Produsen Atau Konsumen, Dua Makna Bagi Santri di Era Pesatnya Teknologi

Produsen Atau Konsumen, Dua Makna Bagi Santri di Era Pesatnya Teknologi

Almunawwar.or.id – Pentingnya memaknai akan semakin berkembang pesatnya dunia sains dan teknologi saat ini yang mengakar pada sisi hidup dan kehidupan ini, tidak terkecuali bagi para santri selama ini yang memang masih banyak beranggapan hanya pendidikan non formal saja yang di enyam oleh penerus perjuangan para Ulama tersebut.

Dimana peran santri memang sangat di butuhkan sekali baik itu untuk lingkungan setempat maupun untuk keemaslahatan dan kemanfaatan umum, Sehingga kualitas ketika saat mengenyam pendidikan itu sangat menentukan sekali arah dan tujuan dari pada pemukiman nantinya.

Di sadari ataupun tidak, kebutuhan akan dunia teknologi yang menopang terhadap kemajuan dan kebutuhan baik formal maupun non formal bagi setiap manusia itu sangat penting sekali memaknai akan manfaat dari pada pesatnya dunia teknologi tersebut untuk kemaslahatan umat tentunya.

Nah dari sinilah kita seyogyanya harus bisa menjadikan momen ini sebagai bagian untuk perkembangan dan kemajuan islam tentunya, terutama dalam mencetak kaderisasi islam yang lebih moderat dan mampu mengendepankan kepentingan umat dan kemaslahatannya.

Sehingga dua titik yang terdapat pada hasil imbuhan pengembangan dan pembelajaran teknologi ini bisa di jadikan literisasi yaitu pilihan untuk jadi Produsen ataupun untuk konsumen, yang kedua-duanya sangat penting sekali untuk di maknainya tersebut.

Sebab banyak peran penting yang bisa di dapatkan dan di manfaatkan dari kemajuan teknologi tersebut yang bisa membuka nilai positif dan kemaslahatan umat, seperti di buat sebagai developer, publisher, analis data, programmer, ahli jaringan, buzzer, brand ambassador, dan sejumlah profesi lainnya yang terkait dengan teknologi.

Hal inilah yang sangat berkesinambungan sekali terhadap pembelajaran pasti akan nilai sebuah peran dunia santri di tengah-tengah era digital yang semakin maju dan berkembang ini. Dengan pemahaman yang lebih real sesuai dengan konstitusi dan ajaran agama tentunya.

Di samping itu juga sangat penting sekali dukungan secara penuh dari pihak terkait dalam hal ini Pemerintah yang sampai dengan saat ini telah menunjukan peran dan wewenangnya terhadap kemajuan, kesejahteraan juga perkembangan dunia pendidikan pondok pesantren khususnya bagi santri sendiri.

Dan alhamdulillah peran dan dukungan tersebut sudah terbukti nyata dengan di cetuskannya hari santri nasioal yang di peringati setiap tanggal 22 oktober di setiap tahunnya, dan momen tersebut merupakan titik dari pada semangat juang patriotisme seorang santri untuk kemajuan bangsa ini.

Karena di sadari ataupun tidak, Santri telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan hingga kini terus berkiprah mempertahankan eksistensi negeri ini. Santri juga telah membentuk corak Islam Indonesia yang mampu menyerap nilai-nilai lokal, membuktikan bahwa Islam tidak harus berwajah Arab, dengan tetap menjaga nilai-nilai universal Islam.

Seiring dengan itu pesatnya dunia teknologi dan sains saat ini menuntut bagi para pelajar khususnya santri untuk di jadikannya sebagai batu loncatan dalam meraih masa depan yang lebih jelas dan tentunya bisa berkompetensi dengan sehat dan baik demi kemaslahatan umat.

Teknologi telah banyak mengubah kehidupan kita. Mengingat semakin banyak kemudahan yang kita dapatkan dari teknologi, kita menjadi demikian tergantung padanya. Jika ketinggalan HP cerdas (smartphone) di rumah, akan ada sesuatu yang hilang karena banyak fungsi yang terkandung di dalamnya.

Di samping fungsi positif yang terdapat di dalam teknologi ini, ada dampak negatif yang harus diperhatikan seperti pornografi dan hiburan-hiburan yang tanpa terasa menghabiskan waktu produktif kita. Media sosial juga menimbulkan kegaduhan-kegaduhan di masyarakat di luar ruang interaksi antarwarga dan kontrol yang lebih baik terhadap pemerintah.

Sekaligus di jadikan sebagai medan dan media dakwah yang sesungguhnya, karena selain sisi baik dari pada penggunaan teknologi itu jauh akan lebih bermanfaat lagi jika mampu mengolahnya dengan baik sesuai dengan tuntunan dan ajaran agama islam.

Dan medan dakwah kini juga berubah drastis, Jika sebelumnya para dai hanya mengandalkan sarana dakwah dari panggung ke panggung atau dari majelis ke majelis lainnya, kini dakwah bisa disiarkan secara real time ke seluruh dunia dengan sejumlah aplikasi media sosial.

Materi ceramah kini bisa disimpan di Youtube yang kemudian bisa diputar ulang oleh siapa saja dan dari mana saja, asal ada akses internet. Dai-dai yang sebelumnya tidak dikenal, dengan kemampuan retorikanya dan penguasaan media sosial yang baik mampu melambungkan namanya di jagat maya.

Dai-dai yang masih menjalankan dakwah secara konvensional, tak mampu mengangkat namanya pada level yang lebih luas. Hanya menjadi dai-dai lokal yang hanya dikenal masyarakat setempat. Sehingga dengan pemanfaatan teknologi tersebut mampu lebih luas lagi dan dapat di terima oleh umat.

Lalu bagaimana kaum santri mempersiapkan diri dalam perubahan teknologi yang sedemikian cepat ini dan mengubah tatanan lama yang sebelumnya telah mapan? Saat pekerjaan-pekerjaan lama hilang digantikan dengan teknologi, apakah santri memiliki kesiapan kapasitas untuk menekuni pakerjaan baru?

Bahkan, dalam ranah dakwah keagamaan yang sangat mereka kuasai pun, muncul figur-figur baru yang mensyiarkan ajaran yang tak senafas dengan keyakinan yang mereka pelajari di pesantren karena penguasaan mereka dalam dunia information, communication, dan technology (ICT).

Inilah pertanyaan yang sesungguhnya bagi seorang pelajar muslim ataupun santri dalam menyikapi arahan dan tuntunan jaman saat ini, dan jawabannya itu bisa di kembalikan dari dan tentang bagaimana kita selaku seorang snatri mampu memahami dan mengindahkannya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat

Sumber:
almunawwar.or.id
nu.or.id