Sisi Kemiripan Antara Virus Covid-19 Dengan Penyakit Tha’un di Masa Rasulallah S.A.W

Sisi Kemiripan Antara Virus Covid-19 Dengan Penyakit Tha'un di Masa Rasulallah S.A

Almunawwar.or.id – Pembelajaran penting bagi umat manusia terutama bagi umat islam dimana banyak fenomena-fenomena yang terjadi saat ini adalah salah satu hal yang mesti di hayati tentang makna di dalamnya, Sehingga ada manfaat dan madharatnya terhadap sisi baik kehidupan ini.

Termasuk dari begitu mewabahnya penyakit saat ini yang begitu melumpuhkan tatanan kehidupan dan roda perekonomian umat manusia, tentunya hal tersebut tidak lepas dari sisi buruk tata cara dan pola hidup manusia dari kelalaiannya dalam menjaga amanah selama hidupnya.

Terutama dalam menjalankan roda hidup dan kehidupan ini mulai dari ber konsumsi, bersosial dan juga pula dari pola penerapan hidup sehat dan bermartabat yang menjadi awal dari baik dan buruknya tatanan kelangsunga hidup manusia di muka bumi.

Mewabahnya penyakit atau virus itu merupakan salah satu ujian bagi umat islam khususnya tentang bagaiman cara kita harus menjaga keseimbangan jasmani dan rohani, menjaga kesehatan dhahir dan bathin dan memelihara dengan baik dan sempurna semua amanah yang di berikan oleh Allah S.W.T.

Tidak hanya terjadi di masa era global dan serba modern seperti sekarang ini, pandemi virus juga pernah terjadi pada masa-masa Rasulallah S.A.W. bahkan kemunculan virus covid-19 saat ini ada kemiripan dengan penyakit Tho’un yang pernah terjadi di jaman shahabat Rasulallah S.A.W.

KEMIRIPAN ANTARA WABAH PENYAKIT THO’UN DAN CORONA.

Analisa Al- Imam Al- Hafidz Ibnu Hajar Al’Asqolani ra ( wafat tahun 852 H.) Dalam karyanya yg berjudul “Badzlul ma” un fi fadhlith tho’un”. Yang artinya “Pemberian bantuan kepada para pederita penyakit tho’un”.

بذل الماعون في فضل الطاعون, للحافظ أحمد بن حجر العسقلاني رحمه الله ت: ٨٥٢ هجري.

Salah satu karya Al- Imam Al- Hafidz Ibnu Hajar Al’Asqolani ra ( wafat tahun 852 H.) yg sangat mengagumkam adalah kitab yg berjudul “Badzlul ma” un fi fadhlith tho’un”. Yang artinya “Pemberian bantuan kepada para pederita penyakit tho’un”.

مات لابن حجر رحمه الله بناته كلهن وهو حي..وقد دفن ثلاثًا منهن قد مِتْنَ بالطاعون عافانا الله وإياكم وهن, فاطمة, زين, غالية. وألف بعد وفاتهن كتاب, بذل الماعون في فضل الطاعون.

Buku tersebut beliau tulis sesaat setelah Imam Ibnu Hajar kehilangan ketiga anak perempuannya yg sangat dicintainya, yaitu Fathimah, Zeinah dan Gholiyah. Mereka meninggal dunia akibat terserang penyakit yg ganas dan mematikan yg tengah melanda negerinya yaitu wabah penyakit Tho’un.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Zaadul Ma’aad juz 4 halaman 37 menuturkan bahwa Tha’un adalah sejenis wabah penyakit.

Menurut ahli medis, thaun adalah pembengkakan kronis dan ganas, sangat panas dan nyeri hingga melewat batas pembengkakan sehingga kulit yang ada di sekitarnya bisa berubah menjadi hitam, hijau, atau berwarna buram dan cepat bernanah. Biasanya pembengkakan ini muncul di tiga tempat: Ketiak, belakang telinga, puncak hidung dan disekitar daging lunak.

Kemudian ada juga yang mengatakan bahwa Wabah Tho’un itu semacam Wabah penyakit Kolera yang sangat, hingga tidak ada satu dokterpun yang mampun menjumpai obat yang mujarab untuk kesembuhannya.

‏وقد استوفى في هذا الكتاب أهم المسائل التي تثار هذه الأيام حول الوباء، وقرر في فصل كامل مباينة الوباء للطاعون وأن إطلاقه عليه إنما هو بطريق المجاز لكونه أخص منه.

Buku tersebut telah menerangkan secara rinci, baik dalam tinjauan agama, sosial maupun medis tentang beberapa hal yg sangat penting yg menjadi faktor penyebab merebahkan penyakit dan wabah penyakit Tho’un tersebut, sama seperti saat ini dimana dunia tengah digoncangkan dg merebahnya wabah penyakit menular dan ganas yaitu Corona.

Bahkan dalam satu bab khusus Al- Imam Al- Hafidz Ibnu Hajar Al’Asqolani ra menjelaskan secara panjang lebar dalam berbagai aspek tentang wabah penyakit Tho’un.

في فصول نافعة مطرزة بالحجج والنظر الفسيح منه رحمه الله. فالعلماء أشد الناس بلاءً؛ لأنهم ورثة الأنبياء في العلم وغيره. رحمنا الله وإياهم.

Berbagai permasalahan telah beliau uraikan dalam karya yg sangat berbobot tersebut dg rinci dan jelas yg dilengkapi dg berbagai dalil dan hujjah serta pandangan keilmuan yg sangat luas. Dan sebagai catatan terakhir dituturkan bahwa para ulama adalah orang- orang yg telah memperoleh cobaan dari Allah Swt melebihi dari yg lain karena mereka adalah pewaris ilmu para nabi.

Abu al-Hasan al-Mada’ini mengatakan bahwa wabah penyakit Tha’un yang masyhur dan paling besar terjadi dalam sejarah Islam ada lima:
1. Tha’un Syirawaih, yg terjadi pada zaman baginda Nabi saw yakni pada tahun keenam hijriah.
2. Tha’un ‘Amwas, terjadi pada masa kholifah Umar bin al-Khaththab ra, wabah tersebut melanda hingga negeri Syam hingga mengakibatkan 25 ribu orang meninggal dunia.
3. Tha’un pada yg terjadi pada zaman Ibnu Zubair yaitu pada bulan Syawwal tahun 69 H yang menyebabkan kematian selama tiga hari, yang dalam setiap harinya ada 70 ribu orang meninggal. Hingga diriwayatkan ada selkitar 70 sampai 80 anak dari sahabat Anas bin Malik yg meninggal dunia dan 40 anak dari Abdurrahman bin Abi Bakrah meninggal dunia.
4. Tha’un Fatayat pada Syawwal tahun 87 H. Yang terkena wabah tersebut mayoritas para gadis, hingga disebut fatayat.
5. Tha’un yg terjadi pada pada tahun 131 H pada bulan Rajab, dan semakin parah pada bulan Ramadhan, dan terhitung di perkampungan al-Mirbad dalam setiap harinya terdapat seribu jenazah, kemudian mereda pada bulan Syawwalnya.

Sementara Tha’un di Kufah terjadi pada tahun 50, di mana al-Mughirah bin Syu’bah meninggal dunia.
Yang menarik bahwa wabah penyakit Tha’un sama sekali tidak pernah berjangkit di Madinah dan Makkah.
Nabi Saw pernah bersabda:

الطاعون آية الرجز ابتلى الله عز وجل به ناسا من عباده فإذا سمعتم به فلا تدخلوا عليه وإذا وقع بأرض وأنتم بها فلا تفروا منه.

Wabah penyakit Tho’un adalah sebuah tanda peringatan dari Allah Swt untuk menguji hamba-hamba-Nya. Sehingga bila mana kalian mendengar berita tentang adanya wabah penyakit tersebut disebuah daerah, maka jangan sekali-kali kalian memasukinya, dan bila wabah penyakit tersebut telah terjadi pada suatu daerah dan kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar darinya.

Wallahu a’lam Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
Muhdor Ahmad
Piss-ktb.com
Almunawwar.or.id