Secara Hakikat Inilah Makna Bertawakal Dalam Urusan Rezeki Secara Haqiqi

Almunawwar.or.id – Sering sekali orang banyak mengalami dan merasakan adanya keraguan dalam masalah di berikannya rizqi kehidupan ini sehingga tidak mampu menemukan ruang sandaran yang utama meskipun masalah tersebut sudah di tentukan akan kepastiannnya.

Hakikat diri ketika harus di hadapkan ke permasalahan yang menjadi sendi hidup dan kehidupan ini adalah senantiasa menerima dan mensyukuri serta bersandar selalu optimis terhadap apa yang sudah di taqdirkan kepada kita semua termasuk dalam masalah rizqi ini.

Karena sesungguhnya bila kepastian sudah di tentukan maka tidak akan ada yang bisa menolak, hanya saja sebagai manusia di haruskan untuk berusaha dan bersandar sesuai dengan haqiqat dan tujuan kepada Alloh S.W.T, oleh sebab itulah bertawakkal dengan sesungguhnya itu adalah bagian utama dari tujuan utama hidup ini.

Secara Hakikat Inilah Makna Bertawakal Dalam Urusan Rezeki Secara Haqiqi

Dan hal inilah yang semestinya menjadi penyempurnaan awal yang baik sebelum memastikan langkah dan ikhtiyar untuk meraih kesuksesan yang sesungguhnya, sebab ingatlah

واعلم أن تحقيق التوكل لا ينافي السعي في الأسباب التي قدر الله سبحانه المقدورات بها ، وجرت سنته في خلقه بذلك ، فإن الله تعالى أمر بتعاطي الأسباب مع أمره بالتوكل ، فالسعي في الأسباب بالجوارح طاعة له ، والتوكل بالقلب عليه إيمان به

Artinya : “Namun demikian, hakikat tawakal tidak menafikan makhluk dalam mencari sebab, Karna Allah memerintahkan untuk mencari sebab dan memerintahkan bertawakal Mencari sebab dengan badan adalah bagian taat kepada allah, sementara tawakal dalam hati sebagai bentuk keimanan kepada Allah S.W.T”.

Perlu pernyataan diri dan keyakinan pasti dalam menjalankan sisi aktivitas setiap hari, bukan hanya sekedar sebuah kegiatan saja akan tetapi mempunyai tujuan akhir yang pasti sebagai wujud nyata dari bertawakkal kepada Alloh S.W.T, sesuai dengan janji dan kepastiannya.

Dalam sebuah hadits di riwayatkan :

لحديث التاسع والأربعون . عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه عن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال : لو أنكم توكلون على الله حق توكله ، لرزقكم كما يرزق الطير ، تغدو خماصا ، وتروح بطانا رواه الإمام أحمد والترمذي والنسائي وابن ماجه وابن حبان في ” صحيحه ” والحاكم ، وقال الترمذي : حسن صحيح

Dalam hadits di atas, Rasulullah telah menjelaskan dengan gamblang tentang pentingnya mengambil sebab-sebab untuk meraih suatu tujuan disamping kuatnya sandaran hati kepada Allah. Dimana beliau memberikan contoh dengan seekor burung yang keluar di waktu pagi dalam keadaan perut kosong kemudian pulang di waktu sore dalam keadaan kenyang. Artinya si burung telah mengambil sebab untuk medapatkan makanan yaitu keluarnya burung di waktu pagi.

Makna tersebut jauh akan lebih berharga lagi apabila bisa di aplikasikan dalam diri agar jiwa raga ini mampu menyesuaikan dengan kepastian yang berjalan dalam kehidupan seiring dengan langkah nyata untuk bisa meraih tujuan yang sempurna.

Dan Rasulullah yang merupakan penghulunya orang-orang yang bertawakkal pun telah mempraktekkan tawakkal ini dalam bentuk nyata, seperti memakai baju besi ketika beliau ingin berperang, mengambil pemandu jalan, mengambil arah yang berbeda, bersembunyi di gua selama tiga hari ketika beliau hijarah ke Madinah. Semua itu beliau lakukan untuk menunjang dan melancarkan proses perjalanan hijrah beliau ke Madinah.

Ingatlah Janji Alloh S.W.T :

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Artinya : “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupi (kebutuhan)nya” (QS. Ath-Thalaq: 3).

Itu artinya kesungguhan dalam bertawakkal (bersandar) itu akan memberikan keterbukaan pemikiran dan jalan dari semua urusan kehidupan termasuk dari masalah rizqi ini yang memang orang sering sekali mengalami krisis keyakinan hati dalam hal ini.

Bahkan kesungguhan dalam bertawakkal pun telah di gambarkan dan di pastikan oleh Baginda Rasululloh S.A.W sebagaimana yang di terangkan dalam sebuah hadits :

ن عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ إِنَّهُ سَمِعَ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ((لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا)). رواه الترمذي، وَقالَ: (حديث حسن).

Artinya: Dari ‘Umar bin Khaththab rd bahwa beliau pernah mendengar Nabi bersabda: “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Dia (Allah) akan memberi kalian rizki sebagaimana Allah memberi rizki kepada burung, ia (burung) keluar di waktu pagi dalam keadaan perut kosong dan pulang di waktu sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi dan beliau berkata hadits ini hasan).

Dua keterangan dalil tersebut merupakan salah satu landasan pasti mengapa kita sebagai umat muslim harus selalu senantiasa membekali diri dengan haqiqatnya sandaran yaitu Alloh S.W.T, karena sesungguhnya itu adalah cara yang paling real untuk menerima hasil akhir dari daya ikhtiyar kita.

Dan perlu di ketahui pasti dari permasalahan tawakkal ini adalah adanya beberapa makna dan tujuan yang terkandung di balik penjabaran arti dari pada tawakkal tersebut yang meliputi faidah dan hukum di antaranya :

1. Wajibnya bertawakkal kepada Allah dalam segala urusan kita.
2. Penjelasan tentang hakikat tawakkal.
3. Tawakkal adalah salah satu sarana untuk mendatangkan rizki.
4. Allah adalah Rabb satu-satunya yang memberi dan mengelola rizki para makhluk-Nya.
5. Tawakkal bukan berarti duduk berpangku tangan tanpa melakukan sebab yang kongkrit (nyata) seperti bekerja. Seperti burung yang keluar di waktu pagi dan kembali di waktu sore.

Walhasil

وحقيقة التوكل : هو صدق اعتماد القلب على الله عز وجل في استجلاب المصالح ، ودفع المضار من أمور الدنيا والآخرة كلها ، وكلة الأمور كلها إليه ، وتحقيق الإيمان بأنه لا يعطي ولا يمنع ولا يضر ولا ينفع سواه .

Artinya : “Hakikat tawakal adalah hanya bersandar kepada Allah dalam usaha menarik kemanfaatan dan menolak kemadhoratan dari perkara yang sifatnya duniawi maupun ukhrowi.dengan landasan keimanan bahwa tidak ada yang bisa memberi,tidak bisa mencegah,tidak ada yang bisa mendatangkan madhorat dan tidak ada yang bisa memberi kemanfaatan kecuali Allah SWT.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id