Sejarah Penanggalan Bulan Hijriyah Berdasarkan Tarikh Islam Dan Faktanya

Almunawwar.or.id – Pada perjalanannya penanggalan yang terjadi di bulan-bulan hiriyah itu memang santernya terjadi pada saat peritiwa hijrahnya Nabi Muhammad S.A.W dari mekkah ke madinah, akan tetapi jika melihat dari kejadian yang berdasarkan tradisi orang arab sebelum adanya hijrah tersebut maka hal ini layak untuk diketahui.

Mengingat selain sudah menjadi ketetapan awal berjalannya tahun dalam kalender islam, penetapan di bulan hijriah pun itu berbeda-beda sebagaimana kejadian yang menimpa beberapa tokoh Qurayis pada waktu itu. Bahkan ada tiga perubahan dari awal di tetapkan tahun hijriah yang pernah terjadi sebelum hijrah.

Alias ganti-ganti terus, Misalnya, mereka pernah menggunakan hitungan tahun berdasarkan kematian Amr bin Luhay (seorang tokoh Bani Khuza’ah pembawa agama musyrik di Mekkah), pernah juga mereka menggunakan patokan tahun berdasarkan kematian Hisyam bin Mughiroh, dan yang terahir mendasarkan perhitungan berdasarkan tahun peristiwa invasi pasukan Abrahah ke Mekkah.

Sejarah Penanggalan Bulan Hijriyah Berdasarkan Tarikh Islam Dan Faktanya

Dan dengan standar bulan-bulan qamariyah, yang dapat diketahui perhitungannyadengan melalui peredaran bulan, dan bulan qamariyyah adalah perhitungan kaum muslim untuk kepentingan mereka dan berbagai ibadah mereka. Berikut keterangan rangkaian nama bulan berdasarkan kejadiannya.

(الباب الخامس عشر بعد المائة في ذكر الأيام والشهور)(قال الفقيه) رحمه اللَّه: اعلم أن السنة اثنا عشر شهراً أولها محرم وإنما سمي محرماً لأن القتال فيه كان محرماً فيما بينهم في الجاهلية

Artinya :” Bulan yang pertamama adalah bulana ”Muharram” dan sesungguhnya bulan itu dinamai Muharram, karena peperangan di bulan tersebut di haramkan dalam hal apapun di era jahiliyah.

ثم صفر وإنما سموه صفراً لأن الناس قد أصابهم المرض فاصفرت وجوههم فسموه صفراً لصفرة الوجوه فيه، ويقال سمي صفراً لأن إبليس صفر بجنوده حين خرج محرم وحلّ لهم القتال

Artinya :” Selanjutnya “Shofar” dan sesungguhnya mereka menamai bulan tersebut dengan shofar, karena orang-orang ditimpa oleh satu penyakit, lalu memucat wajah-wajah mereka maka mereka menamai bulan itu dengan shofar, karena pucatnya wajah-wajah di bulan itu.

ثم شهر ربيع الأول لأنه صادف أول الخريف فسمي الربيع الأول

Artinya :” Kemudian bulan ”rabiul awwal” karena sesungguhnya bulan itu bertepatan dengan permulaan musim semi (bertunas) maka dinamai dengan Rabiul awwal (musim semi pertama).

ثم شهر ربيع الآخر لأنه صادف الخريف فسموه باسم الربيع

Artinya :” Kemudian bulan ”Rabiul akhir” karena bulan itu bertepatan dengan akhir musim semi (bertunas) maka dinamai dengan Rabiul akhir/ rabiuts tsani (musim semi kedua).

ثم جمادى الأولى، ثم جمادى الأخرى. وإنما سميا بذلك لأنهما صادفا أيام الشتاء حين اشتد البرد وجمد الماء

Artinya :” Selanjutnya “jumadil ula'” kemudian ‘jumadil ukhra” dinamai keduanya dengan jumad (beku) karena dua bulan itu bertepatan dengan musim dingin, ketika sangat dingin dan air membeku.

ثم رجب وإنما سموه رجباً لأن العرب كانت ترجبه: أي تعظمه، وكانوا يسمونه أصم لأنهم كانوا لا يسمعون فيه صوت الحرب

Artinya :” Kemudian “Rajab” mereka menamai bulan itu denga rajab, karena bangsa Arab biasa menghormati bulan itu, yakni mengagungkannya, dan mereka menami dengan Ashomm (tuli) karena mereka tidak mendengar suara peperangan di bulan itu.

ثم شعبان وإنما سمي شعبان لأن قبائل العرب كانت تتشعب فيه أي تتفرق فيه، ويقال إنما سمي شعبان لأن يتشعب فيه خير كثير لرمضان

Artinya :” Kemudian ”Sya’ban” dinamakan sya’ban karena berbagai suku bangsa arab mengadakan pengelompokan di bulan tersebut, agar mereka bisa terbagi-bagi menjadi beberapa kelompok di bulan tersebut. pendapat lain mengatakan: dinamakan sya’ban karena pada bulan tersebut dibagi-bagikan kebaikan yang berlimpah untuk menghadapi Ramadhan.

ثم شهر رمضان ويقال إنما سموه رمضان لأنه صادف أيام الحر والرمضاء الحر الشديد ويقال إنما سمي رمضان لأنه ترمض فيه الذنوب

Artinya : ” Kemudian ”Ramadhan” mereka menamainya dengan ramadhan karena bertepatan dengan musim panas. dan Ramdan adalah panas yang sangat (menyengat). dan pendapat lain mengatakan: dinamakan Ramadhan, karena akan dihanguskan berbagai dosa pada bulan tersebut.

ثم شوال إنما سموه شوال لأن القبائل العرب كانت تشول فيه: أي تبرح عنموضعها، ويقال إنما سموه شوال لأنهم كانوا يصيدون فيه من قولك أشليت الكلب إذا أرسلته لصيد

Artinya : ” Kemudian ”syawwal” mereka menamainya dengan syawwal, karena suku-suku bangsa arab, mengadakan perjalanan berpencar di bulan tersebut, yakni menyingkir dari tempat tinggalnya. pendapat lain mengatakan : mereka menamainya dengan syawwal, karena mereka mengadakan perburuan di bulan tersebut. diambil dari ucapanmu” asylaitul kalba idza arsaltuhu li-shoidin ( aku mengusir anjing, apabila aku mengirim anjing itu untuk berburu).

ثم ذو القعدة وإنما سموه ذا القعدة لأنهم كانوا يعقدون فيه عن الحرب. ثم ذو الحجة لأنهم كانوا يحجون فيه

Artinya : ” kemudian “dzulqa’dah” mereka menamainya dengan dulqa’dah karena mereka itus selalu duduk-duduk (nyantai) di bulan tersebut, jauh dari peperangan.

ثم ذو الحجة لأنهم كانوا يحجون فيه. فهذه أسامي الشهور العربية بالشهور القمرية التي يعرف حسابها بدوران القمر، وهو حساب المسلمين لآجالهم وعباداتهم

Artinya : ” kemudian ”Dzulhijjah” karena mereka melakukan hajji pada bulan ini. Maka ini adalah berbagai nama-nama bulan Arab, denagan standar bulan-bulan qamariyah, yang dapat diketahui perhitungannyadengan melalui peredaran bulan, dan bulan qamariyyah adalah perhitungan kaum muslim untuk kepentingan mereka dan berbagai ibadah mereka.

Wallohu A’lamu Bishowaab.
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id