Lafadz Niat Doa Zakat Fitrah Mal Pengertian Lengkap Dan Artinya

Lafadz Niat Doa Zakat Fitrah Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Almunawwar.or.id – Secara pengertian maksud dari pada zakat fitrah itu adalah cara tepat bagi seorang muslim untuk senantiasa memberikan dan mengeluarkan sebagian hartanya yang memang di dalamnya terdapat hak orang yang akan di berikan zakat fitrah itu sendiri.

Sehingga kepastian akan ketentuan tersendiri yang terdapat pada zakat fitrah itu mampu membangun kebersihan jiwa dan harta yang mungkin bisa menodainya, terutama selama pelaksanaan ibadah puasa di bulan ramadhan. Karena memang adanya zakat fitrah itu terdapat pada bulan ramadhan tersebut.

Dan Zakat fitrah yang merupakan salah satu Rukun Islam yang harus senantiasa diperhatikan segala aspek yang berhubungan dengannya bagi setiap umat Muslim. Seperti dari niat, waktu mengeluarkan serta do’a menerima zakat fitrah itu sendiri.

Karena selain sudah menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap individu umat islam, zakat fitrah juga adalah bagian terpenting dari bisa berdirinya agama Islam ini. Untuk itu sebagai penyeimbang, penguat sekaligus penyuci dari diri dan harta kita, maka diwajibkan untuk membayar atau mengeluarkan zakat fitrah.

Dalam zakat fitrah juga terdapat ketentuan-ketentuan yang sudah ada dan di atur menurut kaidah ilmu fiqih, mulai dari kapan waktu zakat fitrah itu dikeluarkan sampai dengan niat doa zakat fitrah orang-orang yang mengeluarkan zakat baik dari diri sendiri, keluarga, anakm istri ataupun dari orang yang mengeluarkan.

Hal ini tentunya sangat beralasan sekali dimana kewajiban membayar zakat fitrah itu adalah bagian terpenting dan wajib bagi seorang muslim. Salah satunya ayat yang menerangkan akan jaminan dan pahala dari Alloh S.W.T bagi orang-orang beriman yang beramal shalih, mendirikan shalat serta membayar zakat.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

Berangkat dari keterangan tadi, maka penting sekali kiranya untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan lansgung dengan Zakat Fitrah, Berikut penjelasan tentang hal ikhwal yang berhubungan langsung dengan zakat fitrah itu sendiri berikut selengkapnya:

1. Pengertian Zakat Fitrah
A. Secara Bahasa artinya tumbuh dan berkembang, dan seorang itu zaka, berarti orang itu baik. Sebagaimana yang banyak di jadikan makna dan istilah yang terdapat pada ALquran dan Al hadits, namun kebanyakannya dalam mengartikan zakat fitrah secara bahasa itu banyak di gunakan istilah berarti bertambah dan tumbuh, sehingga bisa dikatakan, tanaman itu zaka, artinya tumbuh, sedangkan tiap sesuatu yang bertambah disebut zaka, artinya bertambah.

B. Secara Istilah artinya itu adalah sejumlah harta tertentu diwajibkan Allah yang diserahkan kepada orang-orang yang berhak” disamping berarti “mengeluarkan jumlah tertentu itu sendiri”. Adapun jumlah yang dikeluarkan itu disebut zakat katrna yang dikeluarkan itu menambah banyak, membuat lebih berarti, dan melindungi kekayaan itu dari kebinasaan” Sebagaimana yang di terangkan dalam kitab Fiqh al-Zakat juz I halaman 36

2. Pengertian Zakat Mal
Adalah zakat harta kekayaan yang wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dan wajib dikeluarkan jika harta telah mencapai lebih dari satu nisab tentunya dengan sarat-sarat tertentu yang termasuk pada jenis harta yang masuk pada kategori zakat mal.

3. Nisab Zakat Mal
Itu adalah setara dengan nilai 85 gram emas murni 24 karat, sehingga bisa di kalkulasikan secara pasti tentang jenis apa saja usaha yang termasuk pada ketentuan zakat tijaroh tersebut, apakah itu jual beli (zakat tijaroh) ataupun zakat tanaman.

4. Macam Macam Zakat
A. Zakat nafs (badan)
Atau yang lebih dikenal dengan zakat fitrah. Dalam suatu hadits disebutkan:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنْ الْمُسْلِمِينَ

Artinya : “Baginda Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan kepada manusia yaitu satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari gandum kepada setiap orang merdeka, budak laki-laki atau orang perempuan dari kaum Muslimin.” (HR. Bukhari Muslim)

Dengan demikian, zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk bahan makanan pokok di daerah setempat. Dalam konteks Indonesia, satu sha’ setara dengan sekitar dua setengah kilogram beras per orang (ada yang berpendapat 2,7 kilogram).

B. Zakat Mal
Yang secara umum aset zakat mal meliputi hewan ternak, emas dan perak, bahan makanan pokok, buah-buahan, dan mal tijarah (aset perdagangan). Syekh an-Nawawi Banten berkata:

وزكاة مال وهي واجبة في ثمانية أصناف من أجناس المال وهي الذهب والفضة والزروع والنخل والعنب والإبل والبقر والغنم — إلى أن قال– وأما عروض التجارة فهي ترجع للذهب والفضة لأن زكاتها تتعلق بقيمتها، وهي إنما تكون منهما

Artinya :“Zakat mal wajib di dalam delapan jenis harta. Yaitu, emas, perak, hasil pertanian (bahan makanan pokok), kurma, anggur, unta, sapi, kambing … Sedangkan aset perdagangan dikembalikan pada golongan emas dan perak karena zakatnya terkait dengan kalkulasinya dan kalkulasinya tidak lain dengan menggunakan emas dan perak.”(Syekh an-Nawawi Banten, Nihayatz Zain)

5. Orang-orang yang berhak menerima zakat (Mustahik Zakat)
Ada 8 golongan yang berhak menerima zakat dalam Al-Quran Allah Swt berfirman :

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Artinya : “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

A. Faqir
Faqir adalah orang yang tidak mempunyai harta atau pekerjaan sama sekali, atau orang yang mempunyai harta atau pekerjaan namun tidak bisa mencukupi kebutuhannya, dengan demikian yang termasuk golongan faqir adalah :

* Tidak mempunyai harta dan pekerjaan sama sekali
* Mempunyai harta, namun tidak mempunyai pekerjaan. Sedangkan harta yang ada sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama umumnya usia manusia.
* Mempunyai harta dan pekerjaan, harta saja atau pekerjaan saja namun harta atau pekerjaan tersebut haram menurut agama. Bagi orang yang mempunyai harta yang melimpah atau pekerjaan yang menjanjikan, namun haram menurut agama, maka orang tersebut termasuk faqir sehingga berhak dan boleh menerima zakat.
* Tidak mempunyai harta dan mempunyai pekerjaan, namun tidak layak baginya. Seperti pekertjaan yang bisa merusak harga diri, kehormatan dan lain-lain.

B. Miskin
Miskin adalah orang yang mempunyai harta atau pekerjaan yang tidak bisa mencukupi kebutuhannya dan orang-orang yang ditanggung nafkahnya. Misalnya dalam sebulan ia butuh biaya sebesar Rp; 500.000, namun penghasilannya hanya mendapat Rp: 400.000 (mencapai separuh yang dibutuhkan).

C. Amil (Amilin)
Adalah orang-orang yang diangkat oleh Imam atau pemerintah untuk menarik zakat kepada orang yang berhak menerimanya dan tidak mendapat bayaran dari baitul mal atau Negara. Amil zakat meliputi bagian pendataan zakat, penarik zakat, pembagi zakat dan lain-lain. Jumlah zakat yang diterima oleh amil disesuaikan dengan pekerjaan yang dilakukan alias memakai standart ujroh mistly (bayaran sesuai tugas kerjaannya masing-masing). Syarat-syarat amil zakat :

* Islam
* Laki-laki
* Merdeka
* Mukallaf
* Adil
* Bisa melihat
* Bisa mendengar
* Mengerti masalah zakat (faqih / menguasai)

D. Muallaf
Secara harfiyah, muallaf qulubuhum adalah orang-orang yang dibujuk hatinya. Sedangkan orang-orang yang termasuk muallaf, dan berikut orang yang nota bene muallaf berhak menerima zakat adalah:

* Orang yang baru masuk Islam dan Iman (niat) nya masih lemah
* Orang yang baru masuk Islam dan imannya sudah kuat, namun dia mempunyai kemuliaan dikalangan kaumnya. Dengan memberikan zakat kepadanya, diharapkan kaumnya yang masih kafir mau masuk Islam.
* Orang Islam yang melindungi kaum muslimin dari gangguan dan keburukan orang-orang kafir
* Orang Islam yang membela kepentingan kaum muslimin dari kaum muslim yang lain yang dari golongan anti zakat atau pemberontak dan orang-orang non Islam.
Semua orang yang tergolong muallaf di atas berhak menerima zakat dengan syarat Islam. Sedangakan membujuk non muslim dengan menggunakan harta zakat itu tidak boleh.

E. Budak mukatab
Budak mukatab yaitu budak yang dijanjikan merdeka oleh tuannya apabila sudah melunasi sebagian jumlah tebusan yang ditentukan dengan cara angsuran. Tujuannya untuk membantu melunasi tanggungan dari budak mukatab.

F. Ghorim (orang yang berhutang)
* Orang yang berhutang untuk mendamaikan dua orang atau dua kelompok yang sedang bertikai.
* Orang yang berhutang untuk kemaslahatan diri sendiri dan keluarga.
* Orang yang berhutang untuk kemaslahatan umum, seperti berhutang untuk membangun masjid, sekolah, jembatan dan lain-lain.
* Orang yang berhutang untuk menanggung hutangnya orang lain.

G. Sabilillah
Sabilillah yaitu orang yang berperang di jalan Allah dan tidak mendapatkan gaji. Sabilillah berhak menerima zakat untuk seluruh keperluan perang. Sejak berangkat sampai kembali, sabilillah dan keluarganya berhak mendapatkan tunjangan nafkah yang diambilkan dari zakat. Sedangkan yang berhak memberikan zakat untuk sabilillah adalah imam (penguasa) bukan pemilik zakat.

H. Ibnu sabil (musafir)
Ibnu sabil yaitu orang yang memulai bepergian dari daerah tempat zakat atau musafir yang melewati daerah tempat zakat dengan syarat :
* Bukan bepergian untuk maksyiat
* Membutuhkan biaya atau kekurangan biaya. Walaupun ia mempunyai harta di tempat yang ia tuju.

6.Hukum Zakat Fitrah Dan Mal
Keduanya adalah wajib yang tentunya sesuai dengan sarat-sarat tertentu dari dua zakat tersebut, apabila zakat fitrah itu wajib di keluarkan di setiap bulan ramadhan, akan tetapi jika zakat mal itu wajib di keluarkan apabila sudah mencapai nishab dan haulnya.

7. Ketentuan Zakat Fitrah
A. Besarnya zakat Fitrah adalah 1 sha’ yaitu 2176 gram atau 2,2 Kg beras atau makanan pokok. Dalam prakteknya jumlah ini digenapkan menjadi 2,5 Kg, karena untuk kehati-hatian. Hal ini dianggap baik oleh para ulama.
B. Menurut madzhab hanafi, diperbolehkan mengeluarkan zakat Fitrah dengan uang seharga ukuran itu, jika dianggap lebih bermanfaat bagi mustahik.
C. Waktu mengeluarkan zakat Fitrah adalah sejak awal bulan puasa Ramadhan hingga sebelum shalat ‘Idul Fitri maka dianggap sedekah sunah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

فَمَنْ أدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ وَمَنْ أدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ

Artinya : “Barang siapa mengeluarkan (zakat Fitrah) sebelum shalat (‘Idul Fitri), maka zakatnya sah. Barang siapa mengeluarkannya setelah shalat maka dianggap sedekah sunah.” (HR. Ibnu Majah)
D. Zakat Fitrah boleh dikeluarkan langsung kepada mustahik atau dibayarkan melalui amil zakat.
E. Amil atau panitia zakat Fitrah boleh membagikan zakat kepada mustahik setelah shalat ‘Idul Fitri karena uzur syar’i.
F. Jika terjadi perbedaan Hari Raya, maka panitia zakat Fitrah yang berhari raya terlebih dahulu tidak boleh menerima zakat Fitrah setelah mereka mengerjakan shalat ‘Idul Fitri.
G. Panitia Zakat Fitrah hendaknya mendoakan kepada orang yang membayar zakat, agar ibadahnya selama Ramadhan diterima dan mendapat pahala. Doa yang sering dibaca oleh yang menerima zakat, diantaranya:

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا

Artinya : “Semoga Allah SWT memberikan pahala kepadamu atas apa saja yang telah Allah memberi berkah kepadamu atas semua yang masih ada padamu dan mudah-mudahan Allah menjadikan kesucian bagimu.”

8. Orang Yang Wajib Membayar Zakat Fitrah
A. Islam dan tidak ada kewajiban zakat bagi orang kafir, kecuali budak dan kerabat Muslim dari orang kafir tersebut.

B. Orang yang masih diberi kehidupan hingga matahari terbenam pada akhir Ramadhan. Karenanya, bila ada yang meninggal setelah terbenam matahari, ia masih dikenakan kewajiban zakat. Hal ini berbeda dengan anak yang lahir setelah terbenam matahari, dia tidak diwajibkan zakat.

C. Orang yang memiliki kemudahan dan kesanggupan, atau memiliki makanan pokok yang melebihi dari kebutuhannya dan keluarganya pada hari tersebut, maksudnya pada saat hari Raya atau malamnya. Seperti yang di nukil dalam kitab Fathul Qarib :

إسلام، فلا فطرة على كافر أصلي إلا في رقيقه وقريبه المسلمين، وبغروب الشمس من آخر يوم من شهر رمضان، وحينئذ فتخرج زكاة الفطر عمن مات بعد الغروب دون من ولد بعده، ووجود الفضل، وهو: يسار الشخص بما يفضل عن قوته وقوت عياله في ذلك اليوم، أي: يوم عيد الفطر، وكذا ليلته أيضا. ويزكي الشخص عن نفسه وعمن تلزم نفقته من المسلمين، فلا يلزم المسلم فطرة عبد وقريب وزوجة كفار، وإن وجبت نفقتهم

9. Dalil Al quran dan Al hadits tentang zakat

A. Surat Al-Baqarah ayat ke-110 berikut.

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

Artinya, “Dan dirikanlah shalat serta bayarkanlah zakat!”

B. Hadits yang di riwayatkan Imam Bukhari sebagai berikut.

عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : بني الإسلام على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقامة الصلاة وإيتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان. (رواه البخاري)

Artinya, “Dari Abi Abdurrahman, Abdullah ibn Umar ibnul Khattab ra, ia berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Islam didirikan dengan lima perkara, kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke Baitullah, dan berpuasa di Bulan Ramadan,’’” (HR Bukhari).

10. Lafadz Niat Zakat Fitrah
A. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺍَﻥْ ﺍُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْﺴِﻰْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Latin :”Nawaitu An Ukhrija Zakatalfitri ‘An nafsii Fardhon Lillahi Ta’ala”
Artinya :”Niat aku mengeluarkan zakat fitrah dari diri sendiri fardhu karena Alloh Ta’ala”

B. Niat Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Latin :”Nawaitu An Ukhrija Zakatalfitri ‘An zaujatii Fardhon Lillahi Ta’ala”
Artinya :”Niat aku mengeluarkan zakat fitrah dari istriku fardhu karena Alloh Ta’ala”

C. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Latin :”Nawaitu An Ukhrija Zakatalfitri ‘An waladii Fardhon Lillahi Ta’ala”
Artinya :”Niat aku mengeluarkan zakat fitrah dari anak laki-laki ku…(sebutkan namanya) fardhu karena Alloh Ta’ala”

D. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Latin :”Nawaitu An Ukhrija Zakatalfitri ‘An bintii Fardhon Lillahi Ta’ala”
Artinya :”Niat aku mengeluarkan zakat fitrah dari anak perempuanku…(sebutkan namanya) fardhu karena Alloh Ta’ala”

E. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻨِّﻰْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُﻨِﻰْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Latin :”Nawaitu An Ukhrija Zakatalfitri ‘Annii Wa ‘Am Jami’i Maa Yalzamunii Nafaqotuhum Syar’an Fardhon Lillahi Ta’ala”
Artinya :”Niat aku mengeluarkan zakat fitrah dari diri sendiri dan dari semua keluarga yang wajib di nafkahinya fardhu karena Alloh Ta’ala”

F. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ..…) ) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Latin :”Nawaitu An Ukhrija Zakatalfitri ‘An…. Fardhon Lillahi Ta’ala”
Artinya :”Niat aku mengeluarkan zakat fitrah dari…(sebutkan orang yang di wakilkannya) fardhu karena Alloh Ta’ala”

11. Bacaan Do’a Ketika Menerima Zakat

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Latin :”Ajrokallohu Fiimaa A’thoita Wa Baaroka Fiimaa Abqoita Wa Ja’alahu Laka Thohuuron”
Artinya :”Semoga Allah memberi pahala kepadamu apa yang telah engkau berikan , semoga Allah menjadikannya mensucikan bagimu , semoga Allah memberkahimu apa yang masih kau sisakan.”

Ibarat

قال النووى فى الأذكار صحيفة ١٥٩
قال الشافعى و الأصحاب رحمهم الله الإختيار أن يقول آخذ الزكاة لدافعها
آجرك الله فيما أعطيت و جعله لك طهورا و بارك لك فيما أبقيت و هذا الدعاء مستحب لقابض الزكاة سواء كان الساعى أو الفقراء و ليس الدعاء بواجب على المشهور من مذهبنا و مذهب غيرنا وقال بعض أصحابنا إنه واجب لقول الشافعى فحق على الوالي أن يدعو له و دليله ظاهر الأمر فى الآية

Dalam ibarat tersebut Imam Nawawi mengatakan bahwa do’a menerima zakat tersebut hukumnya sunat, sebagaimana yang dijelaskan lagi dalam pendapat Imam Nawai dalam Al-Adzkar halaman 160.

قال النووى فى الأذكار صحيفة ١٦٠ : فصل يستحب لمن دفع زكاة أو صدقة أو نذرا أو كفارة و نحو ذلك أن يقول ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم فقد أخبر الله سبحانه وتعالي بذلك عن إبراهيم و إسماعيل صلى الله عليهما و سلم و عن امرأة عمران

Artinya : Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar halaman 160 mengatakan : Pasal] Disunnatkan bagi orang yang memberikan zakat atau shodaqoh atau nadzar atau kaffarat dan sebagainya mengucapkan do’a ” Robbana taqobbal minnaa innaka anta ssamii’ul ‘aliim ” Wahai Allah Tuhan kami terimalah dari kami , sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui

12. Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

حاشية البجيرمي على الخطيب 351/2

الحاصل أن لها خمسة أوقات وقت جواز ووقت وجوب ووقت فضيلة ووقت كراهة ووقت حرمة فوقت الجواز أول الشهر والوجوب ادا غربت الشمس والفضيلة قبل الخروج لصلاة العيد والكراهة تأخيرها عن صلاته إلا لعدر من انتظار قريب أو أحوج والحرمة تأخيرها عن يوم العيد

Artinya : Waktu mengeluarkan zakat fitrah itu ada lima sebagaimana yang diterangkan dalam kitab Hasiat Imam Buzairomi syarah Khotib, Diantaranya:

1. Waktu jawaz (awal bulan Ramadhan), artinya boleh dita’jil setelah masuk bulan Romadhon
2. Waktu wajib (terbenamnya matahari di akhir bulan ramadhan, masuk malam lebaran).
3. Waktu fadhilah / utama/afdlol (mengeluarkan sebelum berangkat melaksanakan sholat ‘ied).
4. Waktu makruh (mengeluarkan zakat fitrah setelah melaksanakan sholat ‘ied sebelum matahari 1 Syawal tenggelam, kecuali ada udzur).
5. Waktu hurmah /harom (mengeluarkan zakat fitrah setelah hari lebaran, yakni setelah tenggelamnya matahari 1 Syawal).

13. Hikmah Zakat
A. Zakat dapat menambah berkah dan meredakan amarah Allah, Seorang muslim ketika menunaikan zakat, maka secara tidak langsung telah menunaikan faidah zakat serta meraih bagian puncak seorang muslim yang menunaikan zakat adalah bertambahnya keberkahan dalam hidupnya.

B. Zakat merupakan salah satu upaya pencegahan atas kejahatan, Sebab dengan adanya zakat, setidaknya kriminal kejahatan dapat diminimalisir, karena pada sebab munculnya kejahatan adalah kemiskinan yang menjerat kehidupan seseorang. Seseorang yang terhimpit kebutuhan ekonomi dalam rangka bertahan hidup, ia akan rela melakukan apapun termasuk melakukan perkara yang terlarang sekalipun.

C. Zakat merupakan salah satu wasilah untuk menghilangkan sifat kikir seorang muslim. Sebagaimana diketahui bersama, cinta harta yang berlebihan, pelit terhadap sesama dapat menimbulkan madlorot (kerusakan) pada seseorang.

D. Zakat adalah salah satu amal mulia, karena didalamnya mengandung solusi empat perkara mu’min. Hal tersebut sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “Amal yang paling mulia adalah Idkholus surur (menebar kebahagiaan) kepada mu’min dengan menutupi aurot mereka (memberi sandang pakaian), atau menghilangkan rasa lapar mereka, atau menunaikan kebutuhan mereka”.

E. Bisa terbukanya pintu kasih sayang Tuhan lantaran doanya orang fakir miskin. Sebab seorang fakir miskin ketika ia berdoa meminta belas kasih kepada Gusti Allah ta’ala dengan lisan maqãl atau lisan hãl dengan tadlarru’, maka terketuklah pintu kasih sayang Tuhan kepadanya dan mengabulkan doanya.

Kiranya penjelasan penting tentang Zakat Fitrah tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu referensi kuat untuk lebih mengetahui hal ikhwal zakat Fitrah. Dan tentunya pula keterangan ini di ambil dari dalil-dalil akurat sesuai dengan kaidah Zakat Fitrah itu sendiri.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.