Tata Cara Pelaksanaan Akad Nikah Sesuai Sunnah Beserta Contoh Khutbahnya

Tata Cara Pelaksanaan Akad Nikah Sesuai Sunnah Beserta Contoh Khutbahnya

Almunawwar.or.id – Terdapat hal-hal yang mesti diketahui dalam tata cara pelaksanaaan akad nikah yang dalam bagian kali ini adalah tentang bagaimana tata cara terbaik saat melaksanakan akad nikah itu berlangsung sebagaimana yang telah di contohkan oleh baginda Rasulullah S.A.W.

Terutama saat mendapatkan makna yang terpenting dalam tata cara pelaksanaannya tersebut, mulai dari dasar dan pembagian hukum, khutbah nikah samapi dengan tata cara dai pelaksanaan terbaik bagi pasangan suami istir setelah menikah sesuai dengan doa-doa yang telah di sunnahkan.

Hal ini sebagaimana yang berjalan pada ketentuan-ketentaun yang di jelaskan dalam kitab-kitab fiqih yang bersumber pada Al hadits. Seperti berikut ini contoh daripada khutbah jumat sesuai dengan apa yang dengan sunnahnya.

1. Hukum menikah ada lima
a. Sunah, yaitu bagi orang yang membutuhkan wathi (bersetubuh) dan mempunyai biaya untuk mahar, pakaian fashol tamkin dan memberi nafkah istrinya padahari dilangsungkannya ‘akad dan malamnya
b. Khilaful aula, yaitu bagi orang yang membutuhkannya, hanya saja tidak mempunyai biaya
c. Makruh, yaitu bagi orang yang tidak membutuhkannya dan juga tidak mempunyai biaya
d. Wajib, yaitu bagi yang bernadzar untuk menikah yang sebelumnya sunah Baginya
e. Haram, yaitu bagi orang yang tidak mampu memenuhi hak-hak istri.

Rangkaian Acara Pelaksanaan Akad Nikah
1) Sebelum pelaksanaan ‘akad nikah dimulai, terlebih dahulu bangku atau meja disiapkan dan diletakkan di tengah ruangan, kemudian wali atau wakilnya duduk di sebelah barat meja dan calon pengantin pria di sebelah timur meja berhadapan dengan wali atau wakilnya. Sedangkan dua orang saksi duduk di sebelah utara meja atau sebelah kiri wali. Qori’, Khotib dan orang yang berdo’a duduk di sekitar wali dan mempelai pria.

2) MC (pembagi acara) bisa mulai membuka acara ‘akad nikah dengan susunan acara sebagaimana berikut :
a. Pembukaan
b. Pembacaan ayat suci al-Qur’an
c. Khutbah nikah
d. Akad nikah
e. Do’a penutup
3) Dilanjutkan dengan membaca Khutbah Nikah.
Khutbah Nabi SAW saat Menikahkan Puterinya Fatimah Az-Zahra’ Ra.

بسم الله الرحمن الرحيم اللهم صل على محمد وآل محمد الحمد لله المحمود بنعمته، المعبود بقدرته، المطاع بسلطانه، المرهوب من عذابه وسطواته النافذ أمره في سمائه وأرضه، الذي خلق الخلق بقدرته، وميزهم بأحكامه وأعزهم بدينه، وأكرمهم بنبيه محمد (صلى الله عليه وآله وسلم)، إن الله تبارك اسمه، وتعالت عظمته، جعل المصاهرة سبباً لاحقاً، وأمراً مفترضاً أوشج به الأرحام، وألزم الأنام، فقال عز من قائل: (وهو الذي خلق من الماء بشراً فجعله نسباً وصهراً وكان ربك قديراً) فأمر الله تعالى يجري إلى قضائه، وقضاؤه يجري إلى قدره، ولكل قضاء قدر، ولكل قدر أجل ولكل أجل كتاب: (يمحو الله ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتاب). ثم إن الله عزوجل أمرني أن أزوج فاطمة بنت خديجة من عليّ بن أبي طالب فاشهدوا أني قد زوجته على أربعمائة مثقال فضة إن رضي بذلك علي بن أبي طالب

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang dipuji dengan segala nikmat-Nya, yang disembah dengan ketentuan-Nya, yang ditaati dengan kekuasaan-Nya, yang ditakuti azab dan kekuasaan-Nya, yang perkara-Nya meliputi langit dan bumi-Nya, yang menciptakan makhluk dengan takdir-Nya, yang mengistimewakan makhluk-Nya dengan hukum-Nya, yang memuliakan mereka dengan agama-Nya, yang menjadikan mereka mulia dengan Nabi-Nya Muhammad saw. Sesungguhnya Allah nama-Nya Maha Mulia, Maha Tinggi dan Maha Agung. Ia telah menjadikan mushaharah (hubungan keluarga karena pernikahan) sebagai sebab penerus generasi manusia, perkara yang menjadi sebab penyambung keluarga dan penerus generasi manusia. Allah yang Maha mulia firman-Nya menyatakan: “Dialah yang menciptakan manusia dari air kemudian menjadikan manusia mempunyai keturunan dan mushaharah, dan Tuhanmu Maha Kuasa.” (Al-Furqan: 54). Perkara Allah swt berlaku dalam ketetapan-Nya, ketetapan-Nya berlaku dalam takdir-Nya, setiap ketetapan mempunyai takdir, setiap takdir mempunyai ajal, dan setiap ajal mempunyai kitab, “Allah menghapus apa yang dikehendaki dan menetapkan (apa yang dikehendaki), di sisi-Nya ada Ummul Kitab.” (Ar-Ra’d: 39).

Kemudian Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikan sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah ( dalam nilai perak), dan Ali bin ridha (menerima) mahar tersebut.”
Kemudian Rasulullah saw mendoakan keduanya:

جَمَعَ اللهُ شَمْلَكُمَا، وَأَسْعَدَ جَدَّكُمَا، وَبَارِكْ عَلَيْكُمَا، وَأَخْرَجَ مِنْكُمَا كَثِيراً طَيِّبًا

Artinya : “Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak.”(kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab 4). Riwayat hadis ini bersumber dari Anas bin Malik, salah seorang sahabat Nabi saw.

4) Selesai pembacaan khutbah nikah biasanya petugas (pegawai catatan sipil atau penghulu) bertanya kepada mempelai pria tentang statusnya, bentuk dan jumlah mas kawinnya dan yang lain sebagainya. Setelah semuanya selesai, baru acara ‘akad nikah bisa dimulai. Bagi siapa saja yang akan mang’akadi disunahkan membaca:

أزوجك على ما أمر الله به عز وجل من إمساك بمعروف أو تسريح بإحسان

Kemudian orang yang meng’akadi biasanya menyuruh mempelai pria membaca syahadat :

أشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

5) Kemudian dilanjutkan prosesi ijab qobul, dengan dialog sebagaimana berikut :
Apabila ‘akad nikah itu dilaksanakan oleh wali (tidak diwakilkan), maka shigotnya sebagai berikut:

ولي : أنكحتك وزوجتك (ليلى) موليتي بمهر ألف روبيه حالا
الزوج : قبلت نكاحها وتزويجها لنفسي بالمهر المذكور حالا

Terjemahnya:
Wali : “Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu dengan (Laila), perempuan yang menjadi kuasaku, dengan mahar seribu rupiah dibayar kontan.
Suami : “Saya terima pernikahan dan perkawinan ini untuk saya, dengan mahar yang telah disebutkan secara kontan.
Apabila ‘akad nikah itu diwakilkan atau diserahkan pada orang lain, maka harus ada shighot taukil (ungkapan pasrah wakil) dari sang wali seperti dibawah ini :

وكلتك في تزويج (ليلى) بنتي عن (زيد) بمهر ألف روبية حالا

Terjemahnya:
“Aku wakilkan kepadamu untuk menikahkan (Laila), anak perempuanku dengan Zaid sebagai calon suami, dengan mahar seribu rupiah kontan.”
Kemudian wakil wali menerimanya dengan mengucapkan:

قبلت توكيلك في تزويجها عن (زيد) بالمهر المذكور حالا

Terjemahnya :
“Saya terima perwakilanmu untuk menikahkan anak perempuanmu dengan (Zaid)
sebagai calon suami, dengan mahar yang telah disebutkan.” Setelah itu sang wakil dapat menikahkan calon pengantin seperti dalam dialog berikut ini:

وكيل ولي : أنكحتك وزوجتك (ليلى) بنت أحمد موكلي بمهر ألف روبية حالا.
الزوج : قبلت نكاحها وتزويجها لنفسي بالمهر المذكور حالا.

Terjemahnya :
Wakil wali : “Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu dengan (Laila), anak perempuan Ahmad sebagai orang yang mewakilkan kepadaku, dengan mahar seribu rupiah kontan.”
Suami : “Saya terima pernikahan dan perkawinan ini untuk saya, dengan mahar yang telah disebutkan.”
Apabila mempelai pria ( Zaid ) mewakilkan dalam qobulnya, maka bentuk ijabnya
seperti berikut :

أنكحتك وزوجتك عن(زيد) ليلى بنت أحمد بمهر ألف روبية حالا.

Terjemahnya :
“Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu sebagai orang yang mewakili (Zaid) dengan (Laila) anak perempuan (Ahmad), dengan mahar seribu rupiah kontan.”
Sedangkan untuk ijab yang tidak diwakilkan adalah

أنكحتك وزوجتك عن زيد ليلى موليتي بمهر ألف روبية حالا

Terjemahnya :
“Saya nikahkan dan saya kawinkan kamu sebagai orang yang mewakili Zaid dengan Laila anak perempuan yang menjadi kuasaku, dengan mahar seribu rupiah kontan.”
Kemudian qobulnya :

قبلت نكاحها وتزويجها له / لزيد بالمهر المذكور حالا

Terjemahnya:
“Saya terima pernikahan dan perkawinan ini untuk (Zaid), dengan mahar yang telah disebutkan.”
Setelah ijab qobul selesai dilakukan, dua orang saksi dapat menanyakan sah atau tidak pada ‘akad tersebut. Apabila sah, maka diteruskan dengan acara do’a sebagai penutup. Setelah ‘akad nikah dipastikan keabsahannya, kemudian salah seorang yang berada dalam majlis ‘akad (sebaiknya pemuka agama) berdo’a, sebagaimana berikut :

بسم الله الرحمن الرحيم , الحمد لله رب العالمين حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيدة, يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك, اللهم اجعل هذا العروس وزوجته مؤدة ورحمة وألف بينهما كما ألفت بين آدم وحواء وألف بينهما كما ألفت بين يوسف وزليخاء وألف بينهما كما ألفت بين سيدنا محمد وسيدتنا خديجة الكبري, اللهم بارك لهما وارزقهما رزقا حسنا حلالا طيبا نافعا مباركا في عمرهما ودينهما ودنياهما وآخرتهما وارزقهما ذرية صالحة مباركا, اللهم ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما, ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقنا عذاب النار, وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا والحمد لله رب العالمين.

Doa-doa Setelah Akad Nikah
Tiga doa berikut ini dikutip dari kitab MAKARIM AL-AKHLAQ: 209. Bersumber dari salah seorang cucu Rasulullah saw yaitu Imam Ja’far Ash-Shadiq putera Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Al-Husein Ra cucu Rasululah saw. Doanya sebagai berikut:

اًللَّهُمَّ بِأَمَانَتِكَ أَخَذْتُهَا وَبِكَلِمَاتِكَ اِسْتَحْلَلْتُ فَرْجَهَا، فَإِنْ قَضَيْتَ لِي مِنْهَا وَلَدًا فَاجْعَلْهُ مُبَارَكًا سَوِيًّا وَلاَتَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ شَرِيْكًا وَلاَنَصِيْبًا

Allaâhumma biamâanatika akhattuhâa, wa bikalimaâtika istahlaltu farjahâa, fain qadhayta lîi minhâa waladan faj’alhu mubâarakan syawiyyâa, walâa taj’al lissyaithâani fîihi syarîikan walâa nashibâ.
“Ya Allah, dengan amanat-Mu kujadikan ia isteriku dan dengan kalimat-kalimat-Mu dihalalkan bagiku kehormatannya. Jika Kau tetapkan bagiku memiliki keturunan darinya, jadikan keturunanku keberkahan dan kemuliaan, dan jangan jadikan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya”.

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي اَلْفَهَا وَوُدَّهَا وَرِضَاهَا بِي، وَاَرْضِنِي بِهَا، وَاجْمَعْ بَيْنَنَا بِأَحْسَنِ اِجْتِمَاعٍ وَاَيْسَرِ ائْتِلاَفٍ فَإِنَّكَ تُحِبُّ الْحَلاَلَ وَتُكْرِهُ الْحَرَامَ

Allâahummarzuqnîi alfahâa wa wuddahâa wa ridhâahâa bîi, wa ardhinîi bihâa, wajma’ baynanâa biahsanijjtimâ’in wa aysari’ tilâafin, fainnaka tuhibbul halâala wa tukrihul harâam.
“Ya Allah, karuniakan padaku kelembutan isteriku, kasih sayang dan ketulusannya, ridhai aku bersamanya. Himpunkan kami dalam rumah tangga yang paling baik, penuh kasih sayang dan kebahagiaan, sesungguhnya Engkau mencintai yang halal dan membenci yang haram”.

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِي وَلَدًا وَاجْعَلْهُ تَقِيًّا ذَكِيًّا لَيْسَ فِي خَلْقِهِ زِيَادَةٌ وَلاَنُقْصَانُ وَاجْعَلْ عَاقِبَتَهُ اِلَى خَيْر

Allâahummarzuqnîi waladan, waj’alhu taqiyyan dzakiyyan laysa fîi khalqihii ziyâadatun walâa nuqshân, waj’al ‘âqiibatahuu ilâa khairin.

Artinya : “Ya Allah, karuniakan padaku keturunan, dan jadikan ia anak yang bertakwa dan cerdas, tidak ada kelebihan dan kekurangan dalam fisiknya, dan jadikan kesudahannya pada kebaikan”.
Catatan:
Untuk mendoakan orang lain, tinggal mengganti dhamir (kata ganti nama). Bagi yang belum bisa bhs arab, cukuplah merubah kata ganti nama dalam terjemahannya, misalnya :
Dalam terjemahan doa yang pertama menjadi:
Ya Allah, dengan amanat-Mu (Fulan) telah menjadikan ia isterinya dan dengan kalimat-kalimat-Mu dihalalkan baginya kehormatannya. Jika Engkau tetapkan baginya memiliki keturunan darinya, jadikan keturunan darinya keberkahan dan kemuliaan, dan jangan jadikan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya.

Dalam terjemahan doa yang Kedua menjadi:
Ya Allah, karuniakan pada (Fulan) kelembutan isterinya, kasih sayang dan ketulusannya, ridhai ia bersamanya. Himpunkan mereka berdua dalam rumah tangga yang paling baik, penuh kasih sayang dan kebahagiaan, sesungguhnya Engkau mencintai yang halal dan membenci yang haram.

Dalam terjemahan doa yang Ketiga menjadi:
Ya Allah, karuniakan pada (Fulan) keturunan, dan jadikan ia anak yang bertakwa dan cerdas, tidak ada kelebihan dan kekurangan dalam fisiknya, dan jadikan kesudahannya pada kebaikan.

Tuga Tugas Naib
Menanyakan kepada wali & mempelai pria apakah:
a. Nikahnya Tawkil atau tidak
b. Dengan paksaan atau tidak
c. Apakah suka sama suka
d. Dengan mahar apa..?
Lalu pembawa acara membukanya dengan muqoddimah dan Al-Fatihah lalu menyerahkan sepenuhnya kepada yang menikahkan (wali / kyai).

Tugas Tugas Wali
Apabila tidak tawkil maka langsung menanyakan saksi dua atau menunjuknya dengan ditentukan.
a. Menyuruh orang yang bertugas untuk membacakan Khotbah Nikah langsung menikahkannya dengan ijab yang didahului Tahmid danSholawat lalu menjabat tangan calon suami dengan mengucapkan Uzawwijuka ‘Alaa maa….
b. Menanyakan kepada saksi apakah ‘akadnya sudah sah atau belum. Kalau sudah bilang sampun dan kalau belum bilang dereng dengan menjelaskan letak kekurangan atau kesalahannya.
c. Mendo’akan atau menyuruh orang yang sholeh untuk berdo’a yang bermanfa’at kepada kedua mempelai.
d. Langsung menemukan kedua mempelai dengan diiringi Sholawat Nabi dan ketika bertemu sunah tangan kanan suami menyalami istrinya dan tangan kiri memegang ubun-ubunnya dengan dibacakan do’a :

الحمد لله رب العالمين اللهم صل على سيدنا محمدٍ اللهم اني اسألك خيرَ هذه وما اجبلتها وأعوذ بك من شر هذه وما اجبلتها وصلى الله على سيدنا محمد و الحمد لله رب العالمين

Maka setelah berdo’a selesailah prosesi ‘akad nikah dan pembawa acara langsung menutupnya dengan membaca Hamdallah dan Salam dan sunah langsung mengadakan Walimatul ‘Ursyi.

Tugas Penyerahan Pengantin
a. Menyampaikan salam bila dititipi oleh walinya suami
b. Menyerahkan manten laki-laki kepada walinya istri
c. Mohon ma’af atas sikap rombongan yang kurang berkenan
d. Pamit dan mohon do’a keselamatan

Tugas Penerimaan Pengantin
a. Menjawab salam sesuai dengan ucapan salamnya
b. Mangga’aken hidangan yang ada
c. Menerima penyerahan dan menyerahkan kepada walinya istri
d. Memberikan ma’af kepada rombongan
e. Mendo’akan keselamatan rombongan hingga sampai tujuannya.

Doa-Doa Bagi Pasangan Suami Istri
Sebelum melakukan hubungan, hendaknya pasutri membersihkan hati dengan cara bertaubat dari segala perbuatan yang telah lalu. Sehingga dalam melakukan hubungan dilakukan dengan perasaan bahagia.

Setelah itu, bersihkanlah tubuh dari hadas dengan cara berwudhu, memakai wangi-wangian. Khusus untuk istri, dianjurkan menggunakan celak mata (sipat) dan pacar. Lantas, sampaikanlah niat dalam hati akan harapan anak kelak yang lahir adalah anak shaleh.
Setelah sudah berbusana rapi hendaknya mendahulukan kaki kanan untuk melangkah dengan membaca bismillah wassalamu ‘ala rasulillahis assalamu ‘alaikum, “Dengan nama Allah dan kesejahteraan Rasulullah semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu”.

Lakukanlah sholat sunnah paling sedikit 2 rakaat. Dalam shalat bacalah surat Al-Fatihah 3x, surat Al-Ikhlas 3x, membaca shalawat lantas berdoa (akan diterangkan dibawah) memanjatkan apa yang diinginkan.

Berikutnya suami, menghmpiri istri sambil mengatakan; assalaamu ‘alaikum ya baabar rahmaan, “semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu wahai pintu kasih sayang”.Kalimat ini dijawab oleh istri dengan membaca; wa’alaikum salaam yaa sayyidal amiini,”semoga keselamatan juga menyertaimu wahai (tuan) yang dipercaya”.

Kemudian suami mengecup kening istri sambil mengatakan kalimat:

اللهم اني اسألك خيرها وخيرما جبلتها عليه واعوذبك من شرها وشرما جبلتها عليه

(allaahuma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi),

Artinya : “ya Allah, aku mohon kepada-Mu atas kebaikan istri dan kebaikan tabiat yang telah Engkau tabiatkan kepadanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan istri dari keburukan perangai yang telah Engkau tabiatkan kepadanya”.

Saat suami telah berada pada pangkuan istri, bisikkan dengan perlahan ke telinga istri, radhitu billahi rabba, aku telah ridha Allah itu menjadi Tuhanku. Lantas lanjutkan dengan membaca shalawat bersama-sama (boleh shalawat apa saja); allaahumma shalli ‘alaa muhammad wa ‘alaa sayyidinaa muhammad, “ya Allah berilah limpahan rahmat kepada nabi Muhammad dan seluruh keluarganya”.

Doa ketika akan melakukan senggama (Jima) bagi suami istri

اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان عنما رزقتنا

Allaahumma jannibnas syaithoonaa wa jannibis syaithoona ‘anmaa rozaqtanaa

Artinya : “Dengan nama Allah Ya Allah jauhkanlah kami dari godaan setan dan jauhkan pula ya Allah setan itu dari anak yang akan kau anugerahkan kepada kami”.

Doa saat mengecup ubun-ubun

اللهم بارك لي في اهلي وبارك لهم في اللهم اجمع بيننا ما جمعت بخير وفرق بيننا اذا فرقت بخير

“ Allaahumma baarik lii fi ahlii, wa baarik lahum fiyya. Allaahumma ijma’ bainanaa ma jama’ta bikhair, wa farriq bainanaa idzaa farraqta ilaa khair “.

Artinya : “ Ya Allah, berkahilah hamba dalam berkeluarga, dan berkahilah bagi istriku di dalamnya. Ya Allah satukanlah kami sebagaimana Engkau menyatukan kami dengan kebaikan, dan pisahkanlah kami jika Engkau memisahkannya untuk / menuju kebaikan “.

Doa keluar mani / inzal / orgasme

الحمد لله الذى خلق من الماء بشرا فجعله نسباوصهرا وكان ربك قديرا

Alhamdulillaahil ladzii kholaqo minal maai basyaroo, faja’alahu nasaban wa shihroo, wa kaana Robbuka Qodiiroo
Artinya : “Segala puji bagi Allah yang teah menciptakan manusia dari air (mani) lalu ia jadikan keturunan dan Tuhanmu maha kuasa atas segala sesuatu”.

Doa agar cepat dikarunia anak

رَبِّ لاَ تَذَرْنِي فَرْداً وَأَنتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Artinya : “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik” (QS; Al-Anbiyaa ayat 89).

Doa mendapat keturunan yang baik baik

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Artinya : “ Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi engkau seorang anak yang baik, sesungguhnya engkau maha mendengar ( segala ) do’a”. (QS; Ali Imran ayat 38), Dan Doa

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي

Artinya : “ Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang menegakkan sholat beserta anak keturunanku”. (QS; Ibrahim ayat 40).

Doa wanita yang sedang Hamil

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya : “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS; Alfurqon ayat 74) Sebaiknya setiap habis sholat dibaca 100 x.

Doa Agar Mudah Melahirkan

حنا ولدت مريم ومريم ولدت عيسي عليه السلام اخرج ايها المومود بقدرة الملك المعبود

Hanaa waladad Maryam, wa Maryam waladad ‘Iisaa ‘Alaihissalaam. Ukhruj ayyuhal mauluud biqudratil malikil ma’buud

Artinya : “Hana melahirkan Maryam, Maryam melahirkan Nabi Isa ‘Alaihissalaam. Segera lahirlah wahai anak atas kuasa Dzat Yang Maha Merajai, Yang Maha disembah”

Doa wanita setelah melahirkan

اعيذه بالواحد الصمد الذى لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا احد من شر كل ذى حسد

U’iidzuhuu bik waahidis shomad, alladzii lam yalid wa lam yuulad, wa lam yakun lahuu kufuwan ahad, min syarri kulli dzii hasad

Artinya : “Aku mohonkan perlindungan bagi anak ini, kepada Allah yang Esa, tempat kami menggantungkan segala nasib, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, tidak pula ada yang menyamai Nya, agar terlindung dari kejahatan orang yang dengki”.

Hal-hal Penting Setelah Melahirkan
a. Sesudah bayi lahir di adzani telinga sebelah kanan kemudian membaca surat Al-ikhlas dan berdoa

إِنِّى أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya : “Aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk” (QS; Ali Imran ayat 36).

b. Dibacakan Iqomah ditelinga sebelah kiri. Dengan cara itu maka anak itu insyaallah tidak akan diganggu oleh syaithan yang bernama “Ummus Syibyan”.

c. Diberi nama yang bagus, dicukur rambutnya, dicelaki dan disuapi dengan makanan-makanan yang manis seperti madu/kurma dll, sambil berdoa :

اللهم بارك لنا ولهذا الولد فى حياته وطول عمره بطاعتك يا ارحم الراحمين

Allaahumma baarik lanaa wa lihaadzal waladi fii hayaatihii, wa thowwil ‘umrohuu bi thoo’atika yaa Arhamar Roohimiin

Artinya : “Yaa Allah berkahilah kami dan anak kami ini dalam kehidupannya, panjangkan umurnya untuk senantiasa taat padaMu wahai Maha Penyayang di antara para penyayang”.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id