Tentang Hukum Perdagangan Valas (Trading Forex) Menurut Fiqh Muamalah

Tentang Hukum Perdagangan Valas (Trading Forex) Menurut Fiqh Muamalah

Almunawwar.or.id – Bersaingnya nilai perdagangan selama ini memang tidak menutup kemungkinan bagi para pelakunya untuk bisa mengoptimalkan cara dan sistem transaksi yang ada dengan berbagai faktor yang mendukung terhadap keberlangsungan transaksi tersebut guna bisa meraih keuntungan nantinya.

Atau setidaknya mampu membaca pergerakan nilai mata asing di bursa penjualan yang tentunya akan mempengaruhi sisi penjualan sebuah aset (saham) juga nantinya berpengaruh dan berlaku ketika proses transaksi tersebut di berjalankan, baik yang bersifat langsung maupun untuk yang penjualan secara berjangka.

Dan istilah ini rupanya berlaku pada sistem jual beli valuta asing (valas) atau yang lebih di kenal dengan Forex dalam dunia internet, dimana pada proses transaksinya itu berjalan beberapa ketentuan dan kebijakan yang merupakan persyaratan terhadap keberlangsungan sistem Forex tersebut.

Forex sendiri merupakan pasar valuta asing (foreign exchange market, forex) atau di singkat menjadi valas yaitu suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan.

Hal ini di sebabkan dengan beberapa faktor yang mengacu seseorang pelaku bisnis untuk bisa lebih mengoptimalkan nilai saham ataupun barang yang akan di jualnya nanti berdasarkan pergerakan yang terjadi dari mata uang tersebut, Dengan berbagai faktor di antaranya untuk kebutuhan liburan ke luar negeri, Membeli barang-barang dari luar negeri, Kegiatan usaha (bisnis) dan masih banyak yang lainnya.

Perlu di ketahui seseorang yang terjun mengeluti bisnis forex tersebut bisa mengoptimasinya dengan menjadikan salah satu pasar jual beli yang sudah berlaku pada transaksi Forex itu sebagai ladang untuk bisa menentukan nilai maksimal (keuntungan) perdagangan nantinya,

1. Pasar Spot
Pasar spot merupakan proses jual beli mata uang asing di bank dan money changer. Dimana proses ini biasanya di lakukan bagi seseorang yang hendak akan bepergian ke luar negeri sehingga bisa menukarkan uangnya di bank atau money changer ini.

2. Pasar Forward
Dimana pasar ini akan melayani proses transaksi forward (kontrak pembelian dengan perjanjian di awal) sebuah mata uang asing. Dan biasanya perdagangan forward ini di berlangsungkan di sebuah tempat, seperti transaksi yang terjadi bank-bank besar di seluruh dunia.

Contohnya sebuah perusahaan memiliki utang kepada pabrik di amerika sebanyak US$30.000, Dan utang tersebut akan jatuh tempo pada awal Juli 2018 misalnya. Kemudian terjadi ketakutan pada pemilik perusahaan tersebut jika memang harga Dolar Amerika tiba-tiba naik. Sehingga pada akhirnya perusahaan tersebut melakukan transaksi kontrak pembelian US$ di pasar forward dan membeli US$ sebanyak US$30.000 pada 30 Juli 2018 dengan harga Rp.14.200. Adanya perdagangan mata uang asing di pasar forward ini ditujukan untuk perusahaan-perusahaan agar dapat mengamankan perbedaan kurs (hedging) yang biasanya kontrak tersebut bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan US$ Amerika.

3. Pasar Futures
Selanjutnya adalah Pasar Futures, Disebut juga dengan perdagangan berjangka dan pada dasarnya mirip seperti pasar forward. Namun ada perbedannya yaitu perdagangan di pasar futures ini dilakukan secara over the counter (Bursa), menariknya dalam perdagangan futures ini tidak hanya memperjualbelikan nilai mata uang asing saja, namun juga ada perdagangan komoditi.

4. Pasar Opsi
Dan yang terkahir adalah pasar opis, Dimana seseorang bisa membeli pilihan atau kesempatan (hak, bukan kewajiban). Contohnya seseorang membeli opsi untuk membeli US$ sebanyak 30.000 pada harga Rp14.200 pada tanggal 30 Juli 2018. Tiba tanggalnya orang tersebut boleh menjalankan opsi atau kesempatan yang dimilikinya.

Dari penjelasan tersebut tentu sangat perlu di cermati dan di ketahui secara pasti tentang tinjuan hukum islam dalam hal ini Fiqh Muamalah dari proses transaksi yang berjalan dan berlaku dalam Forex tersebut, untuk lebih memastikan boleh dan tidak di perbolehkannya jika memang melakukan bisnis semacam ini. Berikut penerangannya :

1. Boleh Hukumnya
Syarat jika yang dimaksudkan adalah perdagangan VALAS atau valuta asing atau mata uang asing, maka itu diberbolehkan jika berlangsung di pasar spot (pasar tunai) atau serah terima langsung. Contoh, pak Sadono Riyanto mempunyai uang seribu dalam nominasi dollar yang kemudian ditukar di money changer (tempat penukaran uang) kedalam mata uang rupiah di hargai dengan kurs beli Rp. 9500. Hal ini hukumnya boleh. Demikian karena ada hadits dalam Shahih Bukhary Kitab al-buyu’ bab bai’ al-zahab bi al-zahab :

وبيعوا الذهب بالفضة والفضة بالذهب كيف شئتم

Artinya : “Juallah emas dengan perak dan perak dengan emas sekehendak kalian”.

2. Haram Hukumnya
Syarat jika perdagangan valas itu di pasar berjangka atau futures yang biasa dikenal sebagai trading forex maka ini haram hukumnya. Berdasarkan keterangan hadits riwayat Imam Muslim :

نهى عن بيع حبل الحبلة

Artinya : “(Rasul melarang jual beli ‘hablul hablah’)”

Imam nawawi ketika menjelaskan hadits ini berkata dalam syarh shahih muslim :

واختلف العلماء في المراد بالنهي عن بيع حبل الحبلة . فقال جماعة : هو البيع بثمن مؤجل إلى أن تلد الناقة ويلد ولدها . وقد ذكر مسلم في هذا الحديث هذا التفسير عن ابن عمر ، وبه قال مالك والشافعي ومن تابعهم

Ulama’ berbeda pendapat mengenai arti pelarangan jual-beli hablul hablah. Mayoritas ulama’ berkata : hablul hablah adalah jual beli dengan harga tangguh sampai masa unta melahirkan dan anaknya melahirkan. Imam Muslim menyebutkan dalam hadits ini keterangan (tafsir) dari ibnu Umar, pendapat ini dipegang Imam Malik, Imam Syafi’i, dan para pengikut.

Penjelasan dari masalah yang kedua ini rinciannya sebagai berikut :
Forex itu termasuk kedalam transaksi berjangka atau juga dikenal dengan sebutan futures contract. Dalam dunia keuangan merupakan suatu kontrak standard yang diperdagangkan pada bursa berjangka, untuk membeli ataupun menjual aset acuan dari instrumen keuangan pada suatu tanggal dimasa akan datang, dengan harga tertentu.

Tanggal dimasa akan datang tersebut disebut dengan istilah tanggal penyerahan atau dikenal juga dengan istilah delivery date atau tanggal penyelesaian akhir (final settlement date). Harga tertentu disebut dengan istilah harga kontrak berjangka (futures price).

Harga dari aset acuan pada saat tanggal penyerahan disebut dengan istilah harga penyelesaian (settlement price).Intinya, forex ini adalah jual-beli dengan harga dan penyerahan di masa yang akan datang. Kontrak semacam ini haram hukumnya.

Walhasil : Pelaku Trading Forex dengan index sebagai objek transaksi seringkali membawakan dalil-dalil keabsahan foreign exchange (pertukaran mata uang) di pasar spot dengan uang komoditas (bukan angka index) sebagai objek transaksi. Ini adalah dua hal berbeda yang disamarkan agar dianggap sama. Foreing exchange currency atau dikenal money changing atau perdagangan valuta asing di pasar tunai, jelas boleh. Berbeda dengan pasar berjangka (futures), yang kemudian dikembangkan dalam bentuk index yang biasa disebut trading forex. Model terakhir ini haram hukumnya, karena mengandung unsur ketidakpastian atau uncertainty atau gharar (Penipuan).

Keterangan lain bisa di lihat dari beberapa kajian kitab fiqh lain di antaranya redaksi yang terdapat pada kitab Madzahibul Arba’ah juz 2 halaman 245.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id