Penjelasan Singkat dari Perbedaan Amil Jar Pada Surat At Taubah Ayat 60

Penjelasan Singkat dari Perbedaan Amil Jar Pada Surat At Taubah Ayat 60

Almunawwar.or.id – Pada ketentuan konteknya i’rob atau harkat yang ada ada sebuah kaimah bahasa arab itu kadang berubah kadang pula berbeda dengan yang seharusnya sesuai dengan kedudukan, Karena dalam bahasa arab itu antar satu kalimah dengan kalimah lainnya itu sangat berkaitan termasuk dalam segi pembacaan dan peletakan kalimah tersebut. Sehingga sangat perlu untuk di perhatikan betul alasan dan ilmu yang ada kaitannya dengan masalah tersebut yaitu ilmu nahwu.

Ilmu nahwu sendiri merupakan sebuah prospek ilmu yang membedah pada tujuan dari pada kaimah bahasa arab, Bahkan perpaduan ilmu-ilmu literasi bahasa arab seeprti ilmu nahwu, balaghoh dna ilmu ma,ani itu bisa memperjelas arti dan tujuan dari sebuah kalimah yang menjadi perdebatan antara beberapa golongan atau dalam ayat-ayat Mutasyabihat dalam Alquran. Sehingga diketahui arti dan tujuan dari kalimah tersebut.

Ataupun ketidakbiasaan sebuah kalimah yuang memang seharusnya di baca sesuai dengan tarkib i’rob kalimah sebelumnya, namun ini tidak sama dengan yang seharusnya. Nah permasalah ini salah satu contohnya terdapat pada sebuah ayat dalam Alquran yaitu surat Attaubah ayat 60. Dimana pertanyaan seperti mengapa antara lafadz fuqoro’ dan riqob huruf jernya berbeda, terus antara lafadz riqob dan sabilillah itu huruf jer-lnya sama koq ditulis lagi tidak langsung di-‘athofkan? Berikut penjelasan singkatnya.

إنما الصدقات للفقراء والمساكين والعاملين عليها والمؤلفة قلوبهم وفي الرقاب والغارمين وفي سبيل الله وابن السبيل فريضة من الله والله عليم حكيم

Huruf jer-nya berbeda karena bertujuan memberitahukan bahwa mereka lebih tetap dalam kepantasan mendapatkan sedekah daripada orang orang yang disebut sebelumnya. Sedangkan pengulangan huruf jer “fii” dalam kalimat fii sabilillah wabnis sabiil menunjukkan bahwa keduanya lebih utama diunggulkan daripada riqob dan ghorimiin.

– Tafsir Al-Kassyaf (3/60-61) :

فإن قلت: لم عدل عن اللام إلى “في” في الأربعة الأخيرة ؟
قلت: للإيذان بأنهم أرسخ في استحقاق التصدق عليهم ممن سبق ذكره; لأن “في” للوعاء، فنبه على أنهم أحقاء بأن توضع فيهم الصدقات، ويجعلوا مظنة لها ومصبا، وذلك لما في فك الرقاب من الكتابة أو الرق أو الأسر، وفي فك الغارمين من الغرم من التخليص والإنقاذ، ولجمع الغازي الفقير أو المنقطع في الحج بين الفقر والعبادة; وكذلك ابن السبيل جامع بين الفقر والغربة عن الأهل والمال، وتكرير “في” في قوله: وفي سبيل الله وابن السبيل : فيه فضل ترجيح لهذين على الرقاب والغارمين

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id