Bacaan Niat Tata Cara Doa Sholat Sunnah Idul Fitri Lengkap

Gambar Niat Sholat Idul Fitri

Almunawwar.or.id – Hari raya Idul fitri yang dijadikan oleh setiap muslimin di dunia sebagai waktu yang paling tepat untuk bisa saling berbagi dan bermaaf-maafan merupakan hari kemenangan ini selalu dirayakan dengan begitu istimewa dan khidmat semarak di seluruh dunia.

Karena memang tidak hanya luapan kebahagiaan saja yang bisa tercurahkan, tetapi begitu banyak sekali amalan-amalan yang menjadi keutamaan dan keunggulan malam ied ini. Salah satunya dengan melaksanakan Takbiran dari mulai terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar termasuk ketika melaksanakan amalan niat zakat fitrah dan yang lainnya.

Yang tentunya kebahagiaan dalam perayaan malam itu disempurnakan dengan melaksanakan amalan ibadah shalat sunat ied. Untuk itu penting kiranya bagi setiap umat Islam untuk mengetahui bacaan niat doa dan tata cara shalat Idul Fitri itu sendiri apalagi disempurnakan pula dengan mengetahui arti dan maksudnya.

Sebagaimana yang tercantum dari beberapa kajian kitab fiqh salah satunya yang ada Imam Nawawi dalam Kitab Majmu’ juz 5 halaman 3 dari pada keterangan mengenai hukum dari pada melaksanakan shalat idul fitri tersebut:

قَدْ ذَكَرْنَا أَنَّهَا سُنَّةٌ مُتَأَكِّدَةٌ عِنْدَنَا وَبِهِ قَالَ مَالِكٌ وَأَبُو حَنِيفَةَ وَدَاوُد وَجَمَاهِيرُ الْعُلَمَاءِ وَقَالَ بَعْضُ أَصْحَابِ أَبِي حَنِيفَةَ فَرْضُ كِفَايَةٍ وَعَنْ أَحْمَدَ رِوَايَتَانِ كَالْمَذْهَبَيْنِ

Artinya : “Telah kami jelaskan bahwa shalat ied hukumnya sunnah muakkad. Dengan pendapat ini berkata Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Dawud dan jumhur Ulama. Ashab Imam Abu Hanifah berkata bahwa shalat ied hukumnya fardhu kifayah.

Meskipun hukumnya sunnat muakad, akan tetapi jika melihat dari pada keutamaan pdi balik pelaksanaannya tersebut terbilang sangat istimewa bagi umat muslim yang mengerjakannya, sebab terdapat hal-hal lain yang termat penting untuk di ketahui dari pada shalat idul fitri tersebut yang meliputi :

1. Panduan Niat dan Tata Cara melaksanakan Shalat Idul Fitri
Sholat ied dilaksanakan denga dua rokaat caranya dalam rukun2, sunah2 dan hai’ah2nya sama seperti sholat2 yang lainnya. Baik dari kaifiat niat sampai dengan membacakan salam, hanya saja ada perbedaan sedikit terutama dalam menambahkan kalimat Takbir diantara kedua raka’at dan dilaksanakan sebelum Khutbah Idul Fitri.

A. Niatnya cukup dengan niat sholat ied, misalnya ” usholli sunnatal ‘iedi lillahi ta’ala “, berbarengan dengan takbirotul ikhrom kemudian membaca doa iftitah seperti biasanya.

B. Kemudian melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali takbir pada rokaat pertama (7 ini selain takbirotul ikhrom) dan lima kali takbir pada rokaat kedua ( 5 ini selain takbirnya berdiri dari sujud). disunnahkan berhenti sebentar setiap diantara dua takbir tambahan tersebut kira-kira satu ayat tidak panjang juga tidak pendek, disaat itu disunnahkan bertahlil, bertakbir dan memuji Allah, misalnya dengan membaca kalimat :”

سُبْحَانَ اللَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَ اللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanalloh walhamdulillah walaa ilaaha illallohu Allahu akbar”
atau membaca kalimat :”

لاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهْ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaaha illallohu wahdahu laa syarikalah lahul mulku walahul hamdu biyadihil khoir wahuwa alaa kulli syaiin qodiir ”

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

Atau membaca kalimat :” subhanakallohumma wabihamdika watabaroka smuka wata’ala jadduka wajalla tsana uka wala ilaaha ghoiruka “.

C. Selanjutnya lakukan shalat Ied tersebut sebagaimana mestinya melakukan shalat-shalat lain
Kalimat diantara setiap dua takbir tambahan tersebut tidak dibaca setelah takbir yang ke tujuh dari rokaat pertama atau yang kelima dari roka’at kedua, tetapi setelah takbir ketujuh atau kelima tersebut membaca ta’awudz kemudian membaca surat al fatihah dan surat qof pada rokaat pertama dan membaca surat iqtarobatis sa’atu pada rokaat kedua, atau membaca surat sabbihis marobbika pada rokaat pertama dan hal ataka pada rokaat kedua, kedua2nya adalah sunnah.

Disunnahkan juga mengangkat kedua tangan saat melakukan takbir tambahan dan meletakan tangan kanan di atas tangan kiri diantara dua takbir tambahan tersebut. jika tidak melakukan takbir tambahan ini maka tidak disunnahkan sujud syahwi.disunnahka membaca jahr (keras) saat membaca bacaan dan takbir, sedangkan dzikir diantara takbir dibaca secara sirri (pelan).

2. Bacaan Takbir Shalat Idul Fitri
A. Rakaat pertama tujuh kali, rakaat kedua lima kali
Dalam kitab Taqrib halaman 76 di terangkan bahwa :

وصلاة العيدين سنة مؤكدة وهي ركعتان يكبر في الاولى سبعا سوى تكبيرة الإحرام وفي الثانية خمسا سوى تكبيرة القيام

Shalat ied sunnah muakkadah. Shalat ied dua rakaat, bertakbir pada rakaat pertama tujuh kali selain takbiratul Ihram, dan pada rakaat kedua lima kali selain takbir berdiri (dari rakaat pertama).
Dalam Sunan Tirmidzi Juz II halaman 24 hadits nomor 534, cetakan ke II tahun 1403 H – 1983 M, daar al fikr :

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ عَمْرٍو أَبُو عَمْرٍو الْحَذَّاءُ الْمَدِينِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نَافِعٍ الصَّائِغُ عَنْ كَثِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فِي الْعِيدَيْنِ فِي الْأُولَى سَبْعًا قَبْلَ الْقِرَاءَةِ وَفِي الْآخِرَةِ خَمْسًا قَبْلَ الْقِرَاءَةِ وَفِي الْبَاب عَنْ عَائِشَةَ وَابْنِ عُمَرَ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو حَدِيثُ جَدِّ كَثِيرٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ

…dari Katsier bin Abdullah dari bapaknya dari kakeknya, sesungguhnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bertakbir dalam dua ied [ada rakaat pertama tujuh kali sebelum membaca (Fatihah) dan dirakaat akhir lima kali sebelum membaca (Fatihah).

B. Antara dua takbir ied disunnahkan membaca dzikir

3. Waktu Shalat Idul Fitri
Imam Syaerozi dalam kitab Muhadzdzab (Majmu 5/3) menerangkan:

ووقتها ما بين طلوع الشمس إلى ان تزول والافضل ان يؤخرها حتى ترتفع الشمس قيد رمح والسنة أن يؤخر صلاة الفطر ويعجل الاضحي لما روى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كتب له ” أن يقدم الاضحي ويؤخر الفطر

Artinya : “waktu shalat ied mulai terbitnya matahari sampai dengan matahari bergeser dari tengah langit (lingsir Jw). Afdhalnya shalat ied diakhirkan sehingga matahari naik kadar satu tombak. Sunnahnya shalat iedul Fihtri diakhirkan, sementara shalat iedul adha diajukan. Hal itu karena hadits yang driwayatkan oleh Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin Hazm dari bapaknya dari kakeknya, sesungguhnya Rasullullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menulis kepadanya, bahwasanya agar dia memajukan iedul adha dan mengakhirkan idul fithri”.

Rakaat Shalat Idul Fitri
Sebagaimana yang telah di terangkan pada kitab Majmu’ juz 5 halaman 15) diterangkan mengenai jumlah dari pada rakaat itu sendiri sebagaimana yang terdapat pada keterangan berikut ini:

وصلاة العيد ركعتان لقول عمر رضى الله عنه ” صلاة الاضحى ركعتان وصلاة الفطر ركعتان وصلاة السفر ركعتان

Artinya : “Shalat ied dua rakaat, karena ucapan Umar radhiyallaahu ‘anhu : Shalat iedul adha dua rakaat, shalat iedul fithri dua rakaat, shalat safar dua rakaat….

Jika shalat ied sendirian?
Bahkan sholat ied boleh dilaksanakan sendirian dirumah atau selainnya, boleh pula dilakukan oleh musafir, para budak dan wanita.setelah sholat ied diadakan khutbah, jika tidak ada khutbah maka sholatnya sah dan bagi yang sholat sendirian maka menurut pendapat yang shohih tidak perlu khutbah.

Adapun doa yang menerangkan tentang perayaan Idul Fitri ataupun dalam rangka menyambut kedatangan Idul Fitri itu sebagaimana yang di jelaskan dalam dua hadits:

Dari Habib bin Umar Al Anshari, ayahnya bercerita kepadanya bahwa beliau bertemu dengan Watsilah radhiallahu ‘anhu ketika hari raya, maka ketika ia mengucapkan kepada Watsilah, “Taqabbalallahu minna wa minkum,” Watsilah menjawab, “Taqabbalallahu minna wa minkum.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Mu’jam Al Kabir)

Dari Syu’bah bin Al-Hajjaj, ia berkata, “Saya bertemu dengan Yunus bin Ubaid, dan saya sampaikan, ‘Taqabbalallahu minna wa minka.’ Kemudian ia menjawab dengan ucapan yang sama.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Ad Du’a)

Namun sebagai umat muslim tentunya tiada salahnya untuk mengucapkan doa dan mendoakan kembali orang yang mengucapkan kalimat tersebut dengan perkataan-perkataan baik yang di ambil dari qaul ulama shahih seperti :

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَا وَمِنْكُمْ. جَعَلَنَا الله وَإِ يَّاكَ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ كُلُّ عَامٍّ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Artinya : ” Semoga Allah merima amal kita semua dan semoga Alloh menjadikan kita orang-orang yang kembali suci dan bahagia. Semoga setiap tahun kamu dalam kebaikan”.

Catatan Penting Tentang Shalat Idul Fitri
* Disunnahkan sarapan dan mandi sebelum shalat Idul Fitri dan tidak sarapan ketika Idul Fitri
* Memakai pakaian yang bagus
* Hendaknya berjalan kaki sambil bertakbir terus-menerus mulai berangkat dari rumah hingga tiba di masjid
* Bagi imam disunnahkan mengundur sedikit pelaksanaan shalat idul fitri untuk menyelesaikan zakat fitrah dan disunnahkan menyegerakan pelaksanaan shalat Idul Adha untuk segera menyembelih qurban
* Shalat Idul Fitri dikerjakan sebelum khutbah
* Tidak ada adzan dan iqamah dalam shalat Hari Raya
* Shalat Id dilakukan dua rakaat, pada rakaat pertama diawali dengan takbiratul ihram dan 7 kali takbir. Raka’at kedua membaca rakbir sebanyak lima kali (selain takbir saat berdiri)
* Di antara dua takbir boleh membaca tasbih, tahmid dan shalawat, sebagaimana riwayat dari Ibnu Mas’ud RA
* Pada setiap takbir mengangkat kedua tangan
* Bacaan surat setelah fatihah pertama adalah surat Qaf dan rakaat kedua adalah surat al-Qamar. Selain itu Rasulullah SAW terkadang membaca surat al-A’la pada rakaat pertama dan al-Ghasiyah pada rakaat kedua
* Hendaknya semua muslim, laki-laki. perempuan, anak-anak, dewasa, maupun orang tua keluar ke masjid untuk mendengarkan khutbah sebagai syiar Islam. bagi wanita yang haid maka disediakan tempat husus diluar masjid untuk mendengarkan khutbah
* Disunnahkan melalui jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulangnya
* Hukum shalat Hari Raya adalah sunnah

Keutamaan dan Keunggulan Shalat Idul Fitri
Dalam hal ini terdapat keutamaan tertentu bagi mereka yang melaksanakan ibadah shalat idul fitri, sebagaimana keterangan yang terdapat pada Durrotun Nashihin Halaman 263

عن أَبن مسعود رضي الله عنه عن النبي عليه الصلا ة وَلسلام أَنه قال اذَ ا صاموا شهر رمضان وخرجوا الى عيدهم يقول الله تعالى يا ملـئكتى كل عامل يطلب اجره وعبادى اللذين صاموا شهرهم وخرجوا الى عيدهم يطلبون اجورهم اشهدوا أنى قد غفرت لهم ، فينادى مناد يا امة محمد ارجعوا الى منازلكم قد بدلت سيئاتكم بالحسنات، فيقول الله تعالى يا عبادى صمتم لى وافطرتم لى فقوموا مغفورا لكم

Artinya : “Dari ibni mas’ud r.a ,dari Nabi SAW sesungguhnya nabi bersabda : tetkala umat nabi malaksanakan puasa romadhon dan mereka keluar untuk melaksanakan sholat ‘ied,maka allah berfirman : wahai malaikatku,setiap yang telah bekerja mendapatkan upahnya,Dan hamba-hambaku yang melaksanakan puasa romadhon dan keluar rumah untuk melaksanakan sholat ‘ied dan memohon upah/ganjaran mereka, maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah memaafkan mereka,maka tersuara : Wahai umat muhammad,kembalilah kalian ke rumah-rumah kalian , aku telah menggantikan keburukan kalian dengan kebaikan , maka Allah berfirman : Wahai hamba-hambaku,kalian berpuasa untukku dan berbuka untukku maka tegaklah kalian dengan mendapat ampunanku terhadap kalian”.

Apabila khatib lupa tidak bertakbir sebanyak 7 kali (setelah takbiratul ihram langsung membaca Fatihah) atau tidak bertakbir pada rakaat kedua sebanyak 5 kali, maka shalat tetap sah dan tidak perlu sujud sahwi.
Demikianlah uraian dari penjelasan tentang melakukan tata cara ataupun pelaksanaan berikut dengan doa dan sholat idul fitri, yang tentunya di ambil dari sumber-sumber aktual dan terpercaya berdasarkan kaidah dan fatwa para ulama shalafussolih.

Wallohu A’lamu Bishowab
Semoga bermanfaat.