Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Berikut Syarat dan Rukun Khutbahnya

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Berikut Syarat dan Rukun Khutbahnya

Almunawwar.or.id – Salah satu amalan ibadah yang terkait dengan kejadian atau fenomena alam adalah shalat sunat gerhana bulan, Dimana bagi segenap umat islam di anjurkan untuk melaksanakan amalan shalat tersebut meskipun itu pangkatnya sunat. Akan tetapi fadhilah, Hikmah dari pengamalan tersebut itu bisa menjadi pembelanjaran pasti bagi segenap umat manusia khususnya muslim akan begitu maha besarnya Alloh S.W.T atas semua ciptaanya.

Gerhana bulan sendiri merupakan sebuah fenomena alam dimana saat sebagian atau keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Sehingga bulan tidak bisa menerangi bumi dengan cahayanya pada malam hari. Atau juga menurut para Ilmuwan yang ada pada beberapa artikel menyebutkan bahwa adanya gerhana itu tidak hanya di sebabkan oleh kedua hal tadi namun bisa terjadi pada fenomena lain yang tidak berhubungan dengan Bumi atau Bulan, misalnya pada planet lain dan satelit yang dimiliki planet lain.

Dari kejadian tersebut menunjukan bahwa kuasanya Alloh S.W.T terhadap mahluknya itu tidak ada yang bisa menandingi, Sehingga sebagai bentuk mengingatnya hal tersebut di anjurkan bagi segenap umat islam untuk melaksanakan amalan sunah shalat gerhana sesuai dengan ketentuannya. Sebagaimana yang banyak di terangkan dalam beberapa kajian kiab fiqih tentang tata cara hiikmah shalat sunat termasuk syarat khutbahnya.

1. Tata Cara Shalat Gerhana Bulan
Pada prakteknya itu sama dengan shalat gerhana matahari, Hal ini sebagaimana di terangkan dalam kitab kifayatul akhyar dengan sebagian redaksi :

اعلم أن الكسوف والخسوف يطلق على الشمس والقمر جميعا نعم الأجود كما قاله الجوهري أن الكسوف للشمس والخسوف للقمر والصلاة لهما سنة لقوله صلى الله عليه وسلم ( إن الشمس والقمر لا ينكسفان لموت أحد ولا لحياته فإذا رأيتم ذلك فصلوا وادعوا الله تعالى

Perlu di ketahui bahwa sesungguhnya shalat kusuf dan khusuf itu di itlaq kan atau di kaitkan pada matahari dan bulan seperti yang telah di katakan oleh imam Al Jauhari yang menyebutkan ” Sesungguhnya shalat kusuf itu ketika gerhana matahari, dan khususf adalah untuk gerhana bulan dan sholat kusuf dan khusuf itu hukumnya sunat, Sebagaimana yang du terangkan dalam sebuah hadits

إن الشمس والقمر لا ينكسفان لموت أحد ولا لحياته فإذا رأيتم ذلك فصلوا وادعوا الله تعالى

1.Berniat sholat gerhana

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ Artinya, “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

2.Takbiratul ihram
3.Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat
4.Kemudian ruku’
5.Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal)
6.Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat
7.Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua)
8.Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).
9.Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
10.Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama
11.Salam.

2. Syarat dan hukum Khutbah sholat Gerhana

سن للإمام أن يخطب ( بخطبتين ) للجماعة دون المنفرد ( بعدهما ) أي بعد السلام من صلاة العيدين والكسوفين وتكون خطبتا العيدين كخطبتي الجمعة في الأركان والسنن لا في الشروط كالقيام والستر والطهارة والجلوس بينهما ويسن الجلوس قبلهما للاستراحةنعم لا بد في أداء السنة وصحة الخطبة من الإسماع بالفعل والسماع ولو بالقوة كما تقدم في الجمعة وكون الخطبة عربية وكون الخطيب ذكرا على المعتمدويسن للخطيب أن يعلمهم في عيد فطر الفطرة وعيد أضحى الأضحية ويسن أن يكبر في افتتاح الخطبة الأولى تسعا بتقديم المثناة على السين وفي افتتاح الثانية سبعا بتقديم السين على الموحدة مع الموالاة وإفراد كل تكبيرة بنفس ويفوت هذا التكبير بالشروع في أركان الخطبة كما يفوت تكبير الصلاة بالشروع في القراءة ويخطب الإمام في الكسوفين ولو بعد الانجلاء كخطبتي العيد لكن لا يكبر فيهماقال بعضهم ويحسن أن يستغفر لأنه لائق بالحال لأن الكسوف مما يخوف الله به عباده ولا يشترط فيهما شروط خطبة الجمعة ، بل تسن كما في خطبة العيدين ، ولا يكفي خطبة واحدة.

Bagi imam disunnahkan berkhotbah untuk para jama’ah setelah sholat , baik itu sholat ‘iedul fitri i’edul adlha dan sebagainya. Tata cara khutbahnya pun juga seperti khutbah sholat Jum’at pada umumnya, kesamaannya meliputi dalam rukun dan sunah sunahnya, namun berbeda dalam syaratnya, seperti halnya berdiri bagi khothib, menutup aurat, suci, dan duduk diantara dua khutbah. Sampai akhir keterangan ini.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id