Statement Gus Dur Tentang Nasihat Di Balik Dinamika Masyarakat di Tahun politik

Statement Gus Dur Tentang Nasihat Di Balik Dinamika Masyarakat di Tahun politik

Almunawwar.or.id – Dinamika nilai dari pandangan cara berpolitik dan menetukan arah pilihan memang menjadi hak seseorang, tidak boleh ada intervensi satu sama lain semuanya harus di dasari dengan kesadaran yang tinggi serta niat tulus ikhlas dalam memantapkan pilihan hidup di ranah demokrasi ini.

Jangan sampai ada sesuatu yang mungkin bisa menodai arti dari pesatuan dan kesatuan yang selama ini menjadi sebuah institusi kuat yang tertanam dalam jiwa raga warga bangsa indonesia tercinta ini, terlebih di tahun-tahun politik seperti sekarang ini yang memang sempat di warnai dengan berbagai polemik kebangsaan.

Sejatinya hak seseorang dalam memilih dan menentukan calon pemimpinnya itu harus di pandang dari semua sisi dan segi manfaat dan madharatanya untuk kesejahteraan bangsa ini terutama bagi umat islam sendiri yang sangat berjasa besar terhadap kemerdekaan bangsa indonesia tercinta ini.

Dari fenomena inilah salah seorang guru besar yaitu Gusdur memberikan pandangannya terhadap perbedaan pilihan yang terjadi di masyarkat luas, dimana statemen dari gusdur ini sangat begitu bermakna bagi semua orang baik bagi penguasa maupun bagi mereka yang belum waktunya untuk memimpin.

Semuanya tidak lepas dari kehendak Allah S.W.T, dan kepada siapa Allah S.W.T berikan pucuk kepemimpinan dan kepada siapa pula Allah S.W.T menghendaki sesuatu yang bersifat mernedahkan. Semuanya sudah di autr oleh sang maha kuasa hanya saja cara kita menentukan sikap itu harus sesuai dengan apa yang dperintahkan oleh Agama.

“Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan”. Demikian nasihat Gus Dur kepada siapapun yang telah berkuasa dan berebuat kuasa. Harta, ketenaran, kekuasaan. Terkisah orang yang telah memperoleh segala sesuatu di dunia ini, raja bajak laut bernama Gold D. Roger.

Kata-kata terakhir yang diucapkan menjelang eksekusinya, membuat orang seluruh dunia tergerak mengarungi lautan. Era bajak laut terbesar pun dimulai. Begitulah kira-kira prolog serial anime One Piece besutan Eichiro Oda diputar.

Ya, menjadi bajak laut dan lalu menemukan harta karun bernama One Piece merupakan pra-syarat mutlak bagi yang ingin menjadi orang nomor wahid di lautan.

Kompetisi menjadi seorang “raja” ini sekarang juga kita dapati di 2019 yang konon adalah tahun politik. Itu setidaknya bisa kita tinjau dari dua hal :

Pertama, di tahun ini terselenggara Pilkada serentak. Menyambut pesta demokrasi level Daerah.

Dan tentu setiap Parpol akan mengerahkan segenap strategi pamungkas untuk memenangkan ambisinya. Mulai dari bangun koalisi antar partai, pasang iklan di televisi, pasang mars partai di iklan Youtube dan televisi, hingga menggandeng publik figur kenamaan, selebriti, agamawan, serta tokoh-tokoh lainnya.

Kedua, karena 2019 adalah tahun digelarnya Pilkada serentak, setiap Parpol tentu tidak mau melewatkan panggung demokrasi ini begitu saja guna menyongsong Pilpres 2019. Sebab, Pilkada 2019 diyakini punya pengaruh besar dalam menentukan posisi partai di Pilpres 2019 nanti. Dan memenangkan Pilpres itu setara dengan menemukan One Piece yang merupakan puncak kontestasi dari segala ambisi setiap partai atau bajak laut.

Masalahnya, kompetisi menjadi “raja” itu ternyata tidak sehitam putih pilihan ganda ujian Ebtanas. Ada banyak gejolak dan dinamika yang menyertai. Dan itu niscaya.

Artinya, bukan hanya soal menjalankan roda pemerintahan bagi yang menang dan legowo menerima kenyataan bagi yang kalah. Juga bukan rahasia lagi jika ternyata ada sekian kontrak dan kesepakatan-kesepakatan, bahkan sandiwara politik pun terlibat di dalamya.

Pada titik ini, teringat pesan KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, bahwa yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan. Ya, statemen Gus Dur yang banyak kita jumpai baik di internet, stiker bahkan gantungan kunci itu saya kira merupakan cermin yang koheren untuk tahun politik 2019 ini.

Demikianlah salah satu opini penting yang mungkin tidak sebagai wacana saja akan tetapi terdapat nilai pengebangan khusus dari pada sejatinya sifat kemanusiaan yang menginginkan adanya keamanan, kenyamanan, kesejahteraan yang semuanya tidak lepas dari nilai persatuan dan kesatuan antar semua elemen bangsa ini.

Wallohu A’lamu bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nahdlatululama.id
almunawwar.or.id