-cita bersama. Cita-cita ini tentu tidak mungkin diraih tanpa kerja bersama-sama. Siapa pun yang terpilih menjadi pucuk pimpinannya. Muktamar adalah peneguhan NU sebagai organisasi sosial keagamaan (jam’iyah diniyah ijtima’iyah). Kegiatan organisasi diarahkan pada peningkatan taraf dan kualitas hidup masyarakat yang terjerat oleh keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan.

Dengan kata lain, organisasi NU selalu mendampingi dan memberdayakan rakyat untuk mendapatkan hak-hak asasinya. Perjuangan NU senantiasa bersandar pada prinsip menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus di tengah kehidupan bersama (tawassuth), mengedepankan toleransi terhadap perbedaan pandangan baik dalam masalah keagamaan, kemasyarakatan dan kebudayaan (tasamuh), menyerasikan khidmat kepada kepada Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan di masa lalu, kini, dan mendatang. Dan sifat (tawazun) serta mendorong perbuatan yang baik dan berguna bagi kehidupan bersama serta menolak semua hal yang menjerumuskan nilai-nilai kehidupan (amar ma’ruf nahi munkar). (Khittah NU, 1984).

2. Penguatan Orientasi Politik Kebangsaan
Sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak mungkin NU bersikap antipolitik. Politik kenegaraan untuk menjaga keutuhan NKRI dan politik kerakyatan untuk menjunjung tinggi kemaslahatan rakyat merupakan bagian esensial dari komitmen NU sebagai kekuatan sosial dan moral bangsa.

Strategi politik NU adalah melalui advokasi kebijakan publik baik dalam sistem perundang-undangan hukum dan regulasi-regulasi lainnya, di berbagai level, baik di daerah maupun pusat. Hal ini dipastikan dalam forum-forum bahtsul masail di Muktamar NU. Dengan jalan pikiran ini, bagi NU yang terpenting adalah memperoleh kekuasaan dengan cara-cara yang berakhlak dan betul-betul didayagunakan untuk kepentingan rakyat banyak, terutama yang kecil dan lemah.

Siapa pun pemimpin terpilih di Muktamar NU memiliki tanggung jawab kerakyatan itu. Masa depan Nahdlatul Ulama adalah masa depan bangsa. Peningkatan sistem organisasi dan penguatan politik kebangsaan adalah prasyarat untuk membangun masa depan itu. Selamat bermuktamar!

Wallohu A;lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id