Sekilas Opini Tentang Empat Peristiwa Besar Yang Terjadi Di Bulan Ramadhan

Sekilas Opini Tentang Empat Peristiwa Besar Yang Terjadi Di Bulan Ramadhan

Almunawwar.or.id – Banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan suci ramadhan ini, baik ketika sejarah dari awal mula puasa ramadhan itu di syar’itkan oleh baginda Rasululloh S.A. W kepada umatnya, maupun dari peritiwa lain yang secara kebetulan terjadi di bulan suci tersebut.

Sehingga selaksa peristiwa yang mengiring peristiwa besar yang terjadi di bulan suci ramadhan tersebut mampu membangun semangat kembali untuk memaknai bahwa bulan ramadhan merupakan awal dari segala hal untuk bisa membangkitkan ruh jihad yang sesungguhnya.

Karena di balik kejadian besar tersebut, tersimpan makna yang begitu luas tentang bagaimana kita bisa mensyukuri dan menteladani sosok seorang pemimpin seperti baginda Rasululloh S.A.W sampai dengan peristiwa penting yang bisa memanggil semangat juang, nilai jiwa patriotisme yang tinggi.

Dan berikut di bawah ini empat peristiwa penting yang ada di bulan ramadhan yang mungkin bisa menjadi inspirasi terbaik untuk membangun jiwa kesosialan yang tinggi

1. Terjadinya peristiwa Nuzulul Quran (diturunukannya Alquran)
Dan malam 17 Romadhon tahun ke-41 dari ‘Aamul fiel (16 agustus 610 M) di gua Hiro ia didatangi oleh malaikat Jibril AS yang membawa selembar surat, kemudian memerintahkan Nabi SAW untuk membacanya. Jibril berkata “Iqro (bacalah)” dengan terperanjat beliau menjawab “aku tidak dapat membaca”, kemudian Jibril memeluk Nabi SAW sampai beliau terasa sesak nafas, lalu dilepas kembali dan mengulangi perintahnya.

Tetapi Nabi SAW tetap menjawab “aku tidak bisa membaca”. Demikian sampai 3 kali, barulah Jibril AS menuntunnya : “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang maha pencipta. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu sangat Mulia. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan manusia yang tidak diketahuinya.” ( Al-Alaq : 1-5).

Dimana pada mula awalnya Allah menurunkan Al-Qur’an dari Lauhil Mahfudz ke langit dunia, dan kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril AS. Tepatnya ketika beliau berusia 40 tahun. Nabi Muhammad SAW lebih sering ber-Uzlah dibanding sebelumnya untuk bertahannuts/beribadah. Pada bulan Romadhon ia membawa bekal lebih banyak untuk bertahannuts.

2. Terjadinya Peristiwa Perang Badr Kubro (perang badar kedua)
Sebagaimana yang telah di terangkan pada surat Al imron ayat 123 yang berbunyi,

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya : “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya”.

Lebih tepatnya peristiwa tersebut terjadi pada hari Jum’at 17 Romadhon tahun 2 Hijriyah (8 Januari 623 M). Rosul SAW mendapat laporan bahwa kafilah dagang Quroisy pimpinan Abu Sufyan bin Harb sebanyak 40 orang pulang berniaga dari negri Syam menuju kota Makkah. Maka 313 tentara Islam mencegat kafilah itu sebelum sampai Makkah di dekat sebuah sumur milik Badar. Mengetahui hal ini Abu Sufyan minta bantuan dari Makkah sebanyak 950 tentara.

Sedangkan penyebab peperangan ini ialah ketika umat Islam meninggalkan harta bendanya di Makkah ke Madinah karena kekejaman kaum kafir di sana. Kemudian kaum kafir Makkah menjarah dikit demi sedikit harta Muslimin itu yang kemudian hendak dijual ke negri Syam.

Dimana peperangan diawali adu tanding perorangan, yaitu Ali bin Abi Tholib, Hamzah bin Abdul Mutholib dan Ubaidah bin Harits dari pihak Islam, melawan Walid bin Utbah, Syaibah bin Robi’ah dan Utbah bin Robi’ah dari pihak Quroisy. Akhirnya 3 jagoan Quroisy itu terbunuh.

Berkobarlah peperangan dan dimenangi pihak Islam. 70 orang terbunuh dari pihak musuh termasuk Abu Jahl bin Hisyam dan tertawan 70 orang termasuk sepupu Rosul SAW Uqoil bin Abi Tholib. Sedangkan dari pihak Islam gugur 14 orang termasuk Ubaidah bin Harits. Adapun tawanan perang dibagi menjadi 2 kelompok, bagi yang kaya harus menebus dengan uang lalu dibebaskan. Dan yang tidak mampu harus mengajar membaca dan menulis kepada anak-anak Muslim masing-masing 10 anak.

3. Terjadinya perstiwa Fathu Makkah (pembebasan kota Makkah)
Sebagaimana yang telah di jelaskan dalam Al quran Surat Al-Isro ayat 81

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Artinya : “Telah datang kebenaran, telah hancur kebathilan. Sungguh kebathilan telah hancur”. (QS. Al-Isro : 81).
Seraya dengan itu maka sabda Rasululloh S.A.W saat berkhutbah yang berbunyi “Hai kaum Quroisy, apa yang hendak aku perbuat?”. Mereka menjawab “Yang baik-baik, wahai saudara pemurah, dan anak dari yang pemurah”. Maka Rosul SAW bersabda : “Aku akan berkata seperti ucapan Yusuf kepada saudaranya, “Hari ini tak ada cercaan bagi kalian. Kalian bebas”. Itulah amnesty (pengampunan) terbesar sepanjang sejarah manusia yang diberikan Rosulullah SAW terhadap kaum kafir Quroisy yang sebelumnya telah meneror dan membantai umat Islam.

Peristiwa ini terjadi ketika kaum Muslimin dapat menguasai kota Makkah tanpa ada halangan apapun dari kaum kafir Quroisy, karena mereka telah bersembunyi di rumah-rumah mereka dan ada juga yang berlarian ke bukit-bukit sekitar, karena takut kaum Muslimin membalas dendam atas kejahatan yang pernah mereka lakukan.

Karena Bani Bakr (sekutu Quroisy) sedang cekcok dengan Bani Khuza’ah (sekutu Islam). Kaum kafir Quroisy membantu Bani Bakr untuk menyerang Bani Khuza’ah, 20 orang Khuza’ah mati terbunuh. Artinya kafir Quroisy melanggar perjanjian Hudaibiyah. Rosul SAW dan 10.000 pasukan berangkat menuju kota Makkah melalui 4 penjuru ke arah kota Makkah.

Pasukan Zubair bin Awam lewat jalan utara, pasukan Kholid bin Walid lewat jalan selatan, pasukan Sa’ad bin Ubadah lewat jalan barat dan pasukan Abu Ubaidah bin Jarrah bersama Rosul SAW lewat kaki gunung Hind di barat laut. dan kejadian ini bertepatan pada tanggal 20 Romadhon tahun 8 Hijriyah.

4. Terjadinya Peristiwa Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Tentu ini menjadi sebuah keagungan tersendiri bagi warga dan abngsa indonesia, dimana secara bersamaan dan kebetulan kemerdekaan yang sekian lama di nantikan oleh bangsa ini, Tepatnya pada tanggal 17 Romadhon atau 17 Agustus 1945, dengan Rahmat Allah SWT yang terekam dalam pembukaan UUD 45, negara Republik Indonesia merdeka dari genggaman penjajah kafir Belanda, perjuangan ini tidak lain dan tidak bukan oleh para Mujahid-mujahid Islam.

Itulah seklias opini penting yang terjadi di keharibaan bulan suci ramadhan ini semoga bisa menjadi cermin terbaik bagi kita untuk menjadikan bulan ramadhan ini sebagai hal yang mampu membangkitkan, menyadarkan sekaligus memaknai diri untuk meraih keridhoan ilahi.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id