Nilai Kemanusiaan Dalam Ranah Demokrasi Menurut Pandangan Seorang Gusdur

Nilai Kemanusiaan Dalam Ranah Demokrasi Menurut Pandangan Seorang Gusdur

Almunawwar.or.id – Kehidupan manusia yang secara sosialisasi itu dapat menumbuhkan jiwa kepemilihan dan kepemimpinan yang kuat merupakan tidak pernah lepas dari nilai sifat dari kemanusiaannya sendiri, Karena sejatinya kehidupan tersebut tidak lepas dari adanya interaksi satu sama lain untuk menumbuhkan kemajuan berdasarkan pilihan hati nuraninya.

Daya pilih tersebut adalah bagian dari upaya khusus dalam menciptakan sebuah kerukunan dari segi nilai-nilai kemanusiaan yang tercipta dari seorang penguasa ataupun bagi rakyat jelata, Dimana pertumbuhan perkembangan pola pemikirannya tersebut itu termasuk dari dua sisi nilai kemanusiaan semata.

Karena antara dua sisi tersebut, baik yang merupakan obejektifitas dari pola pemikiran manusia itu maupun dari sisi dampak dari penerimaannya tersebut itu akan bermuara pada sebuah keputusan dan peraturan yang nantinya menjadi satu sistem yang mengendalikan sisi kehidupan beragama dan bernegara.

Bisa dikatakan juga ranah tersebut merupakan bagian dari sistem demokrasi yang di anut oleh bangsa indonesia sendiri, Dimana pengarahan pasti dari demokrasi itu tidak lepas dari dua hal yang berkaitan khusus di dalamnya yakni.

Pertama adalah bentuk atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya, pemerintahan rakyat, yang kedua adalah gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara.

Meskipun dalam agama Islam itu sendiri tidak mengenal istilah demokrasi, namun seiring dengan tingkat kemasalahatan dan kerukunan dari semua lapisan warga negara ini tentunya ada nilai yang lebih istimewa untuk lebih memberikan rasa nyaman, aman dna tentram bagi seluruh warga negara di tanah air tercinta.

Dari hal inilah salah satu tokoh Agama terkemuka sekelas Gusdur memberikan pandangannya tentang cara berpolitik dari nasihat kemanusiaan yang ternilai dari adanya sistem demokrasi tersebut jika di hubungkan dengan pandangan agama, Berikut lebih lanjut uraiannya, Menurut beliau (Gusdur) Islam itu agama demokrasi. Hal itu menurut Gus Dur berdasarkan tiga alasan.

1. Islam adalah agama hukum. Artinya, ajaran Islam berlaku bagi semua orang tanpa pandang bulu, baik yang bersifat pemangku jabatan tertinggi maupun rakyat jelata. Bahkan Kanjeng Nabi sendiri tidak akan segan menghukum meskipun itu adalah putrinya yang bernama Fathimah. Begitu kira-kira Nabi bersabda mengenai kesetaraan di mata hukum.

2. Karena Islam memiliki asas permusyawaratan. “Amruhum syuro bainahum” begitu kata Gus Dur. Bahwa, setiap persoalan musti dibicarakan antara sesama pihak yang terlbiat perkara. Tradisi membahas, bermusyawarah (syuro), dan tradisi bersama-sama ini menunjukkan pemikiran secara bebas dan terbuka, yang pada akhirnya paripurna dengan sebuah kesepakatan. Itu juga ajaran Islam.

3. Islam selalu berpandangan aslah. Perbaikan. Sebab memperbaiki kehidupan itulah sebaik-baik persiapan untuk bekal hidup di akhirat. “wal akhiratu khairun wa abqa”. Akhirat itu lebih baik dan lebih langgeng. Karena itu, kehidupan manusia itu tarafnya tidak boleh jalan di tempat. Harus meningkat terus. Lebih baik dan lebih langgeng. Jadi standar baik itu ada di akhirat, kehidupan di dunia harus mengarah kepada yang baik. Ini juga termasuk prinsip dari demokrasi.

Akhirnya, nilai-nilai kemanusiaan itulah yang semestinya mengalir dalam nadi perpolitikan kita. Jangan sampai tahun politik ini justru menjadikan kita terjerumus dalam pusaran setan bernama kebencian yang rentan dijadikan umpan konflik. Apalagi jika sampai memberangus semangat dari nilai-nilai kemanusiaan yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita. Bhinneka tunggal Ika.

Wallohu a’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
santrionline.net