Pembelajaran Diri Dari Tiga Tahapan Ramadhan Menurut Rasulullah S.A.W

Pembelajaran Diri Dari Tiga Tahapan Ramadhan Menurut Rasulullah S.A

Almunawwar.or.id – Di bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan ini tentu banyaj cara untuk lebih menjadikan nya sebagai waktu yang tepat dalam memfasilitas nila jiwa sosial seseorang, karena banyak makna yang terkandung dari pada cara kita memahami bulan suci ramadhan ini.

Bisa di katakan bula ramadhan ini adalah bulan di mana jiwa kita terpanggil untuk bisa saling memberi satu sama lain, agar selalu senantiasa mampu membangun jiwa sosial yang tinggi yang tidak lepas dari norma-norma hukum agama tentuny. Sehingga jauh lebih bermakna dan bermanfaat datangnya bulan puasa ini.

Bahkan menurut keterangan menyebutkan bahwa di waktu di bulan ramadhan itu terbagi menjadi tiga tahapan penting yang sarat akan makna terbaik di setiap tahapannya tersebut, meskipun ada yang berpendapat keterangan tersebut termasuk pada hadits dhoif, akan tetapi jika melihat makna yang sesungguhnya itu sangat baik sekali.

Terutama dalam segi pembentukan karakteristik manusia sosial yang bisa peka terhadap keadaan sekitar terutama bagi orang yang membutuhkan uluran tangan kita, sehingga seiring dengan cara pemaknaannya tersebut bisa meraih derajat ketaqwaan sebagaimana yang menjadi hakikat dari pada puasa ramadhan.

1. Yaumur Rahmah, yakni tahapan pembentukan sikap kasih sayang yang secara tidak langsung pengamalan di setiap hari ataupun awa bulan puasa itu bisa menanamkan jiwa sosial yang tinggi mampu merasakan apa yang selama ini di rasakan oleh orang sekitar yang lebih membutuhkan.

2. Yaumul Maghfirah, yaitu tahapan pembentukan sikap Pemaaf,” Dimana setelah melaksanakan sepulluh awal bulan puasa ramadhan tersebut, hadirlah rasa ingin memberikan manfaat sehingga mampu menghantarkan nilai dari maaf yang di berikan oleh Alloh S.W.T kepada hambanya yang berpuasa.

3. Itkum minannar, yaitu tahapan pembentukan sikap peduli sesama, Kasih sayang dan Pemaaf, karena bisa lebih peka lagi dengan apa yang di butuhkan oleh mereka yang sangat membutuhkan pertolongan dan kasih sayang dari pembelajaran pasti pelaksanaan 10 hari akhir di bulan suci ramadhan tersebut

“Sikap-sikap tersebut merupakan sikap sosial yang dapat menghantarkan sebagai pribadi yang mulia di dunia dan akhirat, Lalu bagaimana untuk bisa lebih optimal dalam melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh tersebut, Berikut 6 cara tubuh agar bisa beradaptasi penuh saat berpuasa.

1. Seharusnya, menjelang puasa kita harus mengurangi porsi makan agar tubuh terbiasa dengan makanan dan kalori yang lebih sedikit. Hindari makanan berat, garam, dan gula yang memicu reaksi yang tidak diinginkan dalam tubuh, makan sedikit tapi sehat. Beberapa hari menjelang Ramadhan, biasanya kita berpikir untuk makan apapun yang diinginkan. Asumsinya, mumpung belum Ramadhan maka kita harus makan sepuas-puasnya. Perilaku seperti ini malah akan meningkatkan nafsu makan dan membuat puasa lebih sulit.

2. Mengurangi asupan kafeina. Jika kita pecinta kopi dan ingin menghindari sakit kepala dalam beberapa hari pertama Ramadhan, maka kita harus mulai mengurangi asupan kafeina. Perlu upaya sistematis untuk hal yang satu ini sehingga kita bisa minum kopi tanpa kafeina.

3. Berhenti ngemil. Mulai hari ini, biasakan hanya makan tiga kali –sarapan, makan siang, dan malam. Hindari ngemil di antara keduanya. Selama Ramadhan, kita hanya dapat menikmati dua kali makan utama, sahur dan buka (iftar). Dengan begitu, kita hanya perlu memotong satu makanan saja.

4. Tidur teratur. Selama Ramadhan, gaya hidup kita pasti akan banyak berubah termasuk soal pola tidur. Jadi, kita harus merencanakan pola tidur untuk Ramadhan sesuai dengan jadwal aktivitas. Misalnya, kita memilih untuk tidur lebih awal dari biasanya, dan bangun untuk sahur. Kemudian, menjalani aktivitas sehari-hari dan tidur sebentar pada siang hari. Apa pun pola tidur yang kita pilih untuk diikuti, mulailah menirunya dari hari ini.

5. Mengurangi merokok. Para ‘ahli hisab’ juga harus mulai mengurangi aktivitas merokok pada siang hari menjelang Ramadhan ini. Sehingga mereka mulai terbiasa untuk tidak merokok, utamanya pada siang hari. Biasanya ada beberapa hal buruk yang akan dialami para perokok manakala mereka tidak siap menghadapi bulan Ramadhan. Diantaranya mudah marah, gelisah, tidak sabar, dan sulit berkonsentrasi selama jam-jam puasa.

6. Periksa ke dokter. Jika kita khawatir tidak sanggup puasa karena alasan kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau lainnya, maka kita harus segera periksa ke dokter. Kita bisa tanyakan perihal keamanan kesehatan kita untuk berpuasa.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id