Tentang Hukum Mendoakan Non Muslim Baik Ketika Hidup Maupun Sudah Mati

Tentang Hukum Mendoakan Non Muslim Baik Ketika Hidup Maupun Sudah Mati

Almunawwar.or.id – Amalan berdoa merupakan salah satu bagian penting bagi setiap orang terlebih khusus bagi seorang muslim, yang dalam hal ini tidak hanya sebatas amalan saja namun terdapat rahasia dan keberkahan di balik doa-doa yang terpanjatkan tersebut.

Dan doa juga bagian penting dalam menjalani rutinitas keseharian, bahkan bagi seorang muslim doa adalah senjata paling ampuh juga menjadi ritual yang senantiasa harus di lakukan, karena ini sudah menjadi sebuah perintahan dan juga anjuran sebagaimana yang telah di terangkan dalam beberapa dalil.

Baik itu doa yang umum maupun yang bersifat khusus, yang dalam hal ini adalah mendoakan pribadi ataupun keluarga juga mendokan umat muslim lainnya, lalu bagaimana jika mendoakan orang luar islam baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, apakah boleh atau sebaliknya.

Memuat akan hal itu maka penting kiranya untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana kedudukan hukum jika memang hal tersebut pernah di lakukan, sebagaimana yang saat ini sudah menjadi sebuah fenomena yang terjadi di saat interaksi keduanya berlangsung. Berikut keterangannya :

( فَرْعٌ ) فِي اسْتِحْبَابِ الدُّعَاءِ لِلْكَافِرِ خِلَافٌ ا هـ .وَاعْتَمَدَ م ر الْجَوَازَ وَأَظُنُّ أَنَّهُ قَالَ لَا يَحْرُمُ الدُّعَاءُ لَهُ بِالْمَغْفِرَةِ إلَّا إذَا أَرَادَ الْمَغْفِرَةَ لَهُ مَعَ مَوْتِهِ عَلَى الْكُفْرِ وَسَيَأْتِي فِي الْجَنَائِزِ التَّصْرِيحُ بِتَحْرِيمِ الدُّعَاءِ لِلْكَافِرِ بِالْمَغْفِرَةِ نَعَمْ إنْ أَرَادَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ إنْ أَسْلَمَ أَوْ أَرَادَ بِالدُّعَاءِ لَهُ بِالْمَغْفِرَةِ أَنْ يَحْصُلَ لَهُ سَبَبُهُ وَهُوَ الْإِسْلَامُ ثُمَّ هِيَ فَلَا يُتَّجَهُ إلَّا الْجَوَازُ ا هـ .سم عَلَى الْمَنْهَجِ وَيَنْبَغِي أَنَّ ذَلِكَ كُلَّهُ إذَا لَمْ يَكُنْ عَلَى وَجْهٍ يُشْعِرُ بِالتَّعْظِيمِ وَإِلَّا امْتَنَعَ خُصُوصًا إذَا قَوِيَتْ الْقَرِينَةُ عَلَى تَعْظِيمِهِ وَتَحْقِيرِ غَيْرِهِ كَأَنْ فَعَلَ فِعْلًا دَعَا لَهُ بِسَبَبِهِ وَلَمْ يَقُمْ بِهِ غَيْرُهُ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَأَشْعَرَ بِتَحْقِيرِ ذَلِكَ الْغَيْرِ ا هـ .

Dalam Anjuran Mendoakan Orang Non Muslim Terjadi Perbedaan Pendapat Para Ulama
Imam Ar-Ramli as-Shaghiir memilih diperbolehkannya “Tidak haram mendoakan non muslim dengan mendapatkan ampunan kecuali mendoakan orang kafir dalam memintakan ampunan atas kekafirannya, sedangkan orang yang didoakan sudah mati dalam keadaan kafir, maka tidak diperbolehkan ”Bila yang dikehendaki “Ya Allah ampunilah ia bila masuk islam atau bila dikehendaki agar ia islam saat didoakan ampunan maka boleh”

Hanya saja menurt alQasiim bila yang demikian tidak menimbulakan pengagungan terhadap mereka, bila menimbulkan maka dilarang terlebih bila disertai tanda kuat akan pengagungan terhadap mereka dan melecehkan terhadap lainnya seperti selepas mereka menjalani suatu pekerjaan dan tidak terdapati selainnya yang mampu mengerjakannya maka doanya pertanda mengagungkan mereka dan melecehkan selainnya”. (Hasyiyah as-Syibra malisy VI/1)

Doa Kesehatan Hidayah Untuk Non Muslim

وَيَجُوزُ الدُّعَاءُ لِلْكَافِرِ بِنَحْوِ صِحَّةِ الْبَدَنِ وَالْهِدَايَةِ وَاخْتَلَفُوا فِي جَوَازِ التَّأْمِينِ عَلَى دُعَائِهِ

Artinya : “Dan diperbolehkan mendoakan semacam kesehatan badan dan ulama berbeda pendapat tentang diperbolehkannya mengamini doa mereka”.

Sedangkan mendoakan mayit kafir hukumnya Haram, bahkan menyebutnya dengan semacam sebutan almaghfurlah ataupun Almarhum juga tidak diperbolehkan, karena lafadz tersebut mengandung makna do’a.

{مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ والذين آمنوا أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كانوا أُوْلِي قربى مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الجحيم} [ التوبة : 113 ]
وفى الآية إيماء إلى تحريم الدعاء لمن مات على كفره بالمغفرة والرحمة ، أو بوصفه بذلك كقولهم المغفور له والمرحوم فلان ، كما يفعله بعض جهلة المسلمين من الخاصة والعامة.

Artinya : “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam”. (QS. 9:113).

Dalam ayat ini memberi pengertian akan keharaman mendoakan orang yang telah meninggal dalam keadaan kufurnya dengan doa memintakan ampunan dan rahmat Allah atau mensifati mereka seperti dengan ucapan AL-MAGHFURLAH (yang telah terampuni), ALMARHUM (yang telah dirahmati) seperti yang dilakukan oleh sebagian orang-orang bodoh dari kaum muslimin dari kalangan orang-orang tertentu maupun orang awam (Tafsiir al-Maraaghy I/2263).

Berbeda ketika mendoakan orang kafir saat masih hidup, jika mendoakan untuk kesembuhan dari sakitnya ( Bukan Mengirim Pahala) maka itu adalah boleh.

وقوله وأن يدعو له بالشفاء أي ولو كافرا أو فاسقا ولو كان مرضه رمدا وينبغي أن محله ما لم يكن في حياته ضرر للمسلمين وإلا فلا يطلب الدعاء له بل لو قيل بطلب الدعاء عليه لما فيه من المصلحة لم يبعد(الجمل على شرح المنهج الجزء الثانى ص 134)

Dianjurkan mendo’akan orang sakit dengan kesembuhan meskipun yang sakit adalah orang kafir / fasik , selama dia bukan orang yang menyusahkan masyarakat.

Kata almarhum dan almarhumah itu bermakna doa, yang artinya semoga dirahmati, jadi kalau kata-kata tadi ditujukan pada mayyit non muslim berarti itu punya arti mendoakan si mayyit, sedangkan mendo’akan mayyit non muslim itu Haram hukumnya. Lihat Kitab hasyiyah showi juz 2 hal 171 dan khulashotul kalam hal 160 :

وفى حاشية العلامة الصاوى، ج 2 ص 171، مانصه:(ما كان للنبى والذين أمنوا ان يستغفروا للمشركين ولو كانوا أولى قربى) ذوى قرابة (من بعد ما تبين لهم أنهم أصحاب الجحيم) النار بأن ماتوا على الكفر (قوله بأن ماتوا على الكفر) أى فلا يجوز لهم الإستغفار حينئذ واما الإستغفار للكافر الحى ففيه تفصيل وان كان قصده بذلك الإستغفار هدايته للإسلام جاز وان كان قصده أن تغفر ذنوبه مع بقائه فى الكفر فلا يجوز. اهـوفى خلاصة الكلام، ص 260، مانصه:ومما جاء من النداء للميت التلقين له بعد الدفن -إلى أن قال- ففى التلقين النداء والخطاب للميت وحديث نداء النبى كفار قريش المقتولين ببدر بعد القائم فى القليب مشهور رواه البخارى وأصحاب السنن وجعل يناديهم بأسمائهم وأسماء آبائهم ويقول أيسركم انكم اطعتم الله ورسوله فإنا قد وجدنا ماوعدنا ربنا حقا فهل وجدتم ماوعد ربكم حقا. وأما ما جاء من الأثار عن الأخبار والعلماء والأخيار والأولياء الكبار مما يدل على جواز ذلك النداء والخطاب. اهـ

Jadi jelas kedudukan hukum tentang mendoakan orang luar islam baik semasa ketika hidup maupun sudah meninggal, sebagaimana yang telah di jelaskan tadi dalam penuturan beberapa keterangan yang memuat akan kedudukan tersebut.

Wallohu A’lamu bishowaab
Semoga Bermanafaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id