Pembagian Nafsu Berdasarkan Sifatnya Menurut Keterangan Dalam Alquran

Gambar Pembagian Nafsu Berdasarkan Sifatnya Menurut Keterangan Dalam Alquran

Almunawwar.or.id – Ada kalanya seorang mnasui mempunyai keinginan untuk melakukan dan berubah segala sesuatunya menjadi hal yang ingin lebih di ingkan sesuai dengan ap ayng di maksudkanya, sehingga terdoronglah untuk bisa berbuat sesuatu itu sesuai dengan kehendak dalam hatinya.

Namun ada kalanya apa yang baik menurut kita itu belum tentu baik pula menurut Alloh S.W.T. Dan dari keinginan untuk melakukan hal yang di maksud tersebut merupakan bagian dari gambaran nafsu yang ada dalam diri seorang manusia sehingga ada perubahan baik dan buruknya dampak dari pelaksanaan keinginan itu.

Sebab kadang baik dan kadang pula buruk apa yang menjadi dorongan dan keinginan dalam diri ketika akan berbuat sesuatu tersebut, sangat tergantung sekali pada peletakan dan sumber datangnya dari pada keinginan itu, hingga berbuahlah pada sebuah muara hati yang sesungguhnya.

Dari sinilah ada perubahan dalam diri tersebut adalah bagian dari pada adanya nafsu yang menurut tinjuan agama itu terbagi pada beberapa bagian atau lebih tepatnya pada tujuh bagian nafsu menurut sifatnya.

1.Nafsu Amaroh

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya : “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang”.

Sifatnya : “Dimana Nafsu ini memerintahkan seseorang pd kburukan,dan apabila memerintah pd kebaikan maka hasil akhirnya juga buruk

2. Nafsu Lawamah

وَلَا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

Artinya : “Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)”.

Sifatnya : “Ketika seseorang memerangi nafsu ini & ditekan terus supaya nafsu ini ikut pd suatu yg benar menurut sari’at ,maka seorang pun takkan mampu mengalahkan nafsu ini, Kemudian nafsu ini akan kmbali ke pemiliknya dgn dicela.

3. Nafsu Mulhamah

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

Artinya : “Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya”.

Sifatnya : “Ketika seorang memerangi nafsu ini dgn susah payahnya dan cenderung kepada ridhonya ALLOH swt ,walaupun awalnya nafsu ini memerintah kepada kefasikan, berkah IlhamNYA ALLOH nafsu ini menjadi ketaqwa’an. tanda seseorang memiliki nafsu ini adalah harus mengetahui perkra yang masih samar (Penyakit hati).

4. Nafsu Mutmainnah

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾ وَادْخُلِي جَنَّتِي ﴿٣٠﴾

Artinya : Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.

Dalam kitab tafsir ibnu katsir dijelaskan : Dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah : ” Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku ” Ibnu abbas berkata : ayat tersebut turun dan Abu bakar sedang duduk kemudian berkata : ” wahai Rasululloh, betapa indahnya ini ?”, kemudian Rasul bersabda : ” adapun ayat ini akan dikatakan kepadamu ” (HR Ibnu abi hatim ).

5. Nafsu Rhadiyah

وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya : “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Sifatnya : “Nafsu yg menimbulkn gelora cinta melebur bersama Zat Allah. Ia Hanya memandang & menyaksikan sesuatu bhw tiada suatu yg wujud melainkan wujud Allah semata. Nafsu yg ridho bhw hanya Allah-lah penguasa kerajaan langit & bumi. Dan zikirnya selalu zikir Khafi. Mereka bisa berhubungan dgn seluruh Nabi & Rasul dan para auliya’.

6. Nafsu Mardiyah

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾ وَادْخُلِي جَنَّتِي ﴿٣٠﴾

Artinya : “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.

Sifatnya : “Maka ketika masih tetap memerangi nafsu tdi sehingga hilang Hawa (keinginan) melakukan nafsu & sifat2 yg buruk diganti dgn sifat yg terpuji yaitu dengan ahlak yg datangnya dari ALLOH SWT, esangat berbelas kasih, dermawan dan lain-lain inilah yang dinamakan Mutmainah.

Dan nafsu mutmainah ini akan selalu kembali kepada Alloh SWT dan ini pula awal dari wusul atau makrifat kepada ALLOH SWT, akan tetapi nafsu ini belum sunyi dari suatu yang masih samar seperti Sirik khofi, cinta Kdudukan/pangkat, akan tetapi pula nafsu ini tidak akan bisa di temukan pada orang-orang yang diberi cahaya (Hidayah) oleh Alloh SWT di dalam hatinya, karna yang kelihatan Nafsu ini adalah sifatnya baik seperti sifat dermawan, tawakal, Zuhud (tidak cinta dunia), Wira’i (Sifat yang menghindari dari barang haram, makruh,subhat), juga bersyukur, Sabar menerima apa-apa yang di takdirkan oleh ALLOH SWT dan dibukanya sebagian rahasia2 Ilmunya Alloh SWT juga bisa menjadi WaliyaLLOH.

7.Nafsu Kamilah
Yaitu derajat nafsu yang tertinggi dan yang paling sempurna dan sampailah ke Mukasafah makrifat/mengetahui ALLOH dgn ilmu yaqin Ialah tingkatan langit tertinggi, nafsu yg manjadikan manusia sbg Insan ‘Kamil Mukamil’, yaitu manusia yg sempurna dari yang sempurna.

“Wahai Zat yg membolak- balikan hati, tetapkanlah hati kami dlm agamamu.
(Hadis). Sesungguhnya perjalanan nafsu ini dgn mujahadah (berjuang) dan terus berzikir.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id