Sejarah Singkat Dari Kota Yang Menjadi Benteng Terakhir Masuknya Islam Ke Eropa

Sejarah Singkat Dari Kota Yang Menjadi Benteng Terakhir Masuknya Islam Ke Eropa

Almunawwar.or.id – Perkembangan dunia islam yang sampai pada titik sejarah panjang pada perioderisasi peradabannya itu memamsuki wilayah daratan eropa dengan Spabyol sebagai pintu gerbang dari pada syiar dan dakwah yang di bawa oleh para Ulama dan Tabhiin jaman dahulu.

Sehingga di negara yang terkenal sebagai andalusia ini terdapat kota-kota yang masih kuat akan nilai sejarah peradaban islam pada masa lalu, Salah satunya adalah kota Granada yang merupakan benteng terkahir masuknya islam ke daratan benua eropa.

Dimana kejayaan islam pada masa lalu itu nampak bisa terlihat pada bagian arsitektur bangunan di beberapa kota di negara spanyol, dan di granada sendiri terdapat pula beberapa situs bangunan sejarah periode islam di masa lampau meskipun untuk sekarang ini di alih fungsikan sebagai tempat beribadah bagi mayoritas penduduk warga kota tersebut.

Sejarah panjang yang mengikuti perkembangan dan penyebaran islam pada saat itu terutama di negara spanyol memang begitu fenomenal sekali terhadap peradaban dan lahirnya para ilmuwan dunia yang berawal dari kejeniusan para Ulama islam pada saat itu dalam menciptakan sebuah penemuan-peneuman yang bersifat ilmiyah.

Dan di kota Granada sendiri, Islam sangat berkembang dan awal dari pada masuknya ke beberapa negara yang ada di benua eropa tersebut, Sehingga sangat pantas kiranya apabila nilai sejarah dari kota ini menjadi salah satu acuan dalam mengetahui awal mulanya islam masuk ke benua eropa. Dan berikut sejarah singkat dari kota Granada.

Granada ialah bagian di antara beberapa kota besar yang jadi simbol kejayaan Islam di Eropa bersama-sama Cordoba, Sevilla, Toledo dan kota lainnya yang berada dibawah pemerintahan Islam pada waktu itu, yaitu Dinasti Umayyah II yang berpusat di Cordoba.

Kota ini merupakan peninggalan kejayaan peradaban Islam di Eropa yang tidak terlupakan. Dahulu, kota ini pernah jadi simbol kemajuan ilmu pengetahuan pada masa kejayaan Islam di Andalusia yang mempunyai pengaruh pesat kepada kebangkitan Eropa.

Secara geografis Granada terletak di kaki gunung Sierra Nevada, yang berada pada muara muara 3 sungai, yaitu Beiro, Darro, dan Genhil. Letak Granada yang dekat dengan laut Meditarrenian, menjadikannya tempat perdagangan bangsa Arab (orang barat menyebutnya bangsa moor) pada abad ke-13.

Pada masa kejayaan Islam di eropa, Granada ialah kiblat para pelajar dunia untuk menuntut ilmu. Granada merupakan kota yang bersinar jelas sebab kemilau cahaya kemajuan ilmu pengetahuan di waktu kota-kota besar Eropa masih terkungkung dengan kegelapan.

Beberapa pusat kajian keilmuan yang jadi target para pelajar internasional pada waktu itu, ialah Universitas Granada, Perpustakaan al-Hambra, al-Yusufiah dan an-Nashriyyah.

Selain itu, di kota ini lahir ilmuwan-ilmuwan besar Islam seperti Abu al-Qasim al-Majrithi sang pencetus kebangkitan astronomi di Andalusia, Ibnu Athiyyah yang ahli tafsir, Imam asy-Syatibi, dan masih beberapa lagi ilmuwan dan para ulama Islam yang lahir dikota ini.

Tetapi sesudah runtuhnya Dinasti Umayyah II pada tahun 1031 M, Andalusia, termasuk Granada dikuasai oleh penguasa-penguasa kecil yang dikenal dengan Thaifah, kisaran abad 11-13 M.

Granada tercatat pernah berada di bawah kekuasaan Dinasti al-Murabithun (1140-1147 M), Dinasti al-Muwahidun (1121-1269 M) dan Dinasti Nasiriyyah atau yang terkenal dengan Emirat Granada.

Setelah runtuhnya Dinasti Umayyah II dan munculnya kerajaan-kerajaan kecil yang menguasai Andalusia Masa keemasan Islam di Eropa tak selamanya abadi, ditambah konflik internal di masing-masing kerajaan, serta adanya gerakan penakhlukan kembali yang ditunaikan oleh pasukan Kristen yang disebut dengan Reconquista.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
islam-institute.com