Panpel Muktamar NU ke 34 Terapkan Prokes Yang Ketat Pada Semua Peserta

Panpel Muktamar NU ke 34 Terapkan Prokes Yang Ketat Pada Semua Peserta

Almunawwar.or.id – Menjelang hajatan akbar Muktamar NU ke 34 yang di selenggarakan di provinsi Lampung semua panitia terus melakukan berbagai persiapan guna bisa menyelenggarakan acara tersebut dengan berjalan sukses sesuai dengan yang telah di agenda kan, Termasuk dalam masalah pengetatan dan penerapan protokol kesehatan (Prokes) sebagai antisipasi dini untuk mencegah penyebaran Covid 19 yang memang masih masuk pada masa pandemi.

Tidak hanya terfokuskan pada area tertentu saja penerapan prokes ini di lakukan di beberapa titik yang nantinya menjadi pusat berkumpulnya masa, Dan untuk mencegah hal yang tidak di inginkan terutama dalam masalah pcovid 19 ini Panitia mengadakan pendaftaran peserta lewat daring, Hal ini di lakukan sebagai bentuk keseriusan Panitia dalam menjadikan semua peserta Muktamar ini terbebas dari yang namanya Virus tersebut.

Meskipun saat ini sudah masuk pada masa Vaksinasi dan upaya pencegahan lain yang dilakukan oleh berbagai pihak, tetapi tidak ada salahnya untuk tetap patuh pada peraturan saat ini. Sehingga acara dari mulai awal sampai akhir nanti bisa berjalan lancar dan sukses. Termasuk dari persiapan Mitigasi yang merupakan bentuk dari tanggung jawab Panitia pelaksana dalam mewujudkan hajatan warga Nahdliyah lima tahun sekali ini.

Perlu diketahui Migitasi sendiri merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Sehingga bisa di tarik kesimpulan Mitigasi adalah tindakan berkelanjutan yang diambil untuk mengurangi atau menghilangkan risiko jangka panjang terhadap kehidupan dan properti dari bahaya. dan kebetulan Indonesia saat ini sedang mengalami masa itu.

Sebagaimana yang di lansir dari website resmi NU, “Kita menggunakan fasilitas teknologi ini menjadi langkah untuk menghindari kerumunan,” katanya di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jalan Kramat Raya 164, Jakarta pada Kamis (16/12). Dalam formulir daring, calon peserta akan mengisi data pribadi, riwayat penyakit, obat yang digunakan, vaksinasi, hingga soal data jaminan kesehatan masing-masing. Sebelum memasuki arena, peserta hanya akan mengambil kartu tanda peserta di tempat registrasi yang sudah ditentukan.

Dalam tempat tersebut, dr Fariz juga memastikan akan menggunakan sistem satu jalur masuk dan satu jalur keluar. “Sehingga yang masuk tidak bertemu dengan yang keluar,” ujarnya. Calon peserta juga diwajibkan untuk mengikuti aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, yakni sudah vaksin dan sudah dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap (swab) antigen yang berlaku 1×24 jam atau tes usap PCR yang berlaku 3×24 jam.

Oleh karena itu, dr Fariz mengingatkan peserta agar menyiapkan diri untuk sudah melakukan vaksinasi dan tes usap antigen ataupun tes usap PCR sebelum perjalanan menuju muktamar. Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) itu juga menegaskan bahwa tempat-tempat yang digunakan untuk agenda muktamar ini sudah memenuhi standar kesehatan, mulai dari ventilasi yang cukup hingga hanya diisi oleh 50 persen sampai 70 persen dari kapasitas ruangan.

“Tentu, penerapan prokes juga sangat ditekankan. Karenanya, panitia menyediakan 60 mahasiswa kedokteran yang tergabung dalam Nahdlatul Ulama Medical Student Association (NUMSA) sebagai duta prokes yang ditempatkan di semua lokasi,” terangnya. Mereka akan bertugas mengingatkan peserta dan masyarakat untuk tetap menerapkan prokes, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau cairan sanitas (hand sanitizer) selama berlangsungnya kegiatan.

“Selain itu, ada 120 orang tenaga kesehatan yang berjaga selama berlangsungnya penyelenggaraan Muktamar Ke-34 NU. Jumlah tersebut belum ditambah dengan tenaga kesehatan dari daerah. Di setiap lokasi, ia memastikan terdapat posko kesehatannya. Mereka siap untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Fariz juga menyampaikan bahwa panitia menyediakan call center dan telemedicine untuk keperluan konsultasi. “Kita berharap tidak ada (orang yang mengalami gangguan kesehatan).

Tapi kalaupun ada yang terdampak baik, dari tempat isolasi mandiri sampai rumah sakit, kita sudah siapkan,” katanya. Panitia juga, lanjutnya, menyiapkan fasilitas karantina bagi perwakilan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) yang datang dari luar negeri. Fariz menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Bandar Lampung dan Lampung Tengah yang telah turut serta membantu keberlangsungan acara dengan baik dan lancar, serta aman dan sehat.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id