Riwayat Perjalanan Lahirnya IPNU dan Biografi Singkat Salah Satu Tokoh Pendirinya

Riwayat Perjalanan Lahirnya IPNU dan Biografi Singkat Salah Satu Tokoh Pendirinya

Almunawwar.or.id – Ada banyak tokoh para ulama yang menjadi salah satu pelopor penting terhadap lahirnya sebuah organisasi pendidikan dan keagamaan, Salah satunya adalah nama dari Mustahal Achmad yang merupakan tokoh penting di balik lahirnya nama IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ).

Beliau merupakan seorang putra dari kiyai masyhur di kota Surakarta bernama Kiai Masyhud, Dimana ayahandanya itu adalah Ulama besar yang di kenal memiliki keahlian dalam ilmu agama terutama dari ilmu Nahwu. Sehingga tidak heran apabila banyak santrinya yang datang dari luar daerah solo.

Bahkan menurut penuturan dan pengakuan salah satu tokoh dari kota tersebut menyebutkan “Santri ataupun pelajar yang hendak khatam kitab Al fiyyah itu belum lengkap apabila belum bertemu langsung Showan dan langsung di tashih oleh beliau (Kiai Masyhud).

Adapun Mustahal Achmad sendiri adalah pewaris dari perjuangan kiai Masyhud khususnya dalam melahirkan beberapa ide demi kemajuan organisasi Nahdlotul Ulama, khususnya dari peran IPNU sebagai salah satu banom penting bagi para pelajar yang memiliki latar belakang Nahdiyyin.

Sedangkan IPNU sendiri lahir berdasarkan dari sebuah gagasan tiga tokoh ulama NU dari tiga daerah yaitu Yogyakarta dengan M. Sufyan Cholil, Mustahal Achmad Surakarta dan Semarang dengan Abdul Ghony Farida, dari pertemua ketiga kiai tersebut pada 24 Februari 1954 maka tercetuslah nama IPNU.

Sekaligus moment tersebut di jadikan sebagai Hari Lahir Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) atas dasarnya dalam merealisasikan pembentukan organisasi pelajar NU yang berskala nasional.

Sedangkan Mustahal, di tingkatan lokal, keterlibatannya di NU, khususnya IPNU, dia pernah didapuk menjadi Ketua IPNU Surakarta periode pertama. Kemudian di tingkat pusat, ia juga masuk ke pengurus PP IPNU periode pertama (1954-1955), di bawah kepemimpinan Tolchah Mansoer. Kala itu, Mustahal Achmad masuk ke dalam kepengurusan, dan tercatat dengan nama Mustahal A.M.

Di era Mustahal menjadi Ketua IPNU Surakarta ini, Kota Solo menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Panca Daerah (Konferensi Segi Lima) pada 30 April-1 Mei 1954.

Pertemuan yang diikuti perwakilan dari lima daerah, yakni Yogyakarta, Solo, Semarang, Jombang, dan Kediri ini sebagai tindak lanjut setelah disahkannya pendirian IPNU tanggal 24 Februari 1954 pada Konferensi Nahdlatul Ulama Ma’arif di Semarang.

Semasa menjadi ketua IPNU Surakarta, Mustahal juga merangkap jabatan sebagai Ketua PMII Surakarta (1960-1962). Selepas dari keduanya, Mustahal tetap aktif di kepengurusan NU dan banomnya, yakni Ketua PC GP Ansor Surakarta (1958-1964), Wakil Ketua PCNU Surakarta (1964-1967).

Sedangkan di bidang politik, ia pernah menjadi anggota DPRD Jawa Tengah hasil dari Pemilu 1971 (Partai NU) dan Pemilu 1977 (PPP).

Demikianlah kiprah singkat, tokoh pendiri IPNU, kelahiran Solo 8 Januari 1935 tersebut. Kecintaannya pada NU tidak hanya tercermin dalam kesehariannya, hal tersebut bahkan diabadikan dalam nama putera-puterinya, yang kesemuanya diberikan nama berinisial “NU”. Mereka yakni Ni’matun Ulfa, Niswatul Umah, Najmatul Usrah, Nasirul Umam, Naimul Unsi dan Nasikhul Ukhwan.

Dalam usia 59 tahun, tepatnya pada 1 Juli 1994, H. Mustahal Ahmad, BA mengembuskan napasnya yang terakhir. Jenazahnya dikebumikan berdekatan dengan sang kakak, Nyai Hj Mahmudah Mawardi, di Makam Pulo, Laweyan, Surakarta.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id