Rincian Secara Luas Pemaknaan Dari Bacaan Takbir Terkait Dengan Ramadhan

Gambar Rincian Secara Luas Pemaknaan Dari Bacaan Takbir Terkait Dengan Ramadhan

Almunawwar.or.id – Banyak amalan yang sangat di anjurkan untuk di laksanakan setiap waktu, termasuk ketika datang bulan suci ramadhan ini atupun ketika akan menyambut kedatangan hari raya idul fitri, dimana bacaan Takbir menjadi lantunan dan ciri khas yang begitu indah untuk di ucapkan.

Karena secara pemaknaan dari pada bacaan takbir itu sendiri merupakan termasuk pada bagian dzikir, sebab jika seseorang sering mengucapkan ataupun mengumandangkan Takbir itu senantiasa akan mengingat akan makna di dalamnya yaitu tentang kemahabesaran Alloh S.W.T.

Lalu apa kaitannya dengan puasa ramadhan dan idul fitri dari bacaan takbir tersebut? Sekilas memang tidak ada kaitan khusus antara keduanya, namun jika melirik pada ketentuan dari pada membacakannya terutama di waktu-waktu ijabah seperti ramadhan tentu ada makna yang mesti di ketahui oleh setiap muslim.

Selain itu juga, memperbanyak bacaan takbir itu akan senantiasa mengingatkan akan begitu kecilnya diri seorang manusia ataupun mahkluq apabila melihat dari maha besarnya Alloh S.W.T, sehingga tidak ada lagi sifat hati yang memang tidak di perbolehkan oleh Agama seperti sifat takabbur misalnya.

Sesuai petunjuk aturan pembacaan takbir, terbagi dua macam takbir mursal dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah pembacaan takbir yang tidak terikat waktu, karena dianjurkan sepanjang malam. Seperti takbir di malam idu fitri dan idul adha.

Adapun takbir muqayyad adalah takbiran yang terbatas pada waktu, seperti pembacaan takbir setiap selesai sahalat lima waktu selama hari raya idu adha dan hari tasyrik, 11.12 dan 13 dzul hijjah. Sedangkan anjuran pembacaan takbir ini berlandaskan pada surat al-Baqarah ayat 185:

ولتكملوا العدة ولتكبروا الله على ماهداكم ولعلكم تشكرون

Artinya : “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”.

Begitu juga anjuran Rasulullah saw dalam haditsnya yang menerangkan tentang pahala dan keunggulan dari pada membaca takbir di setiap waktu dengan redaksinya sebagai berikut :

زينوا اعيادكم بالتكبير

Artinya : “Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir.”

Anjuran memperbanyak takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan Alloh S.W.T sebagaimana yang telah di sabdakan oleh baginda Rasululloh S.A.W:

اكثروا من التكبير ليلة العيدين فانهم يهدم الذنوب هدما

Artinya : “Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa.

Dari berbagai dalil di atas para faqih menghukumi pembacaan takbir sebagai sebuah kesunnatan. Sebagaimana yang ditrangkan dalam kitab Fathul Qarib

ويكبر ندبا كل من ذكر وانثى وحاضر ومسافر فى المنازل والطرق والمساجد والاسواق من غروب ليلة العيد (اي عيد الفطر) الى ان يدخل الامام فى الصلاة

Disunnahkan membaca takbir bagi lagi-laki dan perempuan, di rumah maupun di perjalanan, di mana saja, di jalanan, di masjid juga di pasar-pasar mulai dari terbenarmnya matahari malam idul fitri hingga Imam melakukan shalat id.

Adapun bacaan takbir secara lengkap adalah sebagai beikut lengkap dengan artinya,

اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا, لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه, مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن, وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan(yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafiq, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esa anNya, Dia dzat yang menepati janji, dzat yang menolong hambaNya dan memuliakan bala tentaraNya dan menyiksa musuh dengan ke Esa anNya. tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya untuk Allah.

Namun sering juga pembacaan takbir secara singkat dan lebih umum seperti yang sudah lumrah di lantunkan ataupun di bacakan saat malam takbiran misalnya dengan bacaan :

اللهُ اكبَرْ, اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُوَِللهِ الحَمْد

Demikianlah rincian dari pada ulasan tentang bacaan takbir yang memang sangat memiliki makna yang begitu luas dan besar, Sehingga sangat di anjurkan sekali untuk di baca setiap waktu terutama di waktu yang istimewa seperti di bulan puasa ramadhan ini.

Wallohu A’almu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id