Niat, Bacaan Doa dan Tata Cara Shalat Idul Fitri Beserta Artinya

Niat, Bacaan Doa dan Tata Cara Shalat Idul Fitri Beserta Artinya

Almunawwar.or.id – Hari raya Idul fitri yang dijadikan oleh setiap muslimin di dunia sebagai waktu yang paling tepat untuk bisa saling berbagi dan bermaaf-maafan merupakan hari kemenangan ini selalu dirayakan dengan begitu istimewa dan khidmat semarak di seluruh dunia.

Karena memang tidak hanya luapan kebahagiaan saja yang bisa tercurahkan, tetapi begitu banyak sekali amalan-amalan yang menjadi keutamaan dan keunggulan malam ied ini. Salah satunya dengan melaksanakan Takbiran dari mulai terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar.

Yang tentunya kebahagiaan dalam perayaan malam itu disempurnakan dengan melaksanakan amalan ibadah shalat sunat ied. Untuk itu penting kiranya bagi setiap umat Islam untuk mengetahui bacaan niat doa dan tata cara shalat Idul Fitri itu sendiri apalagi disempurnakan pula dengan mengetahui arti dan maksudnya.

Niat dan Tata cara Shalat Idul Fitri
Sholat ied dilaksanakan denga dua rokaat caranya dalam rukun2, sunah2 dan hai’ah2nya sama seperti sholat2 yang lainnya. Baik dari kaifiat niat sampai dengan membacakan salam, hanya saja ada perbedaan sedikit terutama dalam menambahkan kalimat Takbir diantara kedua raka’at dan dilaksanakan sebelum Khutbah Idul Fitri.

1. Niatnya cukup dengan niat sholat ied, misalnya ” usholli sunnatal ‘iedi lillahi ta’ala “, berbarengan dengan takbirotul ikhrom kemudian membaca doa iftitah seperti biasanya.

2. Kemudian melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali takbir pada rokaat pertama (7 ini selain takbirotul ikhrom) dan lima kali takbir pada rokaat kedua ( 5 ini selain takbirnya berdiri dari sujud). disunnahkan berhenti sebentar setiap diantara dua takbir tambahan tersebut kira-kira satu ayat tidak panjang juga tidak pendek, disaat itu disunnahkan bertahlil, bertakbir dan memuji Allah, misalnya dengan membaca kalimat :”

سُبْحَانَ اللَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ اللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanalloh walhamdulillah walaa ilaaha illallohu Allahu akbar”
atau membaca kalimat :”

لاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهْ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallohu wahdahu laa syarikalah lahul mulku walahul hamdu biyadihil khoir wahuwa alaa kulli syaiin qodiir ”

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

Atau membaca kalimat :” subhanakallohumma wabihamdika watabaroka smuka wata’ala jadduka wajalla tsana uka wala ilaaha ghoiruka “.

3. Selanjutnya lakukan shalat Ied tersebut sebagaimana mestinya melakukan shalat-shalat lain
Amalan sunnah shalat Ied
Kalimat diantara setiap dua takbir tambahan tersebut tidak dibaca setelah takbir yang ke tujuh dari rokaat pertama atau yang kelima dari roka’at kedua, tetapi setelah takbir ketujuh atau kelima tersebut membaca ta’awudz kemudian membaca surat al fatihah dan surat qof pada rokaat pertama dan membaca surat iqtarobatis sa’atu pada rokaat kedua, atau membaca surat sabbihis marobbika pada rokaat pertama dan hal ataka pada rokaat kedua, kedua2nya adalah sunnah.

Disunnahkan juga mengangkat kedua tangan saat melakukan takbir tambahan dan meletakan tangan kanan di atas tangan kiri diantara dua takbir tambahan tersebut. jika tidak melakukan takbir tambahan ini maka tidak disunnahkan sujud syahwi.disunnahka membaca jahr (keras) saat membaca bacaan dan takbir, sedangkan dzikir diantara takbir dibaca secara sirri (pelan).

Jika shalat ied sendirian?
Bahkan sholat ied boleh dilaksanakan sendirian dirumah atau selainnya, boleh pula dilakukan oleh musafir, para budak dan wanita.setelah sholat ied diadakan khutbah, jika tidak ada khutbah maka sholatnya sah dan bagi yang sholat sendirian maka menurut pendapat yang shohih tidak perlu khutbah.

Adapun doa yang menerangkan tentang perayaan Idul Fitri ataupun dalam rangka menyambut kedatangan Idul Fitri itu sebagaimana yang di jelaskan dalam dua hadits:

Dari Habib bin Umar Al Anshari, ayahnya bercerita kepadanya bahwa beliau bertemu dengan Watsilah radhiallahu ‘anhu ketika hari raya, maka ketika ia mengucapkan kepada Watsilah, “Taqabbalallahu minna wa minkum,” Watsilah menjawab, “Taqabbalallahu minna wa minkum.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Mu’jam Al Kabir)

Dari Syu’bah bin Al-Hajjaj, ia berkata, “Saya bertemu dengan Yunus bin Ubaid, dan saya sampaikan, ‘Taqabbalallahu minna wa minka.’ Kemudian ia menjawab dengan ucapan yang sama.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Ad Du’a)

Namun sebagai umat muslim tentunya tiada salahnya untuk mengucapkan doa dan mendoakan kembali orang yang mengucapkan kalimat tersebut dengan perkataan-perkataan baik yang di ambil dari qaul ulama shahih seperti :

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَا وَمِنْكُمْ. جَعَلَنَا الله وَإِ يَّاكَ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ كُلُّ عَامٍّ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Artinya : ” Semoga Allah merima amal kita semua dan semoga Alloh menjadikan kita orang-orang yang kembali suci dan bahagia. Semoga setiap tahun kamu dalam kebaikan”.

Demikianlah uraian dari penjelasan tentang melakukan tata cara ataupun pelaksanaan berikut dengan doa shalat idul fitri, yang tentunya di ambil dari sumber-sumber aktual dan terpercaya berdasarkan kaidah dan fatwa para ulama shalafussolih.

Wallohu A’lamu Bishowab
Semoga bermanfaat.