Prospek Dari Tiga Amalan Terbaik Sholat, Birrul Walidain Dan Jihad Fisabilillah

Prospek Dari Tiga Amalan Terbaik Sholat, Birrul Walidain Dan Jihad Fisabilillah

Almunawwawr.or.id – Tiga amalan penting dan sangat unggul menurut agama yang terproyeksi pada ketaatan seorang hamba dalam menjalankan konsekuensi kehidupannya, Amalan tersebut memang sangat berkaitan erat dengan peran seseorang dengan orang-orang yang ada di sekitarnya terutama orang tua sebagai orang yang di hormati. Dengan pelaksanaan yang di terapkan pada sisi kehadiran seseorang tersebut yang bernilai dan bermakna lebih luas.

Amalan-amalan yang di maksud adalah tiga serangkaian amalan yang paling unggul di banding dengan amalan lainnya yaitu shalat tepat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua dan jihad fisabilillah. Dimana ketiganya tersebut harus senantiasa hadir dan bisa dilakukan oleh setiap individu umat Islam, Bahkan menjadi cerminan dari karakteristik seseorang dalam menunjukan kontribusi dan perannya selama hidup.

Pembangunan kejiwaan diri seseorang itu terprioritaskan pada pengamalan ketiga amalan tersebut, di mulai dari shalat pada waktunya dengan berjama’ah sebagai landasan penting bagi tolak ukur seseorang, dan Alloh S.W.T memberikan jaminan bagi kehidupan seseorang yang terus dan selalu memperbaiki kualitas shalatnya “Perbaiki Shalatmu, Maka Alloh akan memperbaiki kehidupanmu”.

Berbuat baik kepada kedua orang tua dengan pemaknaan lebih luas bisa dengan berbagai cara seseorang menunjukan cara dan nilai baktinya tersebut sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya. Dengan semua potensi yang ada mulai dari kasih sayang, harta, tenaga dan semua yang ada di dalam diri seseorang di kerahkan untuk menunjukan nilai dari pada bakti dan berbuat baik kepada kedua orang tuanya.

Adapun Jihad Fisabilillah itu merupakan bentuk daripada adanya nilai ruh atau ghiroh seseorang dalam membela sesuatu yang wajib untuk di pertahankan dan di bela, baik yang bersifat individual seprti Mujahadatu nafsi “Memerang hawa Nafsu” yang termasuk kategori jihad paling besar, ataupun jihad yang bersifat umum seperti berperang melawan kemunkaran dan orang-orang yang benci dan memusuhi agama Alloh S.W.T.

Namun secara hukum jihad seperti ini terbagi menjadi dua yang pertama hukumnya fardhu Ain jika ada orang luar islam menyerang ke wilayah negara islam maka itu wajib untuk di lawan, Namun jika sebaliknya maka itu hukumnya fardhu kifayah.

Dari ketiga amalan tadi sangat berkaitan erat satu sama lain, bersifat individu berangkat dari mendirikan shalat tepat pada waktunya, berlanjut kepada kedua amalan yaitu berbakti kepada kedua orang tua dan berjihad di jalan Alloh yang tentunya seseorang bisa berjuang atau berjihad jika sudah ada restu dari Orang Tua, jangan sampai salah kaprah atau salah mengartikan arti dari pada jihad tersebut.

Apalagi sampai melukai orang-orang yang tidak bersangkutan dan tidak bersalah bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang itu di haramkan, semuanya ada prosedurnya baik di tinjau dari segi agama maupun dari hukum negara. Artinya pemaknaan atau penafsiran jihad itu sangat luas tidak hanya serta merta dalam peperangan fisik saja, namun segala hal yang menuntut seseorang dalam melaksanakan kewajibannya itu juga termasuk pada makna Jihad.

Apakah perjuangan seorang ibu yang sedemikian berat itu boleh diabaikan sang anak begitu saja sehingga ia pergi berjihad tanpa restu atau izinnya? Tentu saja tidak! Oleh karena itu, sebagaimana dinyatakan dalam hadits di atas, Rasulullah memerintahkan agar laki-laki yang hendak ikut berjihad bersama Rasulullah itu supaya pulang menemui kedua orang tuanya untuk berbakti kepada mereka.

Rasulullah mengatakan, فَفِيهِمَا فَجَاهِد,

Artinya : “Berjihadlah di sisi keduanya!”.

Artinya berbakti kepada kedua orang tua itu juga termasuk jihad di jalan Allah meski tidak secara langsung. Sejurus untuk jihad menghormati orang tua, hormat kepada guru juga tidak kalah pentingnya bagi seorang pelajar. Yang paling dasar adalah, lewat guru, kita bisa membaca, menulis, dan berhitung. Lewat gurulah kita bisa bertanya tentang segala sesuatu yang belum kita ketahui. Guru di sini bukan hanya sosok yang ada di sekolah, tetapi di rumah, pesantren, majelis taklim, musholla, masjid, maupun di tengah masyarakat. Karena setiap orang yang memberikan dan mengajarkan kebaikan, dia tentu layak di sebut guru.

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ الْوَلِيدُ بْنُ عَيْزَارٍ أَخْبَرَنِي قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا عَمْرٍو الشَّيْبَانِيَّ يَقُولُ أَخْبَرَنَا صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ- وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ- قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ: ((الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا)). قَالَ ثُمَّ أَيُّ قَالَ: ((ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ)).

قَالَ ثُمَّ أَيّ قَالَ: ((الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ)). قَالَ: حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي.حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ الْوَلِيدُ بْنُ عَيْزَارٍ أَخْبَرَنِي قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا عَمْرٍو الشَّيْبَانِيَّ يَقُولُ أَخْبَرَنَا صَاحِبُ هَذِهِ الدَّارِ- وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ- قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ: ((الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا)). قَالَ ثُمَّ أَيُّ قَالَ: ((ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ)).

قَالَ ثُمَّ أَيّ قَالَ: ((الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ)). قَالَ: حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي.

Artinya: “…Dari al-Walid bin Aizar dia berkata: “Aku mendengar Abu Amr asy-Syaibani berkata: “Pemilik rumah ini –seraya menunjuk dengan jari telunjuk rumah Abdullah- mengabarkan kepada kami, dia berkata: “Aku pernah bertanya kepada Nabi shollallohu `alaihi wasallam: “Apa perbuatan yang paling dicintai Alloh `Azza wa jalla.” Nabi bersabda: “ash-Sholâtu `alâ waqtihâ.” Aku bertanya: “Kemudian apa?” Nabi bersabda: “Birrul wâlidain.” Aku bertanya: “Kemudian apa?” Nabi bersabda: “al-Jihâd fî sabîlillâh.” Abdullah berkata: “Beliau menceritakan kepadaku hal-hal itu. Kalau aku meminta tambahan kepada beliau, niscaya beliau akan menambahkannya kepadaku.”

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id