Perbedaan Bacaan Qolqolah Hurup Dzal Bertemu Huruf Dhodz Dalam Qiroah Sab’ah

Perbedaan Bacaan Qolqolah Hurup Dzal Bertemu Huruf Dhodz Dalam Qiroah Sab'ah

Almunawwar.or.id – Terkadang sebuah ketentuan itu bisa berubah dalam segi pembacaan, Dimana lapadz yang seharusnya di baca sesuai dengan kaidahnya itu dalam masalah seperti ini ada perbedaan atau ikhtilaf. Lebih tepatnya pada kajian ilmu tajwid yang merupakan salah satu ilmu tata bacaan Alquran sesuai dengan dasar hukum yang di terapkan pada ilmu tajwid itu sendiri agar bacaan Alquran tidak hanya bagus secara lapadz namun indah ketika di bacakan.

Salah satu kaidah yang ada dalam ilmu Tajwid adalah adanya Qolqolah (pantulan) yang di miliki oleh lima hurup Hijaiyah yaitu huruf Qhop, Tho, Ba, Jim dan huruf dal, Dimana yang di maksud dengan pantulan disini adalah sekira huruf yang kelima tadi di sukunkan, maka ketika di bacanya harus ada pantulan baik kecil yang di sebut dengan qolqolah sughro ataupun pantulan yang besar yang disebut dengan qolqolah qubro.

Namun ketetapan pantulan tersebut rupanya tidak semua bisa di baca seperti itu, terkadang ada bacaan alquran yang seharusnya di baca qolqolah namun dalam hal ini ada sedikit perbedaan menurut qiorah sab’ah jika misalnya hurup dzal sukun bertemu dengan hurup dhod seperti yang ada pada lapadz “Faqod Dolla”, apakah ini harus di baca qolqolah atau sebaliknya. Berikut penjelasan singkatnya.

Jika mengikuti Riwayat imam ‘Ashim dari imam Hafsh maka dal sukun bertemu dhod harus dibaca qolqolah sughro huruf dal nya (izhar kan hurf dal nya). Sementara menurut riwayat imam Warsy harus di-idghomkan (batal qolqolah hurf dal nya). Jadi mau idgham silahkan, mau idzhar silahkan, yang penting ngerti dasarnya, dan mengikuti guru ngaji Al-Qur’annya. Sebagai salah satu referensinya kita lihat sekaligus kaji keterangan yang ada pada At-Tibyan fi Ahkami Tilawatil Kitabil Mubin :

االتبيين في أحكام تلاوة الكتاب المبين / ٢٧٥-٢٧٤
رابعا ; أحكام الدال الساكنة ~ الدال من حروف القلقلة (قطب جد) ولا بد من قلقلتها إذ جاءت ساكنة.
وللدال الساكنة عند التقائها بحرف بعدها حكمان ;
الأول ~ إدغام الدال الساكنة -بلا غنة- إذا جاء بعدها تاء نحو ; (قدتبين)، وتلفظ هك
ذا ; (قتبين) ، و(ومهدت) و تلفظ هكذا (ومهت) ٠
الثانى ; إظهار الدال الساكنة عند بقية الحروف ;
تظهير الدال الساكنة عند بقية الحروف٠
فائدة ; عند ورش ~ تدغم الدال في الضاد ، و تدغم الدال في الظاء ، نحو ;
– (فقد ضل) البقرة : ١٠٨ ، وتلفظ هكذا : (فقضل).
– (فقد ظلم) البقرة : ٢٣١ ، وتلفظ هكذا : (فقظلم).

Keterangan di atas menerangkan bahwa Huruf Dal sukun itu termasuk pada hukum Qolqolah jika hurup dal tersebut di sukunkan, Dan untuk hukum selanjutnya mengenai huruf dzal jika di sukun kan dan bertemu hruup sesudahnya itu ada dua hukum:

1. Idzgom, Sekira huruf dal sukun di idgomkan (dimasukan pada hurup depannya tanpa memakai gunnah, jika hurup sesudahnya itu adalah huruf TA seperti yang ada pada lapadz (قدتبين) sekira di baca قتبين ataupun yang ada pada contoh lapadz ومهدت sekira di baca ومهت.

2. Idhar, Sekira huruf Dal sukun itu di idhar kan (jelas) dalam pembecaannya, yaitu jika hurup dzal tersebut bertemu dengan hurup hijaiyyah selain huruf TA.

Tetapi kalau menurut Imam Waros jika dal sukun bertemu dengan huruf dhod dan huruf Dho itu di dalam segi bacaannya itu di idghomkan seperti yang ada pada salah satu contoh ayat yang terdapat pada surat Al baqoroh ayat 108 فقضل yang asalnya itu lapadz فقد ضل. Atau contoh lain seperti pada surat Albaqoroh ayat 231 lapadz فقد ظلم yang di baca menjadi فقظلم. Itulah salah satu penjelasan singkat tentang hukum qolqolah huruf dzal jika bertemu dengan huruf Dhod dan huruf Dho.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id