Pentingnya Sanad Ilmu Dalam Agama Dengan Kajian “Bacalah ayat ayatNya”

Pentingnya Sanad Ilmu Dalam Agama Dengan Kajian Bacalah ayat ayatNya

Almunawwar.or.id – Memang sangatlah penting mengetahui asal muasal datangnya ilmu tersebut agar tidak bisa dikategorikan sesat apalagi menyesatkan. Atau dalam bahasa agama di sebut dengan sanad (hubungan antara satu guru denga guru lainnya) Apalagi jika seorang guru itu mursyid.

Sebab jika tidak diketahui asal dan sumber datangnya ilmu tersebut, sangat di khawatirkan adanya perbedaan ataupun salah faham dalam menjabarkan ilmu tersebut, agar semua masyarkat awam tahu bahwa limu yang diterimanya itu berdasarkan dalil yang di ambil dari sumber yang shahih.

Maka dalam hal ini kita sebagai manusia yang telah di beri kesempurnaan akal dan fikiran seyogyanya harus lebih peka dan bisa menjabarkan dengan detail maksud dan tujuan sebuah hal yang memang selama ini menjadi sorotan banyak publik khususnya yang ada dalam bidang keagamaan.

Adalah pembatasan, kemampuan daya nalar dan lain sebagainya adalah belenggu kreatifitas, hanya akan mengungkung umat dari persoalan yang makin mengglobal. Kata dan opini tidak perlu lagi adalah vonis yang salah, buat apa manusia sekarang di beri akal, fikiran dan otak jika hanya jadi hiasan biar di sebut ‘manusia’.

Oleh karena itulah seseorang yang mengetahui akan pentingnya sebuah kedudukan masalah pastinya lebih berhati-hati dalam memberikan fatwanya, jangan sampai merugikan orang lain apalagi sampai menyesatkan orang lain karena sesungguhnya itu perbuatan yang di cela oleh Agama.

Maka jangalah mencoba memberikan sebuah penerangan yang sesuai dengan kehendak, kemauan dan kepentingan sesuatu yang di maksud. Sebab itu justru akan menjadi bumerang pada dirinya yang sewaktu-waktu justru akan menjerumuskan pada sesuatu yang di takuti oleh dirinya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan”. (HR. Ahmad)

Sebab Kesepakatan ulama, tidak pernah ada dalil kuat yang mengatakan itu bersifat final dan mengikat serta tidak perlu lagi dipertanyakan. Sehingga sangat wajar apabila muncul pertanyaan di tengah-tengah publik tentang Apakah tidak bakal ada lagi ulama modern yang pemikirannya menyamai atau melebihi 4 imam mujtahid mutlak?

Atau apakah anda mendahului sunnatullah, bagaimana jika Allah berkehendak dan itu pasti? Hanya orang-orang yang terbuai dan terpaku dengan ‘zona nyaman’ yang menolak perubahan dan pemikiran baru tentang islam selama tidak bertentangan dan sejalan dengan Al Qur’an.

Bahkan dalam keterangan hadits lainnya menerangkan akan ancaman terhadap seseorang yang menafsirkan ayat Alquran sesuai dengan pemikirannya dengan redaksi sebagai berikut:

Dari Ibnu Abbas ra Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda…”Barangsiapa yg berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia menyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka” (HR.Tirmidzi).

Tentu ini merupakan sebuah teguran bagi orang-orang yang beriman dan mengerti akan kedudukan sebuah hukum tersebut, apalagi hukum itu berkaitan ataupun berhubungan langsung dengan Alquran, maka sudah sepatutnya lebih berhati-hati dalam memberikan penjelasan tentang fatwa sebuah masalah hukum.

Akan kiranya dari itu, maka penting sekali mengetahui silsilah ataupun hubungan yang kuat dalam kata lain sebagai sanad ilmu agar tidak terjadi kesembrawutan, baik yang di jelaskan secara umum maupun yang langsung bisa di terima oleh masyarakat awwwam.

Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan “tiada ilmu tanpa sanad”. Begitu juga dengan Al-Hafidh Imam Attsauri rahimullah mengatakan “Penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan orang yang ingin naik ke atap rumah tanpa tangga”

Bahkan Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy , quddisa sirruh (Makna tafsir QS.Al-Kahfi 60) ; “Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan” Tafsir Ruhul-Bayan Juz 5 hal. 203

Oleh sebab itulah sanad ilmu atau sanad guru itu sama pentingnya dengan sanad hadits, Sebab sanad hadits adalah otentifikasi atau kebenaran sumber perolehan matan/redaksi hadits dari lisan Rasulullah.

Sedangkan Sanad ilmu atau sanad guru adalah otentifikasi atau kebenaran sumber perolehan penjelasan baik Al Qur’an maupun As Sunnah dari lisan Rasulullah. Sebagaimana yang telah di gariskan oleh Baginda Rasululloh S.A.W.

“Sampaikan dariku sekalipun satu ayat dan ceritakanlah (apa yang kalian dengar) dari Bani Isra’il dan itu tidak apa (dosa). Dan siapa yang berdusta atasku dengan sengaja maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka” (HR Bukhari)

Hakikat hadits tersebut adalah kita hanya boleh menyampaikan satu ayat yang diperoleh dari orang yang disampaikan secara turun temurun sampai kepada lisannya Sayyidina Muhammad bin Abdullah Shallallahu alaihi wasallam.

Maka dari itu sangat penting sekali mengetahui tentang sanadnya sebuah ilmu, sebab kita bisa memahami Al Qur’an dan As Sunnah berdasarkan apa yang kita dengar dari apa yang disampaikan oleh ulama-ulama terdahulu yang tersambung dengan lisannya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Dan inilah yang dinamakan bertalaqqi (mengaji) dengan ulama bersanad ilmu atau bersanad guru tersambung kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Agar tidak adanya saling salah menyalahkan apalagi saling sesat menyesatkan karena itu adalah hal yang di murkai oleh Alloh S.W.T.

Demikianlah kajian ilmu tentang sangat pentingnya kita sebagai umat yang awwam untuk mengetahui sanad sebuah ilmu yang tersambung langsung kepada Rasululloh S.A.W. Sehingga kita semua termasuk pada orang-orang yng dikehendaki oleh Alloh S.W.T sebagai Ulul Albab.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com