Sosok Seorang Imam Al-Khazini Sebagai Seorang Ulama Pencetus Teori Gravitasi Bumi

Sosok Seorang Imam Al-Khazini Sebagai Seorang Ulama Pencetus Teori Gravitasi Bumi

Almunawwar.or.id – Tidak dapat di pungkiri memang keberlangsungan dari pesatnya teknologi yang menjadi bagian dari sendi kehidupan ini tidak lepas dari karya-larya ilmiyah yang begitu bermanfaat dan istimewa sekali yang di ciptakan oleh para penemu di masa lampu khususnya dari kalangan penemu Islam.

Dimana kemahiran dan kejenousan dalam mmberdayakan nalar akal dan kepekaaan terhadap peruabahan yang ada di alam sekitar menjadi daya inspirasi untuk menciptakan sebuah tangkapan gaya milneal cara berpikir untuk menciptakan sebuah rumusan keilmuan yang menjadi bagian dari sisi kehidpuan ini.

Begitu pula dengan istilah yang berkembang dalam dunia sain dan teknologi seperti dari adanya gaya gravitasi bumi, Dimana karya cipta tersebut di cetuskan oleh salah satu Ulama besar dan sangat terkenal di jamannya, Bahkan karyanya tersebut secara perluasan itu di kembangkan oleh para ilmuwan lainnya.

Adalah seorang AlKhazini yang merupakan sosok ulama sekaligsu seorang ilmuwan yang cakap dan mahir dalam membaca dan menangkap daya nalar yang terjadi di alam sekitar, dengan kemahirannya tersebut mampu meciptakan sebuah konsep ilmu yang berlaku dan berjalan dalam dunia sain dan teknologi sampai dengan saat ini.

Dari begitu besarnya karya yang di buatnya tersebut, bahkan Imam Al khazini memberikan kutipan penting terkait dengan penemuannya tersebut yang selalu menjadi rujukan dan bahan pertimbangan bagi parailmuwan lainnya.

Untuk setiap benda yang diketahui beratnya dan diletakkan pada jarak tertentu dari pusat semesta, gravitasinya bergantung kepada jaraknya dari pusat semesta. Karena alasan ini, gravitasi benda-benda berhubungan dengan jarak mereka dari pusat semesta.” (Al-Khazini)

Awalnya Al-Khazini bekerja bekerja sebagai pegawai di kerajaan Islam itu. Ia memiliki nasib baik. Pasalnya, sang majikan melihat potensi intelektual Al-Khazini, lalu ia diberi kesempatan untuk belajar. Bahkan, Al-Khazini dikirim untuk belajar kepada Omar Khayyam, seorang penyair dan ilmuan besar pada masa itu.

Al-Khazini belajar banyak hal, diantaranya matematika, sastra, filsafat, dan astrnomi. Sedikit banyak, pikiran Al-Khazini dipengaruhi oleh sang guru, Omar Khayyam, Aristoteles, Archimedes, Ibnu Haitham, dan Al-Biruni.

Al-Khazini dikenal memiliki otak yang brilian. Dari seorang budak, ia menjelma menjadi seorang ilmuan yang memiliki pengaruh besar. Sampai-sampai pemikiran Al-Khazini berpengaruh kuat dalam pengembangan sains di Barat.

Sedianya, Al-Khazini melahirkan banyak teori sains seperti metode ilmiah eksperimental dalam mekanik, perbedaan daya, masa dan berat, serta jarak gravitasi, dan energi potensial gravitasi.

Diantara karya Al-Khazini adalah Mizan al-Hikmah (Neraca Kebijaksanaan) dan az-Zij as-Sanjari (Tabel Sanjari). Di buku Mizan al-Hikmah, Al-Khazini menjelaskan secara detil teori-teori yang dicetuskannya seperti prinsip-prinsip keseimbangan hidrostatis, mekanika, dan hidrostatika. Kitab yang terdiri dari 50 bab ini ditulis tahun 1121 M dan menjadi karya penting dalam bidang fisika Islam.

Sementara az-Zij as-Sanjari (Tabel Sanjari) merupakan kitab yang mengulas tentang astronomi. Di sini, Al-Khazini membahas tentang posisi 46 bintang dan menjelaskan jam air 24 jam yang diciptakan olehnya untuk kepentingan astronomi.

Gravitasi bumi
Saat kita mendengar kata ‘gravitasi’ pasti yang ada di otak kita adalah Isaac Newton. Memang, selama ini kita jejali dengan pengetahuan bahwa penemu teori gravitasi adalah Newton karena Newton lah yang merumuskan dan membuat persamaan matematika tentang gambaran kerja gravitasi bumi.

Namun, tahu kah kita bahwa jauh sebelum Newton ‘membuat’ teori gravitasi, ada seorang saintis Muslim yang sudah mencetuskan dan menemukan teori gravitasi. Iya, dialah Al-Khazini. Dalam buku Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam, Al-Khazini meneliti dan menekuni secara mendalam tentang gravitasi pada abad ke-12.

Sebuah konsep teori yang sebelumnya juga diajukan oleh Al-Biruni. Dengan demikian, Al-Khazini telah menemukan teori gravitasi jauh sebelum Newton melakukannya.

Setelah melakukan beberapa eksperimen, Al-Khazini sampai pada sebuah kesimpulan bahwa kuat gravitasi itu berubah sesuai dengan jarak antara benda yang jatuh dengan yang menariknya. Dengan kata lain, Al-Khazini menemukan fakta bahwa kekuatan gravitasi dipengaruhi oleh jarak antar dua benda.

Memang, dalam beberapa literatur yang ada belum menemukan bukti bahwa Al-Khazini telah membuat rumus matematika dan persamaan terkait dengan hubungan antar variabel tersebut. Namun yang pasti, dia telah menemukan variabel-variabel yang terkait dengan peristiwa gerak jatuh suatu benda karena gravitasi bumi.

Baru pada abad ke-17 ilmuan Barat seperti Isaac Newton memformulasikan rumus-rumus matematika dan persamaan antar variabel dalam teori gravitasi tersebut. Jika demikian, maka Newton lebih pantas sebagai perumus teori gravitasi, sementara Al-Khazini sebagai penetus teori gravitasi bumi.

itulah sejarah kisah singkat dari karya yang dahsyat yang di ciptakan oleh seorang Ulama besar yang dengan keluhungan ilmunya itu mampu membukakan ruang publik tentang bagaimana konsekuensi alam yang tidak lepas dari sisi dan sedni kehidupan manusia dan mahluq lainnya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
nu.or.id