Penjelasan Rukun Khutbah dan Syarat Syarat Menjadi Khotib

Penjelasan Rukun Khutbah dan Syarat Syarat Menjadi Khotib

Almunawwar.or.id – Khutbah yang merupakan bagian terpenting dalam melakukan sebagian ibadah terutama dalam sholat jumat dan sholat iedain tentunya memiliki ketentuan yang terdapat didalamnya, Diantaranya penjelasan dari rukun khutbah dan syarat menjadi khotib itu sendiri.

Dua bagian terpenting ini yakni rukun dan syarat adalah sesuatu yang paling berpengaruh dalam melaksanakan sebuah pengamalan ibadah terutama dalam kajian fiqih. Karena jika kedua-duanya tidak bisa dilkasanakan dengan sempurna, maka amalan ibadah tersebut hukumnya tidak syah.

Itu artinya kita sebelum memulai untuk melakukan amalan apa saja harus tahu syarat dan rukunnya yang pastinya pula Niat juga sudah terdapat didalamnya. Berlandaskan dari itu maka berikut penjelasan penting tentang rukun khutbah dan syarat menjadi khotib menurut madzhab Imam Syafi’i.

Pada kitab Fathul Qorib dijelaskan bahwa rukun khutbah itu terdapat lima bagian penting dengan redaksinya sebagai berikut:

وأركان الخطبة خمسة: حمد الله تعالى، ثم الصلاة على رسول الله – صلى الله عليه وسلم -. ولفظهما متعين، ثم الوصية بالتقوى، ولا يتعين لفظها على الصحيح، وقراءة آية في إحداهما، والدعاء للمؤمنين والمؤمنات في الخطبة الثانية. ويشترط أن يُسمِع الخطيبُ أركانَ الخطبة لأربعين تنعقد بهم الجمعةُ

Artinya: ” Adapun rukun khutbah itu terdapat lima rukun yang pertama membaca hamdalah di khotbah pertama dan dua, selanjutnya membacaa sholawat pada khotbah pertama dan kedua, selanjutnya wasiat takwa, dikhotbah pertama dan dua, selanjutnya membaca ayat alqur’an disalah satu dari khotbah awal/ yang kedua dan yang kelima adalah doa untuk orang2 mukmin di khotbah yang kedua. Disyaratkan pula kelima rukun khutbah itu harus bisa di dengar oleh jama’ah sidang jumat yang 40 orang tersebut.

Adapun penjelasan tentang syarat menjadi seorang khotib itu sebagaimana yang dijelaskan pada kkitab-kitab Fiqih khususnya menurut Imam Syafi’i yang ada pada kitab Al-Fiqh alaa Madzaahib al-Arba’ah I/610 itu redaksinya sebagai berikut:

ر العورة في الخطبتين : أن يخطب واقفا إن قدر فإن عجز صحت الخطبة من جلوس أن يجلس بين الخطبتين بقدر الطمأنينة فلو خطب قاعدا لعذر سكت بينهما وجوبا بما يزيد عن سكتة التنفس وكذا يسكت بينهما إن خطب قائما وعجز عن الجلوس أن يجهر بحيث يمكنه أن يسمع الأربعين الذين تنعقد بهم الجمعة أركان الخطبتين أن يكون الأربعون سامعين ولو بالقوة أن تقعا في مكان تصح فيه الجمعة أن يكون الخطيب ذكرا أن تصح إمامته بالقوم أن يعتقد الركن ركنا والسنة سنة إن كان من أهل العلم وإلا وجب أن لا يعتقد الفرض سنة وإن جاز عكس ذلك

Artinya : “Kalangan Syafi’iyyah berkata bahwa syarat-syarat menjadi seorang khotib itu terdiri dari:
1. Suci dari dua hadats dan najis yang tidak dima’fu (diampuni)
2. Menutup auratnya dalam dua khutbah
3. Khutbah dengan berdiri bila mampu dan duduk diantara dua khutbah sekedar ukuran thuma’ninah, bila ia khutbah denga duduk karena danya udzur maka pisahkan khubah dengan diam seukuran melebihi dari diamnya orang mengambil nafas begitu juga pisahkan dengan diam bila ia mampu berdiri saat khutbah tapi tidak mampu duduk diantara kedua khutbahnya
4. Mengeraskan khutbahnya sekira dapat didengarkan oleh jamaah jumah 40 orang yang dapat menjadikan terhitungnya keabsahan jumat…
5. Laki-laki
6. Sah menjadi imam shalat bagi suatu kaum
7. Meyakini rukun dalam khutbah menjadi rukun dan sunahnya menjadi sunnah bila ia memiliki pengetahuan bila tidak asalkan tidak meyakini wajibnya khutbah menjadi sunnah.

Begitu pula penjelasan mengenai syarat khutbatain atau dua khutbah sebagaimana yang dijelaskan pada matan Safiinah an-Najaah I/8 dengan redaksinya sebagai berikut:

(فصل) شروط الخطبتين عشرة : الطهارة عن الحدثين الأصغر والأكبر والطهارة عن النجاسة في الثوب والبدن والمكان وستر العورة والقيام على القادر والجلوس بينهما فوق طمأنينة الصلاة والموالاة بينهما وبين الصلاة وأن تكون بالعربية وأن يسمعها أربعون وأن تكون كلها في وقت الظهر

Artinya: Syarat-syarat khutbah itu adalah
1. Suci dari dua hadats baik kecil maupun besar
2. Suci dari najis baik pakaian, badan dan tempatnya
3. Menutup aurat
4. Berdiri bagi yang mampu
5. Duduk diantara dua khutbah seukuran melebihi thuma’ninahnya shalat
6. Terus-menerus diantara dua khubah dan diantara shalat
7. Berbahasa arab
8. Diperdengarkan 40 orang
9. Semua khutbahnya diwaktu dhuhur

Keterangan-keterangan mengenai ibadah khutbah dan hal-hal yang berkaitan dengan khutbah tersebut merupakan kajian penting untuk dketahui oleh semua umat islam. Meskipun masih terdapat perbedaan dari kalangan Imam madzhab yang empat, tetapi semua itu sudah berlandaskan dalil-dalil yang kuat sehingga tidak perlu dipermasalahkan apalagi diperdebatkan.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com