Peran dan Tantangan Pemuda Dalam Menghadapi Tantangan di Era Milenial Industri

Peran dan Tantangan Pemuda Dalam Menghadapi Tantangan di Era Milenial Industri

Almunawwar.or.id – Adanya peran aktif dari semua orang yang memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi terhadap apa yang terjadi dan berkembang saat ini itu merupakan salah satu cara dari pada penerkaan dalam menindaklanjuti kepastian dari pada cara tepat dalam menanggulangi hal-hal yang mungkin kurang terkoneksi..

Terlebih khusus bagi para generasi emas anak bangsa dan agama yang dalam hal ini adalah pemuda dalam menyikapi masa modern seperti sekarang ini, karena memang tidak menutup kemungkinan semakin berkembangnya industri di jaman mileneal seperti sekarang ini tidak menutup kemungkinan pula peluang untuk berexplorasi.

Selain memiliki daya pemikiran yang lebh peka terhadap dampak dari kemajuan teknologi saat ini, secara mindset pula di tuntut dan di haruskan untuk lebih selektif lagi dalam mengolah dampak dari canggihnya teknologi yang merambat ke dalam berbagai segmen.

Terutama dalam bidang teknologi informasi saat ini, dimana secara selektif dari mindset yang terbaik yang di dapatkan oleh para pemuda itu akan mengarahkan dan juga membuahkan sebuah sikap yang lebih real dan dapat di terima dan di cerna oleh semua kalangan.

Yang dalam hal ini tidak hanya terxploitasi saja, namun bisa jauh memberdayakan apa yang seharusnya di publikasikan dan lebih memfilter hal-hal yang mungkin saja bisa membuat asumsi publik lebih mengarah dari penerimaan sesuatu hal yang kurang mengenakan (kondusif).

Dalam konteks “pemuda sebagai harapan bangsa”, sisi kuantitas pemuda yang besar ini nanti harapannya bisa dibarengi dengan sisi peningkatan kualitas pemuda. Artinya, dengan melimpahnya jumlah pemuda kita saat ini yang begitu besar tidak akan bernilai apa-apa jika kualitas pemuda yang mandiri, kreatif, berkarya, mandiri, profesional, serta berakhlak tinggi.

Sehingga pemuda-pemuda yang diharapkan bangsa–bila disederhanakan adalah pertama kehadirannya tidak menimbulkan suatu problem baru. Kedua hadirnya pemuda ini bisa menjadi salah satu solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat.

Selain itu, era industri menuntut kita agar semakin mawas diri dalam menghadapi perubahan –perubahan yang ada, baik itu perubahan dalam konteks teknologi atau juga sosial. Tantangan terbesar bagi pemuda saat ini adalah bagaimana pemuda memanfaatkan semua resources yang ada untuk meningkatkan jati diri, kualitas diri, kompetensi diri.

Daya kreatifitas, dan inovasi dan kemandiriannya agar bisa lebih strange dalam menghadapi perubahan dan perkembangan zaman yang semakin hari semakin menuju persaingan yang sangat ketat. Sehingga tidak hanya bekerja saja tapi perlunya bekerja cerdas khususnya dalam memanfaatkan teknologi.

Karena dalam perkembangan teknologi digital mengisyaratkan adanya suatu kompetisi antara kecepatan dan kelambatan. Siapapun yang bergerak lebih cepat, akan tegak sebagai pemenang. Sehinga orang tidak hanya sekedar bekerja. Namun harus lebih bekerja keras.

Pemuda dinilai memiliki kapasitas sebagai roda penggerak utama pembangunan masyarakat. Sebab pemuda dapat diandalkan sebagai roda penggerak yang bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan dan perkembangan baru masyarakat era digital dengan kreativitas dan inovasinya.

Tidak bisa kita pungkiri akibat peran teknologi semakin lama semakin besar dalam peran sosial. Salah satu contoh yang paling konkret adalah timbulnya pengangguran terbuka akibat perampingan sumber daya manusia dalam dunia kerja. Ini adalah satu efek negatif yang tentu akan kita rasakan meskipun tidak dalam waktu dekat ini. Tapi dalam jangka panjang para generasi pemuda dituntut harus responsif dan inovatif.

Dalam artian sudah seyoganya kepekaan yang berbuah pada kepedulain tersebut sekarang ini juga haruslah di jadikan sebagai landasan dalam mengolah informasi, menstabilkan kekeruhan suasana juga dari pemberdayaan dalam mengolah alur daripada berkembangnya informasi tersebut.

Sehingga terciptalah ruang khusus dalam melahirkan re generasi pemuda di masa yang akan datang yang tidak hanya sebagai tunas harapan bangsa ini, namun kelak nanti akan menjadi seorang pemimpin yang mampu mengedepepakan kepentingan umum dan di bangun dari nilai kesetaraan antar semua sesama dan golongan.

Dalam sisi pengembangan sumber dayanya juga harus dibarengi dengan tingkat moralitas yang baik. Para pemuda harus bisa membedakan manak yang haq dan mana yang bathil sehingga memiliki jiwa moralitas yang tinggi utamanya dalam bersikap di masyarakat.

Harapan besarnya, para generasi pemuda ini tidak cenderung menyukai dengan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) apabila membaur utamanya dengan masyarakat. Sebagai pemuda, harus menunjukkan pengabdian yang baik terhadap bangsa dan negara dibarengkan dengan moralitas yang tinggi.

Konteks “moralitas yang tinggi” ini pada intinya adalah berbiara mengenai akhlak. Akhlak adalah suatu ukuran harga diri seseorang dalam hidupnya. Karena dengan akhlak yang baik akan menunjukkan kepribadian yang baik dan kepribadian yang baik implikasinya pada kemuliaan hidup.

Harta yang banyak tidak menjadi jaminan mulia tidaknya seseorang, begitu juga dengan jabatan. Karena harta, jabatan yang dianggap kedudukan hanya sebuah fitnah.

Muara kemuliaan itu sesungguhnya karena akhlak yang baik. Siapapun seseorang dan dari manapun asalnya yang paling mulia adalah yang paling baik akhlaknya. Rasulullah SAW bersabda : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR Tirmidzi).

Karena memang berangkat dari nilai moral yang mulia tersebut itu menunjukan kualitas dari jiwa dan sumber daya seorang pemuda yang beriman, bertaqwa dan menjunjungi tinggi terhadap nilai-nilai nasionalisme untuk tetap berperang aktif demi kepentingan dan kemajuan bersama.

Semakin besar peluang yang di dapat dalam memanfaatkan teknologi saat ini, maka semakin besar pula peran pemuda dalam menentukan masa depan baik dirinya maupun bagi kepentingan orang banyak, sebab di tangan pemuda lah peran tersebut berada dan di dapatkan.

Dalam hal pemuda yang berakhlak baik tentu tidak jauh dari asas dasar ideologis negara kita yakni pancasila. Salah satu poin yang mendalam dalam asas pancasila yakni mengutamakan rasa persatuan, kebersamaan dan keadilan sosial.

Karena tidak bisa kita pungkiri ada akibat negatif dari penggunaan teknologi oleh pemuda. Sehingga bagaimana kita menerapkan asas – asas persatuan, kebersamaan, dan keadilan sosial kedalam karakter pemuda sekarang.

Salah satunya dengan diberikan stimulus – stimulus program pada generasi pemuda zaman saat ini. Misalnya, mengadakan program pemuda percontohan atau kegiatan bela negara dengan kawasan atau daerah yang dianggap wawasan nasionalismenya rendah. Semua kegiatan ini bisa diarahkan pada generasi pemuda saat ini. Tentu akan berefek signifikan pada rasa kecintaan pemuda terhadap bangsa ini.

Konsekuesi dari pemuda pula tentunya sangat di harapkan oleh banyak orang terutama bagi para pendiri negara indonesia tercinta ini dan para pejuang agama ini khususnya dalam menjaga dan memelihara keutuhan, kerukunan dan juga persatuan kesatuan semua golongan yang semuanya tergantung terhadap pola penyikapan seorang pemuda.

Semoga pemuda sebagai harapan agama dan negara lebih real lagi dalam meghadapi tantangan besar di masa-masa berkembang dan canggihnya teknologi yang merambat ke seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, sekaligus menjadi garda terdepan dalam membangun kestabilan pada semua bidang.

Terlebih tidak lepas dari nilai-nilai panji islam sebagai pemegang teguh dalam mewujudkan semua harapan, cita-cita yang selama ini sangat di nantikan oleh semua kalangan. Sebab pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang.

Wallohu A’lamu bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
halaqoh.net