Penjelasan Hikmah dan Rahasia Terkabulnya Doa Jamaah 40 Orang

Penjelasan Hikmah dan Rahasia Terkabulnya Doa Jamaah 40 Orang

Almunawwar.or.id – Masalah dan urusan dikabulkannya doa itu adalah hak prerogatifnya Alloh S.W.T, namun kita sebagai hambanya di tuntut dan diperintahkan untuk bisa menunjukan jati diri seorang hamba yang sangat membutuhkan bimbingan dan karunia dariNya, untuk itu perintahan berdoa itu adalah bagian dari sifat butuhnya seorang hamba tersebut.

Seorang hamba tidak hanya di tuntut dan diperintahkan untuk berdoa saja, namun dari segi pengamalannya pun itu senantiasa dijadikan sebagai washilah ataupun perantara bahkan bisa dikatakan senjata yang mampu menembus batas ruang terkabulnya sebuah doa yang tentunya dijalankan sesuai dengan tata cara berdoa itu sendiri.

Baik yang dilakukan secara sendiri maupun dilakukan secara jama’ah ataupun bersama-sama. Terlebih khusus untuk pelaksanaan berdoa yang dilakukan secara jamaah itu terdapat keistimewaan dan jaminan khusus akan terkabulnya doa tersebut, apalagi jika niat ikhlas dan tulus menyertai setiap panjatan doa itu.

Hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan dan diterangkan secara detail dalam sebuah hadits yang termaktub ataupun tertulis pada sebuah kitab para Ulama salafusholih tentang rahasia di balik terkabulnya orang ataupun jama’ah yang mencapai 40 orang, berikut redaksinya.

(وَلَاتُؤَخَّرُ) الصَّلَاةُ (لِزِيَادَةِ مُصَلِّينَ) لِلْخَبَرِ الصَّحِيحِ أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ وَلَا بَأْسَ بِانْتِظَارِ الْوَلِيِّ عَنْ قُرْبٍ مَا لَمْ يُخْشَ تَغَيُّرُ الْمَيِّتِ تَنْبِيهٌ شَمِلَ كَلَامُهُ صُورَتَيْنِ إحْدَاهُمَا إذَاحَضَرَ جَمْعٌ قَلِيلٌ قَبْلَ الصَّلَاةِ لَا يُنْتَظَرُ غَيْرُهُمْ لِيَكْثُرُوانَعَمْ قَالَ الزَّرْكَشِيُّ وَغَيْرُهُ إذَا كَانُوا دُونَ أَرْبَعِينَ فَيُنْتَظَرُ كَمَالُهُمْ عَنْ قُرْبٍ لِأَنَّ هَذَا الْعَدَدَ مَطْلُوبٌ فِيهَاوَفِي مُسْلِمٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ يُؤَخِّرُ الصَّلَاةَ لِلْأَرْبَعِينَ قِيلَ وَحِكْمَتُهُ أَنَّهُ لَمْ يَجْتَمِعْ أَرْبَعُونَ إلَّا كَانَ للهِ فِيهِمْ وَلِيٌّ وَحُكْمُ الْمِائَةِ كَالْأَرْبَعِينَ كَمَا يُؤْخَذُ مِنْ الْحَدِيثِ الْمُتَقَدِّمِ

Artinya: “Menjalankan sholat karena bermaksud untuk menambah jama’ah, karena ada hadits yang menerangkan bahwa “Bersegeralah untuk mengurus mayit dan jangan sampai menunggu wali ataupun pihak keluarga selagi tidak ada perubahan pada mayit tersebut, dan jangan mengurusi mayyit tersebut, himbauan dari ucapan tersebut terdapat dua gambaran, salah satunya adalah dimana-mana hadir jama’ah lebih sedikit sebelum sholat jenazah itu dilakukan, maka jangan menunggu bagi bai yang lainnya agar terkumpul jamaah yang banyak, begitu juga dengan perkataan ulama Azzarkasyi dan yang lainnya yang berkata: “Dimana-mana ada dan terbukti jamaah tersebut kurang daripada 40 orang, maka sebaiknya menunggu sampai 40 orang dari kerabat untuk menyempurnakannya, karena sesungguhnya hal itu merupakan bilangan yang dianjurkan. Diriwayatkan pula dalam sebuah hadits ibnu Abbas ” Sesungguhnya mengakhirkan sholat karena menunggu sampai bilangan 40 jamaah, sebab hikmah daripada itu adalah “sesungguhnya tidak terkumpul sampai 40 jama’ah terkecuali Alloh mengirimkan seorang wali di dalamnya, begitu juga jika bilangan tersebut sampai 100 orang sama saja dengan hikmah yang terdapat pada jama;a’ah 40 orang, sebagaimana yang telah di riwayatkan pada hadits-hadits terdahulu.

Dari keterangan tersebut bisa di mafhumi dan di pahami bahwa terdapt sebuah redaksi kalimah yang perlu di jelaskan secara detail dan lebih fokus yaitu:

وَفِي مُسْلِمٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ يُؤَخِّرُ الصَّلَاةَ لِلْأَرْبَعِينَ قِيلَ وَحِكْمَتُهُ أَنَّهُ لَمْ يَجْتَمِعْ أَرْبَعُونَ إلَّا كَانَ للهِ فِيهِمْ وَلِيٌّ وَحُكْمُ الْمِائَةِ كَالْأَرْبَعِينَ كَمَا يُؤْخَذُ مِنْ الْحَدِيثِ الْمُتَقَدِّمِ

Artinya: “Dalam kitab Shahih Muslim, terdapat riwayat dari Ibn Abbas, bahwa sungguh beliau menunda shalat jenazah karena menanti jumlah jamaah 40 orang. Disebutkan hikmahnya adalah tiada berkumpul 40 orang jamaah melainkan salah seorangnya adalah wali Allah. Dan hukum 100 orang sama dengan 40 orang, seperti kesimpulan yang diambil dari hadits tadi”.

Adapun sebuah keterangan yang beredar bahkan lebih di kenal oleh masyarkat luas seperti berikut di bawah ini.

لا يجتمع أربعون رجلا في أمر واحد إلا استجاب الله تعالى لهم حتى لو دعوا على جبل لأزالوه

Artinya: “Tidaklah berkumpul empat puluh orang dalam satu perkara kecuali Allah akan mengabulkan doa untuk mereka sampai seandainya mereka berdoa kejelekan untuk gunung niscaya mereka akan menghancurkan gunung tersebut ”

Kalimat ini tidak ditemukan di kitab-kitab hadist yang dikenal, akan tetapi justru hadist ini didapatkan di kitab kaum Syiah yang berjudul Ad-da’awat karangan Quthbuddin Ar-Rawandi (1/41), itupun tanpa sanad. Adapun keutamaan do’a dari 40 orang dalam kitab kitab hadits dan fiqih mu’tabaroh, adalah seperti dalam masalah “mensholati mayit” sebagaimana termaktub dalam Mughni al-Muhtaj yang redaksinya sudah dijelaskan di atas tadi.

Kesimpulannya adalah kita semua sebagai kaum awwam dan hamba yang dhoif tentunya sangat mengharapkan bimbingan dan lindungan dari Alloh S.W.T, dengan senantiasa melaksanakan perintahannya yang tersirat pada perintahan doa tersebut.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com