Samudera Keilmuan dan Hikmah Doa Yang Tertanam Pada Arti lafadz Basmalah

Samudera Keilmuan dan Hikmah Doa Yang Tertanam Pada Arti lafadz Basmalah

Almunawwar.or.id – Dengan segala semua pengharapan yang tertanam dan terlahir dari sebuah makna yang begitu luas dan luar biasa, senantiasa penecapaian segala hal yang menjadi harapan dan tumpuan bisa di mudahkan dan bukakan melalui keberkahan yang terselubung daru hadirnya doa dan lapadz basmalah.

Karena ketahuilah semua hal yang di wahyukan oleh Alloh S.W.T itu memiliki nilai dan keistimewaan serta keberkahan tertentu yang senantiasa dapat di raih oleh seorang mukmin yang beriman dan beramal sholeh, Sebagaimana arti dan makna yang begitu dalam dan luas dari lapadz basmalah.

Terutama dari setiap huruf yang ada pada kalimat tersebut, terlebih dari hurup Ba yang memang memiliki keistimewaan tertentu yang lebih luas masuk dalam cakupan makna dari hurf Ba tersebut seperti yang banyak di jelaskan dan diterangkan oleh para Ulama pada kitab-kitabnya.

Akan halnya dengan itu maka sangat penting untuk lebih mengetahui, mengerti dan memahami betul arti dan rujuan di balik lapadz basmalah tersebut yang mengandung samudera keilmuan yang terlahirkan dari makna yang sesungguhnya tersebut.

بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufiq pada hamba-hambaNya dalam menjalani keutamaan pengabdian dan mencari kesempurnaan kebahagiaan.

Shalawat Salam semoga terhaturkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya yang sinarannya senantiasa berbintang Dengan di awali basmalah pengajian kitab Safiinatun Najaah dimulai sesuai petunjuk Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi wa sallam dalam sabdanya : •“Setiap urusan yang baik yang tidak diawali dengan

Bismillaahirrahmaanirrahim maka akan terputus dari barokah”. (HR Abu Daud dan dihasankan oleh Ibnu Shalah ) •”Saat Malaikat Jibril datang kepadaku, yang pertama diberikannya kepadaku ialah Bismillaahir rahmaanir rahiimi.”(Darulquthni dan Ibnu Umar r.a. )

Arti Huruf Ba (Bi) pada Basmalah Huruf ba (bi) adalah huruf jar yang memiliki ta’aluq (ikatan) pada kalimat sebelumnya yang dalam basmalah ini ta’alluqnya di buang bila di tampakkan kira-kira berbunyi ABTADI-U “aku memulai”, Sehingga bismillah berarti “saya atau kami memulai dengan nama Allah”.

Dengan demikian kalimat tersebut menjadi semacam doa atau pernyataan dari pengucap. Atau dapat juga diartikan sebagai perintah dari Allah (walaupun kalimat tersebut tidak berbentuk perintah), “Mulailah dengan nama Allah!”. Huruf bi yang diterjemahkan dengan kata “dengan, bersama” itu dikaitkan dalam benak dengan kata “kekuasaan dan pertolongan”.

Maka dari itu bagi siapa saja yang mengucap basmalah seakan-akan berkata, “dengan kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya, pekerjaan yang sedang saya lakukan ini dapat terlaksana”. Pengucapnya seharusnya sadar bahwa tanpa kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya, apa yang sedang dikerjakannya itu tidak akan berhasil.

Ia menyadari kelemahan dan keterbatasan dirinya tetapi pada saat yang sama-setelah menghayati arti basmalah ini, ia memiliki kekuatan dan rasa percaya diri karena ketika itu dia telah menyandarkan dirinya dan bermohon bantuan Allah Yang Maha Kuasa itu.

Dalam kitab tafsir Mariful Qur’an, Mufti Shafi Usmani RA memberikan analisa secara bahasa tentang makna kata bismillah. Menurut beliau kata bismillah terdiri dari 3 suku kata ba, ism dan Allah. Kata ba memiliki 3 konotasi dalam bahasa Arab :

1. Mengekspresikan kedekatan antara dua benda yang satu dengan lainnya hampir tidak memiliki jarak
2. Mencari pertolongan dari seseorang atau sesuatu
3. Mencari berkah dari seseorang atau sesuatu sungguh luas bila seseorang mendalami sekedar arti BA’ yang terdapat pada basmalah.

Hal ini seperti apa yang pernah di tuturkan oleh Sayyidina Ali Karromallohu Wajhah yang dikutip dalam kitab ‘Iaanah Atthoolibiin dengan redaksinya sebagai berikut :

“Jika mau aku akan membebani delapan puluh unta untuk memuat makna dari huruf ba dalam kalimat basmalah.” Seperti halnya pernyataan Imam Assyarbiiny dalam kitab Al-Iqnaa’, “Allah menurunkan sebanyak seratus empat kitab kepada tujuh orang Nabi-Nya, dan seluruh kitab tersebut terkumpul dalam empat kitab, yaitu al-Quran, Taurat, Injil dan Zabur. Dari keempat kitab tersebut terkumpul dalam satu kitab yaitu al-Quran.

Dan semua surat yang ada dalam al-Qur`an terkumpul dalam satu surat yaitu al-Fatihah, dan seluruh ayat yang terdapat dalam al-Fatihah terkumpul dalam bismillahir rahmanir rahim. Ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa semua yang terdapat dalam kalimat basmalah terkumpul dalam huruf ba dan semua yang terdapat dalam huruf ba terkumpul dalam titiknya”.

والحكمة في أن الله سبحانه وتعالى جعل افتتاح البسملة بالباء دون غيرها من الحروف وأسقط الألف من اسم وجعل الباء في مكانها أن الباء حرف شفوي تنفتح به الشفة ما لا تنفتح بغيره ولذلك كان أول انفتاح فم الذرة الإنسانية في عهد ألست بربكم بالباء في جواب بلى

Hikmah Allah menjadikan permulaan Basmalah dengan huruf Ba bukan dengan huruf lainnya dan menghilangkan huruf Alif pada kalimat Ismun dan meletakkan huruf ba di tempatnya :

1. Huruf Ba adalah huruf yang keluar dari bibir yang saat mengucapkannya bibir terbuka berbeda dengan huruf bibir lainnya (Mim dan Wau) seperti halnya saat terbukanya bibir embrio janin manusia kala kala dalam rahim ibunya saat mengikat janji dengan Allah “Bukankah aku Tuhanmu ? janin tersebut menjawab dengan kalimat yang di awali dengan BA juga yaitu Balaa yang artinya, Ya Engkaulah Tuhanku (Iaanah Atthoolibiin I/5 )

أن الباء حرف شفوي تنفتح به الشفة ما لا تنفتح بغيره ولذلك كان أول انفتاح فم الذرة الإنسانية في عهد ألست بربكم بالباء في جواب بلى وأنها مكسورة أبدا فلما كانت فيها الكسرة والانكسار في الصورة والمعنى وجدت شرف العندية من الله تعالى كما قال أنا عند المنكسرة قلوبهم بخلاف الألف فإن فيها ترفعا وتكبرا وتطاولا فلذلك أسقطت

2. Huruf Ba adalah huruf Jar yang senantiasa dibaca Kasrah (pecah, kalah) menunjukkan keagungan Tuhan dan kebutuhan seorang hamba yang hatinya senantiasa diliputi rasa gelisah (baca pecah) seperti dalam setiap munajat seorang hamba “Aku adalah hamba yang hatinya selalu terpecah” berbeda dengan alif yang menunjukkan arti tinggi, sombong, panjang, karenanya alif digugurkan dalam lafadz Basmalah Iaanah Atthoolibiin I/5

( فَائِدَةٌ ) قَالَ النَّسَفِيُّ فِي تَفْسِيرِهِ قِيلَ الْكُتُبُ الْمُنَزَّلَةُ مِنْ السَّمَاءِ إلَى الدُّنْيَا مِائَةٌ وَأَرْبَعَةٌ صُحُفُ شِيثٍ سِتُّونَ وَصُحُفُ إبْرَاهِيمَ ثَلَاثُونَ وَصُحُفُ مُوسَى قَبْلَ التَّوْرَاةِ عَشْرَةٌ وَالتَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ وَالزَّبُورُ وَالْفُرْقَانُ وَمَعَانِي كُلِّ الْكُتُبِ أَيْ غَيْرِ الْقُرْآنِ مَجْمُوعَةٌ فِي الْقُرْآنِ وَمَعَانِي كُلِّ الْقُرْآنِ مَجْمُوعَةٌ فِي الْفَاتِحَةِ وَمَعَانِي الْفَاتِحَةِ مَجْمُوعَةٌ فِي الْبَسْمَلَةِ وَمَعَانِي الْبَسْمَلَةِ مَجْمُوعَةٌ فِي بَائِهَا وَمَعْنَاهَا أَيْ الْإِشَارِيُّ بِي كَانَ مَا كَانَ وَبِي يَكُونُ مَا يَكُونُ زَادَ بَعْضُهُمْ وَمَعَانِي الْبَاءِ فِي نُقْطَتِهَا ا هـ قَالَ شَيْخُنَا ، وَالْمُرَادُ بِهَا أَوَّلُ نُقْطَةٍ تَنْزِلُ مِنْ الْقَلَمِ الَّتِي يُسْتَمَدُّ مِنْهَا الْخَطُّ لَا النُّقْطَةُ الَّتِي تَحْتَ الْبَاءِ خِلَافًا لِمَنْ تَوَهَّمَهُ وَمَعْنَاهَا الْإِشَارِيُّ أَنَّ ذَاتَهُ تَعَالَى نُقْطَةُ الْوُجُودِ الْمُسْتَمَدُّ مِنْهَا كُلُّ مَوْجُودٍ ا هـ

Arti makna Basmalah termuat dalam huruf Ba nya : Menurut Syekh Ibrahim dalam kitab Jauharotut Tauhid artinya “Bimaa Syaa-a Allahu Kaana, Wa Bima Lam Yasya’ Lam Yakun” apa yang di kehendaki Allah pasti wujud, dan yang tidak di kehendakiNya tidak akan wujud, Ada juga yang mengartikan sebagai wujud kata isyarat dari “Bii Kaana Maa Kaana, Wa Bii Yakuuny Maa Yakuunu” Hanya sebab Aku (Allah) segala yang telah terjadi dan hanya sebab Aku (Allah) segala yang akan terjadi. Sebagian Ulama ada juga yang menambahkan Makna yang terkandung dalam huruf BA teringkas pada Nuqthoh, titik yang ada pada Alqolam (di lauhil mahfuudz) yang menunjukkan bahwa Dzat Allah adalah pusat dari segala sesuatu yang wujud. (Tuhfatul Habiib I/30-33)

ومما يتعلق بالبسملة من المعاني الدقيقة ما قيل إن الباء بهاء الله والسين سناء الله والميم مجد الله وقيل الباء بكاء التائبين والسين سهو الغافلين والميم مغفرته للمذنبين

Bahkan ada juga yang mengartikan rahasia di balik maknanya itu adalah :
1. Hurup Ba = (Bahaa-Ullah) artinya keagungan Allah
2. Hurup Sin = (Sanaa Ullah) artinya kemegahan Allah
3. Hurup Mim = (Majdullah) artinya kemuliaan Allah

Ada juga yang mengartikan
1. Hurup Ba = (Bukaa-ut taaobiin) artinya tangisan orang-orang yang bertaubat
2. Hurup Sin = (Sahwul Ghofiliin) artinya Kealpaan orang-orang yang lalai
3. Hurup Mimi = (Magfirotuhu Lil Mudznibiin) artinya ampunan Allah untuk mereka yang berbuat dosa Dalam arti seberapapun besar dosa seorang hamba dan kealpaan dia asal dia bertaubat dan menyesal dengan bersimpuh dan menangis dihadapanNya, ampunan Allah selalu terbuka.

Pembahasan dan keterangan lain bisa di telaah kembali dalam kitab Iaanah At-Thoolibiin I/4

بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang arti lapadz “Ismi” pada Basmalah menurut Ulama Basyrah lafadz Idmi berasal dari kata Sumuwwi atau Simuwwi yang bermakna luhur dalam arti sesuatu yang disandari kata ismi haruslah sesuatu yang luhur, tidak memiliki sisi negative dan pusat terhimpunnya penghormatan, perhitungan dan kebijakan.

Madzhab Ahli Sunnah wal Jamaah cenderung memilih pendapat ini seperti pernyataan Imam AlQurtubi yaitu “Allah Ta’aalaa senantiasa bersifatan dengan asma dan sifat baik sebelum atau sesudah terciptanya makhluq bahkan setelah kemusnahan semua makhluk sekalipun tidak akan mempengaruhi sedikitpun akan keberadaan Allah pada Asmaa dan sifat-sifatNya”,

Berbeda dengan pendapat yang menyatakan bahwa lafadz Ismi berasal dari kata Wasmi yang artinya adalah tanda, menurut mereka Allah hanyalah tanda yang di adakan setelah adanya makhluk, sebelum terciptanya makhluk Allah tidak memiliki nama dan sifat begitu juga setelah musnahnya semua makhluk, pendapat ini adalah pendapat Golongan Mu’tazilah.

Namun secara keseluruhan dua pendapat ini sepakat bahwa ismi hanyalah kata yang bisa berbentuk mufrad (tunggal) atau jamak dan berarti hanyalah hawadits (barang baru) berbeda dengan Dzat Allah sendiri yang Azali Menurut Imam Syamsuddin Muhammad bin Abil ‘Abbas Ahmad bin Hamzah Ibnu Syihabuddin Ar-Ramli dalam kitab An-Nihaayah penamaan atas sesuatu (biasanya) di pengaruhi oleh 9 unsur :

1. Nama yang sesuai kenyataan melihat bentuknya secara keseluruhan
2. Nama yang sesuai kenyataan melihat sebagian bentuk
3. Nama yang sesuai kenyataan melihat sifat bawaan aslinya
4. Nama yang sesuai kenyataan melihat sifat tambahan
5. Nama yang sesuai kenyataan melihat sifat negatifnya
6. Nama yang sesuai kenyataan melihat sifat asli dan sifat tambahan
7. Nama yang sesuai kenyataan melihat asli dan sifat negative
8. Nama yang sesuai kenyataan melihat tambahan dan sifat negatif
9. Nama yang sesuai kenyataan melihat sifat asli, sifat tambahan dan sifat negatifnya

Berikut penjelasan dan pengertian dari asal dari pada lapadz Ismi yang di ambil dari lapadz Sumuwwi

حذفت لامه تخفيفا لأن الواضع علم أنه يكثر استعماله فخففه ثم سكنت سينه وأتى بهمزة الوصل توصلا وعوضا عن اللام المحذوفة

Lam fiil SUmuwwi (yaitu wau) dibuang karena kebiasaan setiap kata yang diakhirnya huruf ilat (wau dan ya’) memang dibuang seperti kata Yadun yang asalnya Yadawun kemudian sin nya disukun dan di tangkan hamzah washol untuk membantu mengucapkan permulaan kata yang mati (pelajaran I’lal, maaf agak lupa) Terjadi perbedaan pendapat diantara Ulama tentang hukum membaca BASMALAH pada awal surat Baroo-ah (surat attaubah)

قوله: (ومن ثم حرمت الخ) عليه منع ظاهر وفي الجعبري ما يدل على خلافه فراجعه سم عبارة ع ش قوله م ر: سورة براءة أي فلو أتى بها في أولها كان مكروها خلافا لحج حيث قال بالحرمة اه عبارة شيخنا فتكره البسملة في أولها وتسن في أثنائها كما قاله الرملي، وقيل: تحرم في أولها وتكره في أثنائها كما قاله ابن حج

Menurut Imam Romli hukum membaca Basmalah pada awal surat baraooah adalah Makruh sedang menurut Imam Ibnu Hajar membaca basmalah diawal surat hukumnya haram, sedang di tengah surat hukumnya makruh (Hawasyi Assyarwaani wa al ‘ubaady II36)

Bila terjadi pertanyaan apakah Basmalah dengan susunan redaksi seperti yang kita nikmati sekarang ini hanya tertentu diturunkan pada Nabi Muhammad SAW padahal konon setiap kitab-kitab Allah yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad juga di awali dengan Basmalah ?

ويعرف تفصيل هذه المباحث الخمسة عشر من كلام الشارح وغيره ، والصحيح أن البسملة بهذه الألفاظ العربية على هذا الترتيب من خصائص نبينا محمد وأمته ، وما في سورة النمل جاء على جهة الترجمة عما في الكتاب فإنه لم يكن عربياً حين كتبه وإرساله ، وإن كانت البسملة عربية باعتبار أصل نزولها ، لأنه تعالى لم ينزل كتاباً من السماء إلا باللفظ العربي لكن يعبر عنه كل نبي بلسان قومه يدل لذلك قوله تعالى : ) وما أرسلنا من رسول إلا بلسان قومه ليبين لهم } ) إبراهيم : 4 ) الآية

Kitab2 yang diturunkan oleh Allah yang menggunakan bahasa arab hanyalah alquran, sedang susunan basmalah adalah susunan bahasa arab yang sempurna, andai dalam kitab sebelum alquran juga tertulis basmalah seperti apa yang diceritajan oleh alquran sendiri saat Nabi Sulaiman AS menyurati Balqis dengan di awali basmalah, maka yang di maksud adalah pengertian terjemah basmalahnya bukan susunan bahasa arabnya karena setiap Nabi diturunkan oleh allah disesuaikan dengan bahasa kaumnya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id