Tentang Akar Kata Yang Berbeda Dari Dua Kalimat Sahur dan Sihir

Tentang Akar Kata Yang Berbeda Dari Dua Kalimat Sahur dan Sihir

Almunawwar.or.id – Terkadang bagi orang yang awam atau tidak mengetahui kedudukan sebuah perkara itu dalam mengartikan sebuah kalimah sering kali mengalami kekeliruan karena memang akar dari kalimah tersebut tidak jauh berbeda. Seperti kata “Sahur” dan Kata “Sihir” Dimana dua kalimah tersebut memang dari segi hurup itu tidak jauh berbeda alias sama, namun jika di kaji dan di telusuri sesuai dengan kaidah ilmu literasi arab itu ternyata berbeda.

Sehingga jangan sampai salah mengartikan ataupun menganggap bahwa suku dari dua kalimah tersebut itu sama. Hal ini karena memang faktor yang paling di takuti adalah salah memaknai atau mengartikan satu dasar kalimah. Perlu di ketahui bahwa dalam sastra bahasa arab itu terkadang pemkanaan sebuah lapadz berbeda tergantung pada rangkain kalam dan tujuan dari kalimah tersebut, Seperti contoh lapadz “Dhorbataini” dalam bab tayamum pada kitab Safinatunnaja.

Jika melihat secara harfiyah lapadz dhorbataini ini memiliki arti dua pukulan, padahal hakikat dari makna yang di maksud adalah dua kali elusan, begitu pula dengan maksud yang ada pada dua kalimah Sahur dan Sihir, meski pada hurufnya itu sama, namun ternyata pengambilan dari suku katanya itu berbeda, Sebagaimana ada yang tercantum pada sebuah penjelasan dari kaidah ilmiyah literasi bahasa arab menurut ilmu nahwu.

Kata SAHUR dan SIHIR itu berasal dari akar kata yang sama, kata S-H-R (sahara) adalah tiga akar dari tiga kata berbeda :
1. سَحَرَ = akar dari kata “benda anggota” yang menempel pada saluran nafas, contoh PARU-PARU
2. سَحَرَ = akar dari kata “penipuan” contoh SIHIR.
3. سَحَرَ = akar dari kata “salah satu waktu” yaitu waktu sebelum subuh atau waktu SAHUR.

– Mu’jam Maqayisul Lughah :

[بَابُ السِّينِ وَالْحَاءِ وَمَا يَثْلُثُهُمَا](سَحَرَ) السِّينُ وَالْحَاءُ وَالرَّاءُ أُصُولٌ ثَلَاثَةٌ مُتَبَايِنَةٌ: أَحَدُهَا عُضْوٌ مِنَ الْأَعْضَاءِ، وَالْآخَرُ خَدْعٌ وَشِبْهُهُ، وَالثَّالِثُ وَقْتٌ مِنَ الْأَوْقَاتِ.فَالْعُضْوُ السَّحْرُ، وَهُوَ مَا لُصِقَ بِالْحُلْقُومِ وَالْمَرِيءِ مِنْ أَعْلَى الْبَطْنِ. وَيُقَالُ بَلْ هِيَ الرِّئَةُ. وَيُقَالُ مِنْهُ لِلْجَبَانِ: انْتَفَخَ سَحْرُهُ. وَيُقَالُ لَهُ السُّحْرُ وَالسَّحْرُ وَالسَّحَرُ.وَأَمَّا الثَّانِي فَالسِّحْرُ، قَالَ قَوْمٌ: هُوَ إِخْرَاجُ الْبَاطِلِ فِي صُورَةِ الْحَقِّ، وَيُقَالُ هُوَ الْخَدِيعَةُ. وَاحْتَجُّوا بِقَوْلِ الْقَائِلِ:فَإِنْ تَسْأَلِينَا فِيمَ نَحْنُ فَإِنَّنَا … عَصَافِيرُ مِنْ هَذَا الْأَنَامِ الْمُسَحَّرِكَأَنَّهُ أَرَادَ الْمَخْدُوعَ، الَّذِي خَدَعَتْهُ الدُّنْيَا وَغَرَّتْهُ. وَيُقَالُ الْمُسَحَّرُ الَّذِي جُعِلَ لَهُ سَحْرٌ، وَمَنْ كَانَ ذَا سَحْرٍ لَمْ يَجِدْ بُدًّا مِنْ مَطْعَمٍ وَمَشْرَبٍ. وَأَمَّا الْوَقْتُ فَالسَّحَرُ، وَالسُّحْرَةُ، وَهُوَ قَبْلَ الصُّبْحِ. وَجَمْعُ السَّحَرِ أَسْحَارٌ. وَيَقُولُونَ: أَتَيْتُكَ سَحَرَ، إِذَا كَانَ لِيَوْمٍ بِعَيْنِهِ. فَإِنْ أَرَادَ بُكْرَةً وَسَحَرًا مِنَ الْأَسْحَارِ قَالَ: أَتَيْتُكَ سَحَرًا.

Akar kata itu maksudnya asal kata dari musytaqnya. Jadi semua bentuk kalimat yang mempunyai bentuk asal kalimat yang sama, BELUM TENTU dari akar kata yang sama. Contoh dalam pertanyaan status kata SAHUR dan SIHIR bukan dari akar / asal yang sama, sekalipun mempunyai kemiripan bentuk huruf. Sudah dijabarkan pada ibarot kitab mu’jam Maqayisul Lughah di atas.

FOKUS :

سَحَرَ) السِّينُ وَالْحَاءُ وَالرَّاءُ أُصُولٌ ثَلَاثَةٌ مُتَبَايِنَةٌ

SAHARA (SIN, HA’, RO’) adalah TIGA ASAL / AKAR yang berlainan.
ASSAHUUR diambil dari akar kata ASSAHAR, lihat dalam Lisanul Arab 4/348 :

والسحَر آخر الليل قُبَيْل الصبح والجمع أَسحارٌ

dan selanjutnya :

والسَّحُور طعامُ السَّحَرِ وشرابُه قال الأَزهري السَّحور ما يُتَسَحَّرُ به وقت السَّحَرِ من طعام أَو لبن أَو سويق وضع اسماً لما يؤكل ذلك الوقت وقد تسحر الرجل ذلك الطعام أَي أَكله

makanya fi’ilnya menggunakan :

وَتَسَحَّرَ أَكل السَّحورَ

Adapun SIHIR, disana dikatakan :

السِّحْرُ عَمَلٌ تُقُرِّبَ فيه إِلى الشيطان وبمعونة منه كل ذلك الأَمر كينونة للسحر ومن السحر الأُخْذَةُ التي تأْخُذُ العينَ حتى يُظَنَّ أَن الأَمْرَ كما يُرَى وليس الأَصل على ما يُرى والسِّحْرُ الأُخْذَةُ وكلُّ ما لَطُفَ مَأْخَذُه ودَقَّ فهو سِحْرٌ والجمع أَسحارٌ وسُحُورٌ وسَحَرَه يَسْحَرُه سَحْراً وسِحْراً وسَحَّرَه

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id