Optimalisasi dari Komitmen Seorang Muslim di Bulan Ramadhan

Optimalisasi dari Komitmen Seorang Muslim di Bulan Ramadhan

Almunawwar.or.id – Bulan penuh dengan keberkahan dan nilai islami kini telah menjadi sebuah moment terbaik untuk segenap individu muslim. Dimana pada bulan ramadhan tersebut banyak seklai kesempatan yang bisa dijadikan amalan terbaik dan sempurna sebagai bentuk penghambaan dari seorang insan yang beriman.

Dan tentunya untuk bisa meraih kesempurnaan yang ada dari rahasia bulan ramadhan tersebut sangat dibutuhkan komitmen dan konsekuensi kuat dalam dirinya, yang tidka hanya berawal dari keinginan ataupun niat semata, tetapi butuh pengorbanan dan perjuangan yang berarti dalam mewujudkannya.

Sebab di sadari ataupun tidak, kewajiban yang kini sudah menjadi konsekuensi jiwa dari adanya esensi bulan ramadhan ini mampu merubah sisi kehidupan mansuia yang kuranf bernilai, menjadi amalan yang sungguh bermanfaat terutama bagi pengendalian diri yang bertajuk pada adanya penilaian istimewa dari Alloh S.W.T.

Umat Islam juga menjadikan bulan Ramadhan sebagai ajang peningkatan iman dan taqwa kepada Allah Swt dengan berbagai macam ibadah untuk meraih keutamaan-keutamaan di bulan tersebut. Tidak seyogyanya bagi setiap muslim melewati kesempatan ini untuk menambah aset kebaikan untuk diri kita masing-masing dengan menunaikan sholat tarawih, bershodaqah, berdzikir dan memperbanyak baca Al-Qur’an karena di bulan ini diturunkannya Al-Qur’an, sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya:

شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان

Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Maka tiada musibah yang lebih besar dari perginya bulan Ramadhan. Jika langit dan bumi saja menangis untuk umat Nabi Muhammad, maka lebih-lebih kita harus menangis dan menyesal karena terputusnya segala karunia dan kemuliaan serta kebajikan-kebajikan yang terkandung dalam bulan Ramadhan.

Dam milai dari kesempurnaan amalan ramadhan ini bisa lebih bermakna lagi apabil di komandoi dengan ketulusan hati dan niat lillahi ta’ala. Hal ini diperteggas dengan banyaknya keterangan yang mengisyaratkan akan begiru hebatnya tingakatan ataupun lipatan pahala di bulan suci ramadhan ini.

Berkaca dengan itu maka firman Alloh S.W.T

ياأيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

Artinya: ” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”

Di sisi lain kita perlu mengoptimalkan semangat ibadah dalam Ramadhan ini, tapi hati-hati jangan sampai terjerumus dalam riya’ dan ujub. Misalnya menulis di media sosial terkait ibadah yang kita jalani. Meskipun hal tersebut tidak dilarang (haram), tetapi menutup pintu riya’ dan ujub jauh lebih baik. Semoga Allah Swt memudahkan kita semua mendapatkan ampunan-Nya di bulan yang mulia ini.

Agar senantiasa seiring sejalan dengan perintah dan anjuran yang memang sudah menjadi seruan untuk dilakukan baik bagi umat sekarang maupun bagi umat-umat terdahulu. Sehingga satu hal yang lebih pasti dari adanya pengamalan ibdah di bulan suci ini, senantiasa kita bisa kembali ke nilai islami sebagaimana fitroh dari seorang muslim dalam eraih kemenangan di hari pertemuan nanti.

Wallohu ‘Alamu