Sejarah Awal Mula Suara Adzan Dikumandangkan Untuk Pertama Kalinya di Muka Bumi

Sejarah Awal Mula Suara Adzan Dikumandangkan Untuk Pertama Kalinya di Muka Bumi

Almunawwar.or.id – Adzan merupakan sebuah seruan atau panggilan bagi semua umat islam untuk bisa mempersiapkan diri dalam mengerjakan shalat, Sekaligus menandakan bahwa waktu shalat telah masuk ketika suara adzan itu di kumandangkan oleh seorang Muadzin.

Dimana jauh sebelum pencetusan suara adzan itu di jadikan pertanda telah masuknya waktu shalat, Umat muslim di kala itu mengalami kesulitan untuk bisa berkumpul bersama sesuai denan waktunya masing-masing, nah dari situlah mulai ada titik terang dari perintah Rasulallah S.A.W kepada Shahabat untuk membacakan kalimat-kalimat adzan tersebut.

Meskipun pada waktu itu terjadi perdebatan dari beberapa para shahabat yang memiliki cara pandang terhadap pertanda waktu shalat itu, ada yang menyebutkan bisa dengan membunyikan suara lonceng namun pendapat tersebut banyak para shahabat yang membantahnya. Karean mirip dengan kaum nashrani, Yahudi dan Majusi.

Dari situlah Shahabat Umar bin Khattab memberikan usulan kepada salah seorang shahabat lainnya untuk mengumandangkan lantunan-lantunan kalimah adzan. Dan usulan Umar tersebut di terima oleh para shahabat termasuk oleh Baginda Rasulallah S.A.W.

Ada banyak keterangan hadits yang menerangkan dan menjelaskan tentang awal mula sejarah suara adzan itu di kumandangkan. Salah satunya adalah dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa azan pertama kali dikumandangkan pada tahun pertama hijriah oleh sahabat Rasul yang bernama Bilal bin Rabbah yang berfungsi sebagai penanda masuknya waktu salat bagi kaum muslimin.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلَوَاتِ وَلَيْسَ يُنَادِى بِهَا أَحَدٌ فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِى ذَلِكَ فَقَالَ بَعْضُهُمُ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى وَقَالَ بَعْضُهُمْ قَرْنًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ فَقَالَ عُمَرُ أَوَلاَ تَبْعَثُونَ رَجُلاً يُنَادِى بِالصَّلاَةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « يَا بِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ ».

Suatu waktu ketika kaum muslimin tiba di Madinah, mereka berkumpul sembari menunggu waktu salat. Namun tidak seorang pun di antara mereka yang bisa memberitahukan bahwa waktu salat telah masuk. Sehingga pada suatu hari mereka bermusyarawah untuk membahas persoalan tersebut.

Sebagian sahabat mengusulkan agar menggunakan lonceng sebagaimana yang digunakan oleh orang-orang Nasrani dan sebagian yang lain dengan tanduk sebagaimana digunakan oleh orang-orang Yahudi dalam upacara keagamaan mereka, Namun sahabat Umar bin Khaththab berkata “Alangkah baiknya kalian menjadikan seseorang yang bertugas untuk memanggil orang-orang salat”, kemudian Rasulullah SAW menyetujui usulan Umar dan berkata “wahai Bilal, berdirilah serta panggillah manusia untuk mendirikan salat!”

Sementara itu dalam riwayat Abu Daud ada tambahan riwayat sebagai berikut :

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَمِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ أَرَادَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَذَانِ أَشْيَاءَ لَمْ يَصْنَعْ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ فَأُرِىَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ الأَذَانَ فِى الْمَنَامِ فَأَتَى النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ « أَلْقِهِ عَلَى بِلاَلٍ »

Abdullah bin Zaid berkata: “Nabi SAW berkeinginan untuk mencari cara dalam memberitahukan waktu salat (azan), namun beliau belum juga menemukannya”. Abdullah bin Zaid telah bermimpi mengenai kalimat-kalimat azan dalam tidurnya. Lalu dia mendatangi Nabi SAW untuk memberitahukan hal tersebut, kemudian Nabi SAW pun berkata “Ajarkanlah kata-kata itu kepada Bilal!”.

Di dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa pada saat Abdullah bin Zaid menceritakan mimpinya mengenai lafal-lafal azan itu kepada Rasulullah, sahabat Umar bin Khattab pun mengakui hal yang sama bahwa beliau juga telah bermimpi dengan mimpi yang serupa dengan Abdullah bin Zaid.

Setelah itu Rasulullah SAW berseru sembari memuji Allah SWT sebagai bentuk kegembiraan beliau dengan berita tersebut. Semenjak itu azan dijadikan sebagai pengingat masuknya waktu salat hingga Rasulullah SAW wafat.

itulah salah satu sejarah awal mulanya suara adzan untuk pertama kalinay di kumandangkan di muka bumi ini, Selain pertanda waktu shalat, adzan juga adalah seruan untuk segenap umat islam untuk sesegera mungkin mendirikan shalat lima waktu tersebut.

Wallohu A’lamu bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwawr.or.id
arrahmah.co.id